News Update :

Minyak Tanah Langka, Di duga aktivitas Penyelundupan Masih Berjalan

Kamis, 02 Juni 2011


Aceh Utara – Kelangkaan minyak tanah kembali terjadi dipedalaman Aceh Utara, kali ini menimpa sebagian warga kecamatan Nisam kabupaten Aceh Utara, Rabu (1/06).

Kesulitan untuk mendapatkan minyak tanah baik di agen resmi maupun dipasaran membuat masyarakat sedikit bingung, apalagi jaringan listrik PLN sering hidup mati. 

Begitu juga cuaca musim hujan juga  membuat kondisi semakin rumit. Pasalnya alternative terakhir memasak dengan kayu bakar, itu pun susah untuk mendapatkan kayu bakar yang kering di ladang- ladang. 

Situasi masyarakat berlomba lomba mencari minyak tanah untuk disimpan sebagai persiapan akan naiknya harga minyak tanah. Isra (38) warga yang jual kelentong di Keude Amplah, Nisam mengatakan minyak sangat sulit untuk didapatkan, dan di pasar harganya mencapai sepuluh ribu per liternya tetapi barang tidak ada. 

Dampak yang harus diterima oleh masyarakat akibat ulah mafia minyak tanah yang diselundupkan beribu ribu ton ke Medan dan di jual dengan harga tinggi. Akibatnya ketersediaan minyak tanah dipasaran semakin sedikit, sementara permintaan minyak tanah untuk bulan ini lebih tinggi dengan hari-hari belakangan tetapi justru berbanding terbalik dengan ketersediaan barang dipasar.

Sebelumnya, Rabu tanggal 19 Januari 2011 dua truk tangki berisikan 10.000 liter minyak tanah (mitan) bersubsidi diamankan di Mapolres Lhokseumawe. Kedua truk berlogo Pertamina tersebut ditangkap petugas dikawasan Bayu ketika hendak menyeludupkan minyak tersebut ke Sumatera Utara, karena harga jual diwilayah itu mencapai Rp.10 ribu atau lebih tinggi dari harga di Aceh yang masih bersubsidi. |[AT/Yd/Rd]
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016