News Update :

Jual Cewek, Germo di Medan Plaza Ditangkap

Jumat, 27 Mei 2011

Enam tahun berbisnis ‘lendir’ atau menyediakan cewek panggilan, seorang germo yang biasa nongkrong di Medan Plaza, ditangkap Unit Sila Poldasu, kemarin (25/5) di Hotel Darma Deli. Dia adalah Zulkarnain alias Zul (43) warga Jl. Asoka III, Kel. Suka Maju, Sunggal.

Penangkapan Zul berawal saat seorang waria yang jadi informan polisi, menghubunginya. Zul diminta menyediakan 2 cewek dan mengantarkannya ke Hotel Darma Deli. Tarifnya Rp700 ribu per cewek. 
Zul tergiur. Dia kemudian menghubungi 2 cewek yang biasa dijajakannya. Novitasari alias Novi (20) warga Tanah 600 Gg. Swadaya Marelan dan Rahmadani (21) warga Kampung Besar Lk. IV, kel. Martubung, Kec. Medan Labuhan.

Mengendarai taksi, Zul mengantarkan kedua ‘anak ayamnya’. Usai masuk ke loby hotel, Zul lalu meminta upah seperti yang dijanjikan padanya kepada 2 polisi yang menyamar. Begitu uang Rp1,4 juta diberikan padanya, Zul langsung disergap. Dia dan kedua cewek binaannya diboyong ke Poldasu.

Kanit Sila Dit Reskrim Poldasu, Kompol Robin Surbakti berkata, “Yang kita peroleh, dia sudah enam tahun beroperasi.” Bukan hanya wanita remaja, yang masih perawan pun Zul dapat memberikannya dengan tarif Rp1 juta-Rp2 juta.


“Kalau yang perawan Rp1 juta-Rp2 juta dia minta. Selama seminggu kita sudah mengintai dan terus melakukan komunikasi untuk melakukan transaksi cewek-ceweknya. Bersama dua cewek, germonya berhasil kita tangkap,” katanya perwira yang baru menjabat sebagai Kanit Sila tersebut.

Sementara itu, Zul mengaku baru saja pindah ke areal Aksara Plaza. “Dulu aku di Asoka sekarang sudah pindah Jl. Pukat V,” ucapnya. Namun dia membantah menjual wanita yang masih perawan. “Mana ada Bang. Mereka ini cewek-cewek yang mangkal di Medan Plaza sama Carrefour,” katanya lagi saat diruang juru periksa. 

Diakuinya, saat transaksi yang berujung penangkapannya itu, dia hanya memberikan Rp600 ribu kepada kedua cewek yang dibawanya. Sisanya adalah komisi buatnya. “Baru delapan bulan Bang, dulu aku jual kain di Pajak Petisah. Karena nggak ada kerjaan, aku sering mangkal di Medan Plaza, di belakangnya,” katanya membantah sudah berbisnis haram itu selama 6 tahun.

Awalnya terjun, Zul kerap dimintai sejumlah PSK untuk mencarikan tamu. Dia sendiri akan dapat komisi dari tiap tamu yang diperolehnya. Karena sudah banyak lelaki hidung belang yang dikenalnya, Zul lalu langsung terjun dengan menyebar nomor hp-nya kepada pria pencari kepuasan sesaat. Dari situlah Zul mulai menggeluti bisnis haram tersebut hingga akhirnya ditangkap polisi.

Berapa cewek yang tiap hari dijual? “Nggak tentu Bang, kadang pun nggak ada,” kata lelaki bersepatu putih tersebut. Siapa saja pelanggannya? “Nggak tau Bang, aku ditelepon suruh antar, aku antar.” sambungnya lagi.

Mengenai uang hasil penjualan para wanita tersebut, Zul mengaku dihabiskannya untuk membiayai keluarganya. “Anak aku sudah umur 11 tahun, cewek dia,” jelasnya, bersikukuh menjual perawan atau pelajar. “Aku sering duduk di belakang Medan Plaza, jadi mereka (cewek-cewek) di dalam Medan Plaza itu jalan-jalan. 

Kalau ada tamu yang pesan, aku tinggal telpon aja. Short time Rp250 ribu atau Rp300 ribu. Tadi aku tertarik karena bencong itu kasih upah besar, dia yang hubungi aku bawa cewek itu ke hotel,” jelasnya mengakhiri perbincangan. | Pos Metro
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016