JAKARTA - Pasca mundurnya pengaturan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi atau yang marak disebut sebagai pembatasan BBM bersubsidi, pemerintah berencana mengurangi konsumsi minyak tanah dengan mengalihkan ke Liquified Petroleum Gas (LPG).
Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo mengungkapkan kebijakan pengaturan BBM bersubsidi yang sedianya dilaksanakan pada 1 April 2011, saat ini masih ditunda. Penundaan tersebut meningkatkan beban subsidi yang harus ditanggung pemerintah dalam APBN.
Karenanya, untuk mengendalikan besaran subsidi pemerintah melakukan beberapa langkah. "Beberapa langkah yang akan dilaksanakan untuk mengendalikan subsidi adalah melanjutkan konversi minyak tanah ke LPG," ungkap Agus Marto lewat paparan 'Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2012, di Jakarta, Minggu (22/5/2011).
Selain itu, tulis Agus, masih terdapat empat langkah lainnya, yakni meningkatkan pengawasan terhadap penyalahgunaan BBM bersubsidi, melakukan sosialisasi dan kampanye hemat BBM, memperbanyak jumlah dispenser dan pasokan BBM nonsubsidi.
Dicatatkanya, jika pengurangan pasokan BBM bersusidi masih menjadi agenda dari pemerintah. "Penataan ulang pola pendistribusian BBM melalui pengurangan jumlah dispenser dan pasokan BBM bersubsidi di kawasan elita dan tertentu lainnya," jelas Agus.
Terkait penundaan pembatasan BBM bersubsidi, Agus menjelaskan, hal ini dikarenakan harga minyak mentah masih sangat tinggi sehingga perbedaan harga antara BBM bersubsidi dan BBM nonsubsidi akan sangat lebar. Selain itu, di mengklaim jika penundaan akan memberikan kesiapan lebih pada pemerintah.
"Penundaan tersebut memberikan waktu lebih banyak bagi pemerintah untuk menyiapkan infrastruktur yang akan menunjang pelaksanaan kebijakan pengaturan BBM bersubsidi," tambahnya. (mrt)
(ade) | Okezone.com
Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo mengungkapkan kebijakan pengaturan BBM bersubsidi yang sedianya dilaksanakan pada 1 April 2011, saat ini masih ditunda. Penundaan tersebut meningkatkan beban subsidi yang harus ditanggung pemerintah dalam APBN.
Karenanya, untuk mengendalikan besaran subsidi pemerintah melakukan beberapa langkah. "Beberapa langkah yang akan dilaksanakan untuk mengendalikan subsidi adalah melanjutkan konversi minyak tanah ke LPG," ungkap Agus Marto lewat paparan 'Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2012, di Jakarta, Minggu (22/5/2011).
Selain itu, tulis Agus, masih terdapat empat langkah lainnya, yakni meningkatkan pengawasan terhadap penyalahgunaan BBM bersubsidi, melakukan sosialisasi dan kampanye hemat BBM, memperbanyak jumlah dispenser dan pasokan BBM nonsubsidi.
Dicatatkanya, jika pengurangan pasokan BBM bersusidi masih menjadi agenda dari pemerintah. "Penataan ulang pola pendistribusian BBM melalui pengurangan jumlah dispenser dan pasokan BBM bersubsidi di kawasan elita dan tertentu lainnya," jelas Agus.
Terkait penundaan pembatasan BBM bersubsidi, Agus menjelaskan, hal ini dikarenakan harga minyak mentah masih sangat tinggi sehingga perbedaan harga antara BBM bersubsidi dan BBM nonsubsidi akan sangat lebar. Selain itu, di mengklaim jika penundaan akan memberikan kesiapan lebih pada pemerintah.
"Penundaan tersebut memberikan waktu lebih banyak bagi pemerintah untuk menyiapkan infrastruktur yang akan menunjang pelaksanaan kebijakan pengaturan BBM bersubsidi," tambahnya. (mrt)
(ade) | Okezone.com


0 komentar:
Posting Komentar