News Update :

Puluhan Mahasiswa Aceh Kecewa Dengan Pernyataan Pejabat KBRI di Yaman

Jumat, 03 Juni 2011


SANAA—Sejumlah mahasiswa Aceh yang sedang belajar di Yaman nyatakan siap dipulangkan ke Indonesia, menyusul konflik bersaudara semakin memanas di negara itu. Dan mereka kecewa dengan pernyataan pejabat pemerintah di situs berita nasional bahwa mereka enggan dipulangkan. 

”Kami sangat kesal dengan omongan itu, yang menyatakan 66 orang mahasiswa tidak siap dipulangkan, ini sungguh tidak benar,” Ujar seorang Mahasiswa kepada reporter AcehTraffic.com. Jumat (3/5).  

Dia menceritakan 3 minggu yang lalu utusan dari kedutaan Besar Indonesia datang ke Hudaedah. Pejabat itu mengatakan untuk mahasiswa yang bermukim di Kota Hudaedah belum menjadi prioritas pemulangan, karena kondisi masih aman. ”Bagaimana aman, hari ini setelah Ashar  suara senjata terdengar dimana-mana, kami melihat di depan mata kami,” Tambah mahasiswa lain. 

Sehingga karena kekesalan itu, ada seorang mahasiswa yang bertanya kepada pejabat KBRI, apakah bapak tunggu salah satu dari kami tertembak baru direspon? 

Pejabat KBRI, katanya saat itu juga mengatakan bahwa masalah pemulangan bukan hal mudah, tapi keputusannya ada di DPR. Mereka ternyata mau berusaha untuk menipu kami. “Padahal kita semua sudah tahu, keputusan ada di KBRI. 

Kami berharap pemerintah Indonesia di Jakarta dan Aceh untuk segera mengambil langkah pemulangan, karena saat ini untuk kebutuhan sehari-hari, harga barang melonjak naik, ongkos bus angkutan 3x lipat naik, begitu juga dengan kebutuhan dapur lainnya.

“Kami sangat berharap kepada pemerintah Aceh untuk segera merespon ini,” | Irza Reporter acehtraffic.com melaporkan dari Kota Hudaedah Yaman Selatan.
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016