BANDA ACEH — Aceh Development Fund (ADF) dan
mitranya akan membangun sebuah pabrik es balok di Pusat Pendaratan Ikan
(PPI) Meureudu, Pidie Jaya, untuk memenuhi kebutuhan es bagi nelayan
setempat dan daerah sekitarnya.
Direktur
Eksekutif ADF Afrizal Tjoetra mengatakan, pembangunan pabrik es balok
itu, satu dari sejumlah kegiatan dalam program Teknologi Ramah
Lingkungan untuk Industri Proses Perikanan (Terapan) yang dilaksanakan
di Pidie Jaya dan Bireuen.
“Nilai investasi yang diplotkan untuk pembangunan pabrik es balok,
peralatan mesin dan berbagai pendukung lain mencapai Rp5,4 milyar,” kata
Afrizal dalam siaran pers yang diterima acehkita.com, Kamis (26/5).
“Pabrik tersebut nantinya mampu memproduksi 30 ton es balok dalam
sehari.”
Manager Program Terapan Faisal Hadi menyatakan, alasan pembangunan pabrik es balok di PPI Meureudu, karena potensi perikanan di Pidie Jaya cukup besar. Setiap tahunnya, tangkapan ikan nelayan setempat hampir mencapai 5.000 ton.
Dari survei lapangan yang dilakukan sebelum rencana pembangunan pabrik es balok, menurut Faisal, persediaan es kadang kurang. Kalaupun cukup, harganya agak mahal karena es dipasok dari Sigli. Kadang harganya bisa mencapai Rp27.000 perbatang.
“Setelah pabrik itu berproduksi, diharapkan harga es balok yang dibutuhkan nelayan Pidie Jaya bisa ditekan sehingga modal yang dikeluarkan nelayan ketika melaut lebih murah,” katanya.
Faisal menjelaskan pihaknya masih menunggu turunnya surat persetujuan dari Bank Dunia selaku wali amanah MDF menyangkut pelaksanaan tender pembangunan pabrik es balok itu.
“Begitu persetujuan itu keluar, kami segera mengumumkan tender pembangunan pabrik es,” katanya sambil menyebutkan, pihaknya juga menyediakan satu mobil box untuk mendistribusikan es.| Sumber acehkita.com
Manager Program Terapan Faisal Hadi menyatakan, alasan pembangunan pabrik es balok di PPI Meureudu, karena potensi perikanan di Pidie Jaya cukup besar. Setiap tahunnya, tangkapan ikan nelayan setempat hampir mencapai 5.000 ton.
Dari survei lapangan yang dilakukan sebelum rencana pembangunan pabrik es balok, menurut Faisal, persediaan es kadang kurang. Kalaupun cukup, harganya agak mahal karena es dipasok dari Sigli. Kadang harganya bisa mencapai Rp27.000 perbatang.
“Setelah pabrik itu berproduksi, diharapkan harga es balok yang dibutuhkan nelayan Pidie Jaya bisa ditekan sehingga modal yang dikeluarkan nelayan ketika melaut lebih murah,” katanya.
Faisal menjelaskan pihaknya masih menunggu turunnya surat persetujuan dari Bank Dunia selaku wali amanah MDF menyangkut pelaksanaan tender pembangunan pabrik es balok itu.
“Begitu persetujuan itu keluar, kami segera mengumumkan tender pembangunan pabrik es,” katanya sambil menyebutkan, pihaknya juga menyediakan satu mobil box untuk mendistribusikan es.| Sumber acehkita.com


0 komentar:
Posting Komentar