SANAA—Sejumlah mahasiswa Aceh yang sedang belajar
di Yaman nyatakan siap dipulangkan ke Indonesia, menyusul konflik bersaudara semakin memanas di negara
itu. Dan mereka kecewa dengan pernyataan pejabat pemerintah di situs berita nasional bahwa
mereka enggan dipulangkan.
”Kami sangat kesal dengan omongan itu, yang
menyatakan 66 orang mahasiswa tidak siap dipulangkan, ini sungguh tidak benar,”
Ujar seorang Mahasiswa kepada reporter AcehTraffic.com. Jumat (3/5).
Dia menceritakan 3 minggu yang lalu utusan dari
kedutaan Besar Indonesia datang ke Hudaedah. Pejabat itu mengatakan untuk
mahasiswa yang bermukim di Kota Hudaedah belum menjadi prioritas pemulangan,
karena kondisi masih aman. ”Bagaimana aman, hari ini setelah Ashar suara senjata terdengar dimana-mana, kami melihat di depan mata kami,” Tambah mahasiswa
lain.
Sehingga karena kekesalan itu, ada seorang mahasiswa
yang bertanya kepada pejabat KBRI, apakah bapak tunggu salah satu dari kami tertembak baru direspon?
Pejabat KBRI, katanya saat itu juga mengatakan
bahwa masalah pemulangan bukan hal mudah, tapi keputusannya ada di DPR. Mereka
ternyata mau berusaha untuk menipu kami. “Padahal kita semua sudah tahu, keputusan ada di KBRI.
Kami berharap pemerintah Indonesia di Jakarta dan Aceh untuk
segera mengambil langkah pemulangan, karena saat ini untuk kebutuhan sehari-hari,
harga barang melonjak naik, ongkos bus angkutan 3x lipat naik, begitu juga
dengan kebutuhan dapur lainnya.
“Kami sangat berharap kepada pemerintah Aceh
untuk segera merespon ini,” | Irza Reporter acehtraffic.com melaporkan dari Kota
Hudaedah Yaman Selatan.


0 komentar:
Posting Komentar