News Update :

Rapat Menkopolkam, Patahkan Wacana Partai Aceh : Irwandi- Tahapan Pilkada Harus Mei

Rabu, 20 April 2011


BANDA ACEH - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf membeberkan hasil rapat yang membahas soal Pilkada Aceh yang berlangsung di ruang rapat Menko Polhukam di Jakarta, Senin (18/4). Salah satu poinnya, Komite Independen Pemilihan (KIP) harus menetapkan tahapan Pilkada bulan Mei nanti.

Menurut Irwandi, dalam rapat yang dipimpin Deputi V Kementerian Menko Polhukam Irjen Pol Hendra Agung itu, diputuskan agar Pemilukada di Aceh tak boleh ditunda. "KIP juga hadir dalam pertemuan itu. Mereka harus melaksanakan keputusan itu seperti yang telah diputuskan," ujar Irwandi kepada The Atjeh Post, Senin (18/4) malam.

Pertemuan membahas Pemilukada Aceh di Jakarta itu adalah inisiatif Kementrian Menko Polhukam untuk mencari solusi soal persiapan Pilkada Aceh yang sempat terjadi tarik ulur. Bahkan, sebelumnya, Ketua DPR Aceh Hasbi Abdullah sempat mengatakan Pilkada Aceh akan mundur enam bulan sampai setahun dari jadwal yang telah ditetapkan yaitu Oktober mendatang.

Menurut Irwandi, pertemuan itu juga membahas soal calon independen. Keputusan Mahkamah Konstitusi, kata dia, tidak dapat diganggu gugat, bersifat mengikat dan harus dilaksanakan. "Kalau sampai dengan bulan Mei DPR Aceh belum membuat qanun Pilkada yang menampung calon independen tanpa mempersulit, maka Qanun No. 7 tentang Pilkada 2006 berlaku kembali," kata Irwandi.

Dalam pertemuan itu, tim Pemerintah Aceh diwakili Sekda T. Setia Budi, Kepala Biro Humas dan ademisi Mawardi SH. Pertemuan itu juga dihadiri Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Adi Mulyono, KIP Aceh, Kementrian Departemen Dalam Negeri, Mabes Polri dan unsur DPR Aceh.

Irwandi menyebutkan, dalam pertemuan itu, Ketua Pansus Qanun Pilkada DPR Aceh Adnan Beuransyah sempat mengatakan masih adanya penolakan terhadap calon independen seperti aksi demonstrasi yang terjadi di Lhokseumawe. "Tapi langsung dibantah oleh Mayjen Amirudin dari Kemenko Polhukam yang mengatakan demo tersebut dikerahkan oleh Teungku Zulkarnaeni atau dikenal dengan nama Teungku Ni Pase," kata Irwandi.

Masih menurut Irwandi, Adnan Beuransyah juga sempat mengatakan kondisi keamanan di Aceh tidak kondusif bagi keikutsertaan calon independen. "Tapi ini pun segera disergah oleh Pangdam Iskandar Muda dan utusan Kapolda bahwa situasi keamanan Aceh sangat kondusif," tambah Irwandi.

Bagi Irwandi sendiri, hasil pertemuan itu menunjukkan,"niat-niat jahat yang terselubung dibalik rencana anti independen gagal karena dilawan oleh berbagai kalangan," ujarnya.|www.atjehpost.com|AcehTraffic
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016