BANDA ACEH - Tidak hanya dikecam kalangan jurnalis di Aceh, Aksi pemukulan terhadap Ketua PWI Pidie, Rahmad Idris, juga ditentang Partai Suara Indepeden Rakyat Aceh (SIRA). Mereka mendesak agar kasus tersebut diselesaikan melalui jalur hukum.
"KPA adalah organisasi yang anggotanya terdiri dari mantan kombatan GAM. Seharusnya seluruh anggotanya menjadi contoh untuk membangun relasi sosial yang harmonis di Aceh," tulis Muhammad Taufik Abda, Ketua Partai SIRA dalam keterangan persnya yang diterima The Atjeh Post, Jumat, (29/4).
Menurut Partai SIRA, Pemukulan yang sudah mengarah pada penganiayaan oleh anggota KPA Pidie itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kasus ini harus diselesaikan lewat jalur hukum agar tidak ada lagi tindakan anarkis atas pemberitaan media dan jurnalis di Aceh.
SIRA mengingatkan, bahwa memang suasana damai yang dirasakan masyarakat Aceh saat ini ada karena adanya penandatanganan perjanjian damai antara Pemerintah Indonesia dan GAM. Namun kata Taufik, bukan berarti hal itu membuat mantan anggota GAM menjadi kelompok ekslusif di Aceh.
"Bukan kemudian organisasi mantan kombatan GAM (KPA) menjadi kelompok yang merasa lebih berhak untuk Aceh dan dengan semena-mena bisa melakukan tindakan semaunya terhadap masyarakat sipil lainnya yang tidak sepaham dengan mereka," tulisnya.
Dia berharap KPA menindak aggotanya yang merugikan masyarakat. KPA juga diminta tidak melindungi pelaku dan menyerahkan penanganan kasus pemukulan tersebut kepada aparat penegak hukum.
Selain itu partai SIRA juga mengajak masyarakat Aceh untuk terus menjaga kondisi damai di Aceh. Masyarakat juga diajak untuk berani bersikap dan tidak segan-segan melaporkan tindakan kriminal yang dapat merusak perdamaian di Aceh.
"Silahkan laporkan prilaku-prilaku meresahkan yang dilakukan oleh kelompok manapun kepada pihak yang berwajib terdekat," ujarnya.[]
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar