
Lhokseumawe ----Sekumpulan Mahasiswa dari Forum Komunikasi Mahasiswa Aceh (FKMA) melakukan Aksi Damai memperingati hari Buruh Sedunia, aksi yang berlangsung pukul 10.00 Wib di bundaran simpang jam Lhokseumawe, Minggu [01/5].
Pada aksi hari Buruh ini juga ada pementasan teatrikal yang menceritakan penindasan terhadap buruh, dalam pementasan teathrikal tersebut juga menceritakan menceritakan tentang pembungkaman terhadap dunia Pers/ jurnalis yang saat ini masih terjadi di setiap pelosok daerah.
“Saat ini buruh masih tertindas, hak-hak buruh masih belum terpenuhi sampai detik ini. Buruh selalu disikirkan dan dijatuhkan martabatnya, begitu juga dengan kesejahteraan buruh yang belum terpenuhi sampai saat ini. Selain itu saat ini juga masih ada terjadinya pembungkaman terhadap dunia Pers atau jurnalis, seharusnya pers diberikan ruang kebebasan seluas-luasnya karena pers merupakan sumber informasi bagi masyarakat” Ujar Yusnadi juga sebagai Koodinator Aksi.
Aksi unjuk rasa tersebut dikawal ketat oleh kepolisian dari Polres Lhokseumawe, sebelum membubarkan aksinya, para pengunjuk rasa membacakan pernyataan sikap, yang berisikan :
1.Mendesak Pemerintah untuk Membuat Regulasi Mengenai Buruh
2.Mendesak Pemerintah untuk Memenuhi Upah Buruh yang Layak
3.Hentikan Pembungkaman Terhadap Pers/ Jurnalis dan Penuhi Upah yang layak terhadap Pers/Jurnalis
4. Hapus sistem kerja outsourcing karena dapat menindas Buruh
5. Mendesak Pemerintah untuk memenuhi Jaminan sosial Bagi Buruh.
Setelah membacakan pernyataan sikap para pengunjuk rasa membubarkan aksinya dengan tertib. |Acehtraffic

0 komentar:
Posting Komentar