News Update :

Upah Layak Jurnalis Batam 2011 Rp 4,2 Juta

Rabu, 20 April 2011

BATAM - Berdasarkan hasil survei yang dilakukan AJI Batam terhadap komponen dan harga kebutuhan jurnalis di Batam pada Desember 2010, maka besaran upah layak yang mestinya didapat oleh jurnalis Kota Batam pada 2011 yakni Rp4.243.030.

Komponen yang disurvei pertama, makanan dan minuman. Mulai dari kebutuhan makan yang mengandung karbohidrat (nasi), protein (daging/ikan/telur/tempe/tahu) dan sayuran. Kemudian minuman mineral yang dibutuhkan selama proses meliput, buah-buahan (pir/pepaya/jeruk/apel), kopi, gula pasir, teh dan susu. Dari hasil survei, komponen pertama ini menelan biaya sebesar Rp1.572.000.

"Kita tahu bahwa makanan di Batam terbilang mahal karena semua kebutuhan di Batam didatangkan dari luar Batam. Itu sebabnya komponen ini paling banyak menelan biaya bagi jurnalis dan merupakan pengeluaran wajib yang tak bisa ditawar-tawar," kata Ketua AJI Kota Batam Muhammad Nur, saat launching upah layak, kemarin.

Komponen kedua perumahan dan fasilitas. Komponen ini juga tergolong paling besar, mengingat sewa kamar di Batam, khususnya di wilayah perkotaan yang terbilang mahal. Rata-rata per bulan mencapai Rp400 ribu.

"Kalau sewa rumah rata-rata jurnalis kesulitann, karena harga sewa rumah jauh lebih mahal, belum lagi harus banyar listrik, air, keamanan, sampah dan lainnya. Jadi di komponen ini kita pakai sewa kamar karena survei ini untuk kebutuhan layak jurnalis lajang yang baru diangkat jadi karyawan tetap," kata Nur, lagi.

Komponen ketiga, Sandang. Meliputi kebutuhan seperti celanan panjang/rok/ kemeja/blus/ kaus dalam atau bra bagi jurnalis wanita, celana dalam, sepatu kerja, handuk mandi, dan kaus kaki. Komponen ketiga ini menghabiskan dana Rp393.000.

Komponen keempat, aneka kebutuhan lain, seperti biaya transportasi, komunikasi (pulsa handphone), kesehatan dan kebersihan (deterjen, sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi, suplemen/vitamin, pembalut, dan shampo), potong/perawatan rambut, sosial kemasyarakatan dan organisasi (kematian, hajatan, kerukunan, arisan dll), rekreasi, bacaan (koran/majalah/buku) dan laptop dengan spesifikasi tertentu (lihat tabel hasil survei Upah Layak). Jika ditotal, komponen keempat ini menelan dana Rp1.492.300.

"Komponen laptop sengaja kita masukan dengan asumsi harga laptop Rp6 juta ditambah bunga jadi sekitar Rp7,2 juta. Diansur dua tahun sehingga per bulannya Rp300.000. Komponen ini tak bisa lepas dari kebutuhan serhari-hari seorang jurnalis, apalagi di Batam yang sudah jadi kota hotspot," ujar Nur.

Jika ditotal empat komponen utama yang disurvei itu, maka kebutuhan hidup layak jurnalis Kota Batam Rp3.836.000. Namun sesuai ketentuan, AJI menambah satu komponen berupa tabungan yang dihitung dari 10 persen dari total upah. Maka 10 persen tabungan dari nilai kebutuhan hidup layak itu adalah Rp385.730. Dengan demikian, UPAH HIDUP LAYAK JURNALIS 2011 di Kota Batam sebesar Rp 4.243.030.

"Kami berharap perusahaan media bisa menjadikan survei ini sebagai acuan dalam menggaji karyawannya. Jika semua digaji sesuai dengan upah layak, maka kami yakin, jurnalis di masing-masing media akan lebih fokus dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. Juga bisa menghindarkan jurnalis melakukan pelanggaran seperti pemerasan, menerima amplop dan tindakan tak terpuji lainnya," ujar Nur.


UPAH RIIL JURNALIS BATAM

Sementara itu, dari hasil suvei upah riil yang dilakukan AJI Batam terhadap lima jurnalis lajang yang baru diangkat sebagai keryawan tetap dari dari lima media yang berbeda, ternyata semuanya masih bergaji di bawah Upah Layak Jurnalis. Dari lima jurnalis di lima media berbeda itu, jika dirata-rata, mereka hanya bergaji Rp 1.741.000. Jika diurai, paling tinggi mereka bergaji Rp2.555.000 dan paling rendah bergaji Rp1,3 juta.

Sama halnya dengan media televisi lokal. Dari dua media televisi lokal yang disurvei, semuanya masih bergaji di bawah upah layak jurnalis, yakni rata-rata Rp2.350.000. Tertinggi Rp2.700.000 dan terendah Rp2.000.000.

Sedangkan media radio/online, juga masih digaji di bawah upah layak jurnalis. Bahkan, ada yang sudah diangkat jadi karyawan tetap namun gajinya masih dibawah upah minimum kota (UMK) Batam. Jika dirata-ratakan, gaji jurnalis radio hanya Rp 1.900.000. Tertinggi bergaji Rp 2,5 juta dan terendah bergaji Rp 1,1 juta.

"Sekali lagi, kami berharap perusahaan media bisa menggaji karyawannya sesuai upah layak," ujar Nur.
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016