MANILA
--Polisi Malabon City, Filipina, mengajukan empat tuduhan
terhadap tersangka pembunuh Marlina Flores-Sumera, seorang penyiar.
Malabon City adalah bagian dari Metro Manila. Nama tersangka tersebut
adalah Carlos Alejandro, diduga dari Partisano-Armadong Operatiba ng
Partidong Pilipinas ng Marxista-Leninista (Sayap Bersenjata Partai
Marxis-Leninis Filipina). Demikian laporan Center for Media Freedom and
Responsibility (CMFR), mitra Kanal Informasi di Manila. CMFR adalah
salah satu pendiri Southeast Asian Press Alliance (SEAPA), yang
bermarkas di Bangkok. Senin [9/5]
Roland Sibal, pengacara keluarga Sumera,
mengatakan kepada CMFR bahwa polisi setempat percaya Alejandro dan para
tersangka lainnya disewa untuk membunuh Sumera. GMAnews Online menulis
bahwa kelompok tersangka pembunuh ini diidentifikasi sebagai
"reinkarnasi" dari grup terkenal pada 1990an yang memisahkan diri dari
Partai Komunis Rakyat Filipina-New's Army.
Sumera, seorang
penyiar radio dzME, dibunuh pada 24 Maret 2011 di dekat rumahnya dalam
perjalanan ke studio radionya. Ia membahas sebuah sengketa proyek yang
melibatkan orang-orang kuat di Manila. Proyek tersebut meliputi
pelebaran jalan, peningkatan saluran dan pembangunan gedung serbaguna.
Sumera adalah perempuan pertama dan wartawan ketiga yang tewas dalam
tugas di bawah pemerintahan Benigno Aquino III. Tiga pembunuhan lainnya
ternyata tidak terkait dengan pekerjaan mereka sebagai jurnalis.| KANALINFORMASI


0 komentar:
Posting Komentar