LANGSA - Dua orang
petugas SPBU di Kota Langsa, Taufik (30 tahun) dan Elyuzan (44 tahun) menjadi
korban perampokan. Keduanya ditembak pelaku dengan senjata api dibagian kaki
dan tangan korban. Setelah menembak korban, pelaku perampokan merampas tas
berisi uang sebesar Rp 270 juta yang saat itu dibawa Taufik.
Perampokan uang
SPBU ini terjadi tadi pagi sekitar pukul 09.00 wib. Saat itu dua orang petugas
SPBU yang terletak di jalan lintas Medan-Banda Aceh, Desa Sungai Lueng, Kota
Langsa, sedang di dalam mobil kijang panter dan sedang bergerak menuju bank BNI
di kota langsa.
Sekitar 300
meter dari SPBU, atau tepatnya di sekitar sekolah SMA Negeri-2 langsa,
tiba-tiba mobil korban di dekati oleh dua orang yang menggunakan sepeda motor.
Keduanya memakai helem dengan kaca gelap menutup seluruh wajah mereka.
Tiba-tiba
terdengar suara keras seperti benturan mirip suara tabrakan. Kedua korban tidak
peduli karena harus buru-buru ke bank. Tapi tiba-tiba terdengar lagi suara yang
sama dan keduanya terkejut karena terlihat dua orang sudah menempel didekat
mobil. Salah seorang yang berboncengan dibelakang menodongkan pistol ke arah
Elyuzar yang sedang menyetir mobil.
“ Mulanya saya
tidak curiga ada apa-apa, saya fikir hanya tabrakan biasa, kami pun melaju
terus, kami terkejut ketika mereka menodongkan pistol kearah kami dan minta
kami menyerahkan uang yang didalam tas,” ungkap Taufik.
“ Mereka terus
menembak, mungkin sebanyak empat kali tembakan, saya tidak tau tembakan keberapa
tangan saya kena tembak,” Ungkap
Elyuzar.
“ Karena gugup
saya tidak tau kalau kaki saya sudah terkena tembak, tiba-tiba saya meresa kaki
saya dingin dan berdarah,” Ungkap
Taufik.
Memang setiap
pagi kedua petugas SPBU ini menyetor uang ke bank BNI. Untuk hari senin jumlah
uang lebih banyak dari hari biasa karena sabtu dan minggu uang tidak disetor karena bank tutup.
Saat ini kedua
korban yaitu Taufik yang terkena tembakan di betis kanan dan Elyuzar di lengan
kanan sedang dirawat di rumah sakit Cut Nyak Dhien Langsa. Rencananya puku
15.00 wib sore tadi dokter akan melakukan operasi pembersihan ditempat yang
terkena tembakan.
Sementara pihak
kepolisian Polres Langsa terus melakukan pengejaran dan pencarian kedua
perampok yang sampai saat ini belum
berhasil ditangkap. Sejak lima tahun
terakhir lokasi terjadinya perampokan tersebut memang dikenal rawan terjadinya
perempokan. Lokasi tersebut dikenal dengan nama daerah SMA Negeri -2 atau
daerah Sungai Lueng.
Pernah dalam dua
tahun saja terjadi sedikitnya tiga kali kasus perampokan ditengah jalan.
Modusnya sama, pelaku merampok saat korban sedang berkenderaan di sekitar lokasi
tersebut. [Ivo
Abdul Muis]

0 komentar:
Posting Komentar