IDI RAYEUK-Pembangunan kantor Bupati dan dewan Aceh Timur semakin tidak jelas alias terlantar, hal ini terlihat karena tidak ada tanda-tanda akan dimulai lagi aktifitas, setelah terhenti sekian bulan.
"Ya sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan ada aktifitas disana," ujar Ketua Forum Peduli Masyarakat Miskin (FPRM), Nasruddin, Jumat (22/4).
Menurutnya, bila melihat kondisi ini patut kita sesali karena setelah sekian bulan terhenti, namun sampai saat ini belum juga ada aktifitas.Pada hal kontrak kerja dengan pelaksana terus berjalan, sehingga kita takutkan pelaksana tidak mampu memenuhi rentang waktu yang telah ditetapkan. Warga merasa sangat kecewa atas kondisi seperti ini, bahkan pihak pemkab tersendiri belum mengambil suatu kebijakan untuk keluar dari masalah itu.
Pada hal kalau dipikir-pikir pelaksanan ini sudah bisa disebut gagal, hal ini dengan indikator kegagalan dapat kita lihat secara nyata. Dimana target atau capaian program tidak sesuai dengan progres yang diharapkan. Idealnya pada pertengahan tahun 2011 ini hampir sudah rampung, atau sudah mencapai angka 60 persen.
Namun kondisi untuk dua gedung yaitu kantor bupati dan dewan, capaian progres masih dibawah yang diharapkan. Bahkan si pelaksananya pun hengkang dari lokasi, ada apa ini.Kondisi ini lah mengundang pertanyaan besar, atas beberapa program besar yang diusung Pemkab Aceh Timur saat ini. Lebih dari itu, keprihatinan kita bila melihat dua gedung itu, sepertinya Aceh Timur tidak ada lagi kepemimpinannya. |Rakyat aceh
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar