Lhokseumawe--- Antrian
minyak tanah bersubsidi kembali terjadi di di jalan Medan – Banda Aceh Simpang
Ardhat Kota Lhokseumawe, Sabtu [28/05]. Puluhan warga sangat berantusias
mengantri untuk mendapatkan minyak, antrian tersbut dimulai pada pukul 10.00
Wib.
Jeringen minyak tanah
terlihat berjejer rapi di depan pangkalan, namun ada rasa kecewa dari warga
yang mengantri minyak tersebut, karena pihak pangkalan minyak tidak menepati
janjinya seperti yang telah dijanjikan kepada warga yang sedang mengantri.
“Wah kami kecewa karena
setelah kami mengantri seharian malah dibilang tidak ada minyak, tadi pihak
pangkalan mengatakan pukul 16.00 Wib kita istrihat sebentar karena Adzan shalat
Ashar telah berkumandang, kemudian pukul 16.30 Wib dibuka kembali namun
dibilang minyaknya sudah habis” Ujar salah seorang yang ikut mengantri.
Warga juga kecewa
kepada dipangkalan minyak karena sikapnya
yang sedikit kasar ketika sedang melayani warga.
Selain itu kemacetan
distribusi minyak jatah masyarakat itu di duga kuat akibat terjadinya permainan
mafia minyak, yang menjual dengan harga mahal kepada oknum-oknum penyelundup. Kemudian
oknum tersebut menyelundupkan ke Sumatera Utara karena disana di jual bukan
harga subsidi.
“Penimbunan dan
penyelundupan mitan subsidi asal Aceh ke luar daerah, baru akan berhenti
setelah Pertamina menyetop total mitan subsidi dan pelaksanaan konversi mitan
ke gas elpiji isi 3 kg sudah berjalan 100 persen di seluruh Aceh,” ungkap Wakil
Ketua II Koordinator Bidang Prekonomian DPRA, Drs Sulaiman Abda kepada media,
Minggu [22/5] lalu. |[AT/Ag/Rd]

0 komentar:
Posting Komentar