News Update :

Kambing Transgender Hasilkan Susu ASI

Kamis, 16 Juni 2011



Insinyur genetika secara sengaja menciptakan kambing transgender agar menghasilkan susu seperti manusia. Kambing-kambing yang dibuat  secara efektif terlahir adalah kambing betina dalam tubuh kambing jantan, lengkap dengan anatomi tubuh pejantan.

Perusahaan yang memprakarsai hal tersebut ingin melihat apakah susu yang dihasilkan mengandung protein yang sama seperti susu yang dihasilkan  manusia (ASI). Hal ini dilakukan dengan maksud bahwa susu tersebut suatu saat bisa dipasarkan, demikian dikutip dari Daily Mail (14/06/2011). 

Kambing-kambing itu disebut ‘goys’ sebagai hasil kombinasi dari “girl” (cewek) dan “boy” (cowok) dan 15 ekor telah berhasil dilahirkan dalam penelitian yang dilakukan di Selandia Baru. 

Penelitian  itu langsung menuai kritik dari berbagai kalangan dan meminta agar program pengembangbiakan ini harus dihentikan. Mereka juga menyebutkan para ilmuwan itu “bermain menjadi tuhan”.  

Mereka mengkhawatirkan soal bahayanya jika kambing-kambing itu lepas dan DNA mereka tersebar ke kolam gen yang lebih luas.  

AgResearch mengatakan bahwa 75% kambing yang lahir dari fasilitas di Hamilton adalah transgender. Semua pejantannya telah disterilkan untuk tidak dapat berkembang biak. Total ada 15 ekor “goys” dan salah satunya sejauh ini telah memproduksi susu pada usia enam bulan.

Pengembangan itu juga memicu reaksi dari kalangan blogger dan muncul komentar-komentar. Seperti terlihat pada satu blog milik Carol Hill, menuliskan: Saya ngeri membayangkan apa yang manusia lakukan terhadap hewan yang tidak bersalah untuk membantu umat manusia dan membunuh hewan-hewan bersalah. Aku tidak mengerti sama sekali”.

Kemudian wanita lain berkomentar : goys “ini” hidup, bernafas, sama seperti makhluk lainnya, dan saya berpikir kita tidak memiliki hak untuk memanipulasi makhluk seperti itu. 

Menurut Steffan Browning, seorang pejabat Departemen Kesehatan dan Pertanahan Selandia Baru, yang baru-baru ini mengunjungi fasilitas tersebut, mengatakan ia ingin menutup program itu secepatnya karena ia mempertimbangkan resiko kontaminasi dengan kambing-kambing normal.

Dia juga mengalami masalah selama percobaan yang dilakukan disana dan beberapa penelitian farmakologis. 

Namun Dr Jimmy Suttie, Manager Umum bidang bio-sains terapan AgResearch menegaskan bahwa kambing transgender itu tidak ada hubungannya dengan rekayasa genetika.

Dia juga menambahkan : "Kami sangat serius dalam memahami etika memperlakukan hewan di AgResearch. Semua eksperimen yang kami lakukan diawasi oleh dokter hewan dan komite etika hewan, dan mereka sama sekali tidak khawatir terhadap apa yang kami lakukan". | Daily Mail


Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016