News Update :

Udin Yang Terakhir Serang Gubernur Aceh

Sabtu, 04 Juni 2011


Banda Aceh - Situasi politik menjelang pemilukada di Aceh semakin hangat, Irwandi Yusuf Gubenur masih men jabat menyatakan diri akan bertarung kembali sebagai calon pemilukada mendatang. 

Namun penghadangan di jalan terlihat meningkat, Udin yang terakhir menjadi pentolan terdepan untuk berteriak “Irwandi Korupsi”. Jumat (4/6) di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta.

Sebelum kita lanjut, anda ikuti dulu, lagu Udin Sedunia ini. Udin yang pertama namanya Awaluddin, Udin yang ketinggalan zaman jamannya Jamaluddin, Udin yang sakit kepala namanya Syarafuddin…..dan Udin yang terakhir,….namaaaaanya Akhiruddin.

Ini hanya kesamaan nama seperti lagu itu, tapi Udin ini tidak lain Koordinator Gerak Indonesia dalam dua pekan ini, terjadi pertempuran mulut yang sengit dengan Gubernur Aceh yang di tuduh oleh Udin,  Gubernur terlibat Korupsi.

Tidak tanggung. Udin mengajak sekata-Uddin (kawan-kawan Udin yang lain) datang kehadapan kantor Komisi Pemerantasan Korupsi di Jakarta, dan berteriak dan kalau bisa memerintahkan kepada KPK segera berkemas menjemput kepala pemerintahan Aceh drh Irwandi Yusuf di Banda Aceh.

Staf KPK,mengatakan kasus korupsi yang dituduhkan perlu di pelajari, artinya KPK tidak bisa berangkat terburu-buru ke Aceh. Mendengar tuduhan Udin, Gubernur Aceh juga menganalisa seperti layaknya Udin melakukan analisa,.. bagaimana dengan usulan ini kawan-kawan??? Buungkuuusss…!!! sebelum datang ke KPK. Dugaan Gubernur, Udin berteriak korupsi kali ini ada yang tunggangi? Artinya ada yang se-ide, sepakat, setuju, dan searah politik berada di belakang Udin.

Gubernur pun menempuh cara yang diajarkan dalam ilmu hukum”……… yaitu memberitahu kepada Udin,” Kamu telah tuding saya yang tidak benar. “Kamu akan saya lapor polisi”. Gubernur Aceh sepertinya ingin mempraktekkan haknya sebagai warga negara di muka hukum negeri ini.  

Namun keinginan Irwandi untuk mengaplikasikan hak hukumnya tersebut, Jumat (4/6) tidak mendapat restu dari beberapa LSM/NGO di Banda Aceh yang background-nya, HAM, Korupsi, dan Hukum, dengan menamakan dirinya Komponen Masyarakat Sipil Antikriminalisasi (KM-SAK).  

NGO ini sepertinya Sepaham-tuddin   artinya sepaham dengan aksi Udin, menyerbu Gubernur Irwandi, menyatakan langkah Gubernur melaporkan Akhiruddin ke Polda Metro Jaya adalah gaya pemerintahan Orde Baru. Dan menuding Irwandi haram dikritik, dan dituding Irwandi kegatalan dengan lembaga Anti Korupsi.

Dan KM-SAK dalam berita yang dilansir The Atjeh Post,  menilai upaya yang dilakukan Gubernur Aceh terhadap Akhiruddin juga menyalahi dan mengangkangi surat Kabareskrim Polri No.Pol: B/345/III/2005 Bareskrim tertanggal 7 Maret 2005 tentang Permohonan Perlindungan Saksi/Pelapor atas kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Nyanyi bentar, Udiin…Udin…. Namamu elok, memang terkenal. 

Disinilah Se-ide Tuddin yang lain memback-up Udin, dan menggelitik Gubernur yaitu langkah Gubernur menggunakan haknya (lapor udin ke polisi) dimana Gubernur merasa dihina atau dilecehkan, kalu tidak salah dalam hukum di sebutkan,  boleh dibawa ke jalur Hukum, biar Hakim di pengadilan sebagai pengadilnya.

Tapi apa yang terjadi, Gubernur kembali diserang  dengan tuduhan “Meugeuelibéh” merembes  ke sana sini. Dalam kondisi itu,  Se-akan KM-SAK,  tidak mengizinkan satu SAK semenpun, Irwandi menggunakan hak demokrasinya yaitu Hak Berbicara atas pembelaan dirinya yang "KA MEU SAK" (Terdesak).

Sepertinya pertempuran tidak sampai disitu saja antara Udin dan Gubernur Aceh. Udin yang pernah dikabarkan menjadi anggota tim asistensi Bupati Aceh Timur bersama Kausar mantan aktifis mahasiswa.  Sebelumnya pernah menjabat Koordinator Gerak Aceh, dan pada tahun 2007 lalu mencalonkan diri sebagai calon wakil walikota Banda Aceh namun tidak terpilih. 

Sekarang Udin aktif Koordinator Gerak Indonesia, menjelang pemilukada Aceh 2011, dia  sedang berapi-api menuding Pemerintahan Irwandi Yusuf –Muhammad Nazar  melakukan korupsi. Jika tudingan Udin ditelan oleh masyarakat Aceh layaknya kue enak dan meninggalkan kesan. Maka disini ada yang busuk dan ada yang wanginya. 

Jika masyarakat percaya sebagaimana disuarakan Udin, tentunya Irwandi yang busuk, namun jika sebaliknya dan masyarakat tidak percaya, maka suara -suara seperti itu bakal di anggap angin allu oleh masyarakat. 

Namun alangkah sedapnya kita melihat siapa kira-kira kandidat penerima harum wanginya hasil kerja Udin. Jika kita tanya sama Apa Brahim, Apa Ma’e dan Apa Kapluk pasti akan menjawab “So laen meunyoe kon awak nyaan..!!”, Jawabnya berirama. 

Ketika ditanya apa maksud “awak nyan” mereka memberi isyarat  “awak nyan” sambil menoleh ke arah pohon rumbia. Siapa yang dimaksud “awak nyan”? 
Hingga saat ini bakal calon Gubernur Aceh yang baru terungkap ke permukaan adalah pasangan yang diusung Partai Aceh yaitu Zaini Abdullah – Muzakir Manaf , Tarmizi Karim belum begitu jelas, Darni Daud sedang mencari kendaraan, Otto Syamsuddin juga belum ditemukan statemen resmi.

Muhammad Nazar dari wakil Gubernur sepertinya ingin menjadi Gubernur, namun juga belum jelas “bus” mana yang mau ditumpangi. Irwandi Yusuf secara terang-terangan mengaku akan mencalonkan diri kembali sebagai calon Gubernur Aceh periode 2012-2017. Dia juga belum mengambil keputusan “taksi” merek apa yang akan ditumpangi, “taksi” Independenkah? Atau partai Pak SBY.  

Tapi itulah,  yang paling penting setelah ini adalah melihat dan mencium siapa yang mendapatkan  wanginya  dari serangan Udin yang terakhir itu?. 

Penulis:
Ismail Basyah
[Warga Gampong yang berprofesi petani kebun dan sawah, sering juga menjadi kondektur congkel kelapa. Dua minggu lalu ia baru beli laptop, karena suka main internet].  


Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016