Lumajang
- Isu penculikan menggegerkan warga Desa Wotgalih, Kecamatan
Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis, 19 Mei 2011. Isu
itu merebak pasca kisruh pro dan kontra penambangan pasir besi di daerah
tersebut. Ribuan warga setempat dikabarkan mulai mempersenjatai diri
dengan senjata tajam berupa celurit.
Ketua Forum Silaturahmi Warga Wotgalih (Foswot), Agus Sutjiono, kepada Tempo
siang ini di Mapolres Lumajang mengatakan ribuan warga Desa Wotgalih
saat ini ramai-ramai belanja celurit. “Kemarin di Pasar Krai, Kecamatan
Yosowilangun, banyak warga yang membeli celurit,” kata Agus. Hal ini
karena isu penculikan yang mulai berkembang di tengah masyarakat desa
setempat sekarang ini. “Isunya ada orang dari luar yang masuk ke desa
untuk melakukan penculikan tokoh-tokoh Foswot,” kata Agus.
Dia menambahkan, situasi desa setempat saat ini sebenarnya cukup
mencekam. “Warga siaga satu,” katanya. Pada malam hari, warga tidak ada
yang tangan kosong. “Sebagian besar membawa celurit,” kata Agus. Dia
juga mengatakan, masing-masing kelompok juga menjaga keamanannya
sendiri-sendiri. “Tempat-tempat vital di desa mendapat penjagaan ketat,”
katanya. Warga yang mengamankan tempat vital tersebut bersenjatakan
celurit. Oleh karena itu, dia berharap polisi dapat turun dan melakukan
pengamanan di Desa Wotgalih.
Agus
juga menambahkan, kedatangannya ke Polres siang ini selain untuk
memberikan keterangan kepada polisi terkait kasus penganiayaan terhadap
saksi korban, dirinya juga akan melaporkan pengancaman dan perbuatan
tidak menyenangkan yang dilakukan tiga orang warga kepada dirinya pada
Selasa, 16 Mei 2011 lalu. “Waktu itu mereka membawa celurit dan
mengancam hendak memburaikan isi perut saya,” katanya.
Agus
menyebutkan nama tiga orang yang melakukan pengancaman itu antara lain
Jn, Kj, HP, Ml. “Ancaman itu dilontarkan dengan kalimat bernada tinggi,”
kata Agus. Kronologis ancaman tersebut siang ini akan dilaporkannya
secara utuh kepada Polres Lumajang. “Saat ini masih ada rapat. Kami
diminta untuk menunggu,” kata Agus. Sementara itu, sumber di Polres
Lumajang menyebutkan, kalau saat ini, kasus Wotgalih itu tengah digelar
di Lantai II Mapolres Lumajang. “Masih ada gelar perkara kasus-kasus
yang menonjol. Salah satunya kasus Wotgalih ini,” kata sumber yang
berpangkat kapten ini kepada Tempo.
Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian Resor Lumajang, Ajun Komisaris
Gathut Irianto, kepada wartawan mengatakan kalau situasi masih kondusif.
“Kami tetap siaga on call,” kata Gathut kepada wartawan.|TEMPO


0 komentar:
Posting Komentar