News Update :

Perawat Selundupkan Heroin Rp 1,1 Miliar

Rabu, 01 Juni 2011

Tangerang - Petugas Bea dan Cukai Soekarno-Hatta menangkap pengangguran perawat dari Malaysia, Sabtu lalu. Flory binti Sopikit, 26 tahun, berusaha menyelundupkan heroin yang dikemas dalam 71 butir kapsul senilai Rp 1,1 miliar.

Heroin seberat total 545 gram itu sebagian disembunyikan dalam saku kanan dan kiri celana pendek yang dilipat dan diikat lalu dimasukkan dalam tas punggung warna hitam. Sisanya, sebanyak 20 butir, dikeluarkan dari dalam anus.

Kepala seksi penindakan dan penyidikan Bea Cukai Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo, mengatakan Flory adalah lulusan akademi keperawatan yang saat ini masih menganggur. "Tersangka membawa heroin dari Kuala Lumpur atas perintah seorang warga Nigeria berinisial A yang tinggal di Malaysia," kata Gatot, Selasa 31 Mei 2011.

Flory 'diumpankan' untuk menguji pengamanan di Bandara Soekarno-Hatta Sabtu lalu. "Mereka anggap pengawasan di Bandara Soekarno-Hatta dan bandara di Indonesia lengah karena konsentrasi ke siaran langsung final Piala Champions Barcelona melawan Manchester United," kata Gatot.

Untuk tugasnya itu, Flory dijanjikan upah US$ 1.000 dan biaya untuk akomodasi sebesar US$ 300 lagi. Namun, perempuan berambut panjang itu sudah dicurigai Tim Customs Tactical Unit (CTU) Pabean Soekarno-Hatta. Flory datang menumpang pesawat Air Asia AK-388 rute Kuala Lumpur-Jakarta.

Dari penangkapan di bandara, petugas Badan Narkotika Nasional melakukan pengembangan dan menggiring Flory ke hotel tujuannya di Cikini, Jakarta Pusat. DI hotel itulah petugas menangkap seorang tersangka penerima paket dan mendapati 20 butir kapsul berisi heroin tambahan dari dalam anus Flory.| tempo
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016