Aceh
Utara – Kelangkaan minyak tanah kembali terjadi dipedalaman Aceh Utara, kali
ini menimpa sebagian warga kecamatan Nisam kabupaten Aceh Utara, Rabu (1/06).
Kesulitan
untuk mendapatkan minyak tanah baik di agen resmi maupun dipasaran membuat
masyarakat sedikit bingung, apalagi jaringan listrik PLN sering hidup mati.
Begitu
juga cuaca musim hujan juga membuat
kondisi semakin rumit. Pasalnya alternative terakhir memasak dengan kayu bakar,
itu pun susah untuk mendapatkan kayu bakar yang kering di ladang- ladang.
Situasi
masyarakat berlomba lomba mencari minyak tanah untuk disimpan sebagai persiapan
akan naiknya harga minyak tanah. Isra (38) warga yang jual kelentong di Keude
Amplah, Nisam mengatakan minyak sangat sulit untuk didapatkan, dan di pasar
harganya mencapai sepuluh ribu per liternya tetapi barang tidak ada.
Dampak
yang harus diterima oleh masyarakat akibat ulah mafia minyak tanah yang diselundupkan
beribu ribu ton ke Medan dan di jual dengan harga tinggi. Akibatnya ketersediaan
minyak tanah dipasaran semakin sedikit, sementara permintaan minyak tanah untuk
bulan ini lebih tinggi dengan hari-hari belakangan tetapi justru berbanding
terbalik dengan ketersediaan barang dipasar.
Sebelumnya, Rabu tanggal 19 Januari 2011 dua truk tangki berisikan 10.000 liter
minyak tanah (mitan) bersubsidi diamankan di Mapolres Lhokseumawe. Kedua truk
berlogo Pertamina tersebut ditangkap petugas dikawasan Bayu ketika hendak
menyeludupkan minyak tersebut ke Sumatera Utara, karena harga jual diwilayah
itu mencapai Rp.10 ribu atau lebih tinggi dari harga di Aceh yang masih
bersubsidi. |[AT/Yd/Rd]

0 komentar:
Posting Komentar