Lhokseumawe-
Bertarungnya kembali calon independen dalam Pilkada 2011 akan semakin
menyemarakkan pesta demokrasi, termasuk persaingan ketat di lapangan, di
antaranya aksi pengumpulan dukungan melalui bukti fotocopy KTP. Terkait
dengan pengumpulan fotocopy KTP tersebut, Kapolda Aceh Irjen Pol Drs
Iskandar Hasan SH MH mengingatkan agar jangan ada praktik jual beli
dukungan (KTP), dan masyarakat yang mengetahui diimbau segera melapor ke
polisi.Pernyataan Kapolda Aceh terkait proses pilkada yang semakin dekat disampaikan kepada pers di sela-sela wellcome driver “Kapolda Aceh & Pangdam IM Turnamen Golf” di Padang Golf Arun, Batuphat, Lhokseumawe, Sabtu (14/5). “Saya imbau masyarakat jika nantinya mengetahui terjadi jual beli KTP agar segera melapor ke pos polisi terdekat, dipastikan akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tandas Irjen Pol Iskandar Hasan.
Diakui Kapolda Aceh, meski potensi jual beli KTP itu tetap ada, tetapi sejauh ini belum ditemukan. Namun begitu dia tetap mengharapkan semua pihak memantau dan segera melaporkan ke polisi jika ada kasus tersebut. “Kita akan ambil tindakan tegas, dengan melakukan koordinasi dengan KIP,” katanya.
Kapolda mengatakan, pilkada yang akan berlangsung di Aceh tahun ini merupakan momen penting, karena jika pesta demokrasi di kabupaten/kota dan provinsi berhasil, tentunya pembangunan di Aceh akan bisa berlanjut dan investor semakin tertarik ke Aceh. “Negara-negara asing yang potensial berinvenstasi akan terus memantau pesta demokrasi ini. Kalau berhasil dan terlaksana secara demokratis pasti mereka akan berbondong-bondong datang ke Aceh, sedangkan bila tidak kondusif, malah yang sudah datang akan lari,” tandas Iskandar Hasan.
Sehubungan itu, lanjut Kapolda Aceh, pihaknya mengimbau kepada siapa pun yang mencalonkan diri serta pendukungnya agar menjunjung tinggi asas demokrasi. Jangan sampai ada kekerasan dan politik uang. “Berikan kebebasan pada masyarakat untuk memilih. Masyarakat Aceh sekarang jauh lebih maju, sehingga dapat lebih bisa menilai dan menentukan sendiri siapa yang akan dipilihnya nanti,” ujar Kapolda Aceh.
Terkait pengamanan pilkada, menurut Kapolda setelah nantinya ada jadwal pasti dari KIP, barulah pihaknya melakukan pengaturan pengamanan baik berupa pengerahan kekuatan, personel, dan materil.
Sedangkan masalah daerah rawan selama akan berlangsungnya tahapan-tahapan pilkada, menurut kapolda, memang ada satu dua daerah di Aceh yang rawan sehingga pengamanannya akan lebih diprioritaskan. Apalagi selama ini di daerah tersebut sempat muncul ekses-ekses tidak baik seperti masalah kepartaian dan hal lainnya. “Jadi untuk daerah rawan tentunya pengamanan akan lebih khusus kita lakukan. Tapi pastinya daerah rawan di Aceh tidak banyak, hanya satu dua saja,” ungkap Kapolda Aceh.
Intimidasi
Mengenai indikasi terjadinya intimidasi pada para pendukung salah satu calon, menurut Kapolda Aceh pihaknya tetap akan fokus memantau, sehingga bila kedapatan dipastikan pelakunya ditindak tegas.
Untuk suksesnya
Pilkada 2011 di Aceh, Kapolda Iskandar Hasan merencanakan akan menggelar
ikrar damai di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. “Masalah ini juga
telah saya bicarakan di Banda Aceh di depan tim pemantau DPR RI beberapa
waktu lalu,” ujarnya. Ikrar damai direncanakan berlangsung seusai
shalat subuh, diawali zikir akbar. “Dalam rangkaian ikrar damai itu juga
akan dilakukan pemusnahan senjata api ilegal yang selama ini telah
diserahkan masyarakat pada polisi dan TNI,” jelasnya| Serambi

0 komentar:
Posting Komentar