News Update :

3.766 Ha Tambak di Aceh Utara Masih Terlantar

Minggu, 12 Juni 2011


BANDA ACEH - Areal tambak seluas 3.766 hektare atau sekitar 30 persen dari 12.554 hektare areal tambak di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, terbengkalai karena petambak tidak mempunyai modal usaha untuk memanfaatkannya.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Perikanan Budidaya pada Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Utara Razali menyatakan  30 persen tambak rakyat terlatar tersebut karena berbagai kendala baik berupa minimnya sarana dan prasaran dan juga akibat kekurangan modal.

Disebutkan, dari total luas areal pertambakan milik rakyat 12.554 ha, hanya 70 persen saja yang berfungsi dan difungsikan sebagaimana mestinya, sedangkan selebihnya kondisinya ada yang rusak dan ada juga tidak diusahakan lagi oleh pemiliknya.

Disebutkan Razali, areal tambak warga itu berada di Kecamatan Jambo Aye, Seunuddon, Baktiya, Baktiya Barat, Samudera, Syamtalira Aron, Syamtalira Bayu, Dewantara, Muara Batu dan sebagian kecilnya di Kecamatan Nisam.

“Areal tambak yang rusak hampir terdapat di semua kecamatan, hanya saja besar dan kecilnya berbeda,” katanya di Lhokseumawe, Sabtu 11 Juni 2011.

Disebutkan, rusaknya tambak tersebut bisa diakibatkan oleh saluran air menuju ke tambak, karena pematangnya hancur.

“Dengan kondisi seperti itu, bagi petani yang kekurangan modal, menjadi tidak mampu untuk menormalisasi tambaknya lagi,” ujarnya.

Ia menyatakan, sementara terhadap upaya yang dilakukan pihaknya untuk menormalisasi kembali tambak milik rakyat tersebut, secara bertahap membantu dalam berbagai bentuk, seperti rehabilitasi saluran dan memberikan benih kepada petani.

“Bantuan yang diberikan tentu secara bertahap, mengingat kemampuan anggaran pemerintah daerah yang minim untuk hal itu,” kata Razali. (ant)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016