Aceh Utara - Seratusan warga yang
bertani di sawah Blang Naweut Gampong Cot Geulumpang Kecamatan Sawang kembali
turun kesungai untuk membendungi sungai guna mengairi Sawahnya. Rabu, [21/06].
Kegiatan ini terpaksa dilakukan karena sungai sudah terlalu rendah dibandingkan
dengan persawahan sehingga air mustahil mengalir ketempat yang lebih tinggi.
Menurut penelusuran Aceh Traffic.com,
hal itu terjadi disebabkan oleh aktivitas galian C menggunakan alat berat, dan
hal itu terbukti dilapangan ada dua unit excavator atau becho dan mobil
pengangkut batu pasir jenis dump truck milik PT Abad Jaya.
Tiap hari lalu lalang mobil
pengangkut pasir keluar masuk mengangkut ribuan kubik batu pasir dari Sawang
hingga makin hari beberapa sungai di Kecamatan Sawang tambah dalam dan tebing
sungai melebar, debit airnya juga makin hari makin berkurang, ditambah musim
kemarau.
Sampai saat ini gara gara galian C
yang menggunakan alat berat tidak ditertipkan ratusan hektar persawahan warga
diproyeksi terancam kering total, akiban sungai makin melebar, mendalam, dan
debit airnya terus berkurang, ditambah musim kemarau panjang. Menurut Sofyan
(59)
“Dampaknya sudah meluas, yang kering
bukan hanya Blang Naweueng yang luasnya 30 hektar, tetapi imbasnya juga
dirasakan oleh masyarakat yang bersawah Di Lhok Jok, dan Blang Manyak karena
mereka juga menggunakan air Krueng Tuan.
Kami berharap agar pemkab segera
mencabut izin galian yang menggunakan alat berat seperti punya Abad Jaya,
karena lebih besar muzharat ketimbang manfaat, gara gara mereka jalan pun sudah
rusak.
Presidium Forum Komunikasi Mahasiswa
Aceh [FKMA] Agam Khalilullah mendesak pemerintah setempat untuk melakukan
investigasi dan menanyakan kepada sejumlah masyarakat miskin dan masyarakat non
pengusaha batu koral [galian C] tentang tanggapan mereka terhadap aktivitas
galian C di kecamtan itu. |AT/Yd/Rd]

0 komentar:
Posting Komentar