Tokyo -
Bakteri E. Coli tak hanya mewabah di Spanyol. Sebanyak 15 pengunjung
rumah makan barbeque Korea di Tokyo, Jepang Bakteri terinfeksi bakteri
E. Coli. Namun wabah di Jepang berbeda dengan yang ditemukan di negara
belahan Eropa."Dari 20 orang yang sakit di prefektur Toyama, 15 terinfeksi bakteri E. Coli setelah makan di sebuah gerai restoran populer bernama Gyukaku," kata seorang pejabat lokal seperti dikutip dari AFP, Jumat (3/6/2011).
Kedua puluh pasien itu mengalami gejala yang sama namun kini semuanya telah sembuh. Pejabat lokal itu menambahkan kemungkinan pengunjung yang sakit menggunakan sumpit yang sama untuk memasak irisan daging mentah dan memakannya.
Kantor pusat Gyukaku meminta maaf atas kejadian tersebut dan mengatakan infeksi diduga dapat disebabkan oleh daging sapi impor dari Australia. Perusahaan akhirnya mengganti pemasok daging sapi dari Australia tapi pemeriksa kesehatan publik tidak menemukan bakteri E. Coli tersebut di rumah sakit Gyukaku.
Setidaknya empat penduduk Jepang meninggal akibat keracunan makanan bakteri E. Coli sejak April lalu. Warga Jepang berbondong-bondong mendatangi rumah makan gaya Korea itu karena menyediakan hidangan daging sapi mentah yang murah.
Sementara itu, seperti di lnsir BBC, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan wabah keracunan makanan
yang mematikan di Jerman disebabkan oleh jenis bakteri E.coli yang tidak pernah
diketahui sebelumnya.
WHO mengatakan bakteri baru ini tampaknya merupakan keturunan dua bakteria
yang berbeda."Galur (strain) ini belum pernah terdeteksi dalam
situasi wabah sebelumnya," kata jurubicara WHO, Aphaluck Bhatiasevi. Berdasarkan analisis genetika awal
diketahui bahwa bakteri ini unik.Dr Paul Wigley, ahli penyakit terkait makanan
di Universitas Liverpool, Inggris juga berpendapat E.coli kali ini baru. "Satu bakteri buruk tampaknya
mendapat toksin dari bakteri buruk lainnya yang menghasilkan bakteri lebih
buruk lagi," jelas Dr Wigley.
Tuntut Ganti Rugi
"Tampaknya bakteri ini
memproduksi dua toksin yang menyebabkan kerusakan dan menyebabkan diare
berdarah serta merusak tisu tubuh termasuk ginjal," tambahnya. Para ilmuwan Jerman masih meneliti
sumber wabah yang telah menelan hampir 20 orang sejauh ini. Selain itu 16 orang
jatuh sakit.
Wabah E.coli utamanya terjadi di
Jerman meski telah menjangkiti warga di 10 negara Eropa.
Di Jerman tercatat 1.064 kasus
diarea berdarah dan 470 kasus yang berpotensi menimbulkan komplikasi di darah
dan ginjal. Sumber infeksi belum jelas walau
sebelumnya diduga berasal dari mentimun produksi Spanyol.
Rusia telah melarang impor
sayur-mayur dari negara-negara Uni Eropa sebagai upaya mencegah penyebaran
penyakit di negara itu meski Uni Eropa menyebut langkah Rusia berlebihan.
Sementara itu Spanyol mengancam akan
menuntut ganti rugi kepada Uni Eropa atas kerugian yang dialaminya karena
produk sayur-mayur negara itu tidak laku.


0 komentar:
Posting Komentar