
Lhokseumawe ---Puluhan massa yang terdiri dari mahasiswa dan beberapa Lembaga swadaya masyarakat yang menamakan diri Gerakan Sipil Pendukung UUPA melakukan unjuk rasa kekecewaan kepada pemerintah Jakarta di lapangan Hiraq Kota Lhokseumawe,Senin [18/4]. Pengunjuk rasa menganggap Pemerintah Jakarta telah mengutak atik UUPA dengan disahkannya calon Independent oleh Mahkamah Konstitusi.
Aksi unjuk rasa yang dikomandoi oleh Ahmad Refki Bentara yang dimulai pada pukul 10.00 wib dengan pengawalan ketat oleh kepolisian dari kesatuan Polres Lhokseumawe. Aksi unjuk rasa yang sempat di isukan akan di hadiri oleh 5000 hingga 7000 massa tersebut, ternyata hanya di hadiri oleh puluhan massa saja.
Para pengunjuk rasa melakuan orasi secara bergantian yang intinya mengecam Mahkamah kontitusi yang telah menyetujui calon Independen di Aceh, kelompok ini menganggap keputusan MK itu adalah bagian dari mengutak atik UUPA.
Selain itu juga meminta kepada DPRA untuk segera menegaskan polemik politik di Aceh menjelang pemilihan kepala daerah sesuai UUPA.
“Kita mengharapkan kepada seluruh Rakyat Aceh dan elemen Sipil lainnya, mari kita menjunjung tinggi semangat perdamaian yang telah tercapai di Aceh, jangan sampai perdamaian ini diganggu gugat oleh segelintir elit politik yang haus kekuasaan dengan mengobarkan darah Rakyat Aceh,” Ujar Ahmad Refki Bentara
Di tingkatan nasional sebuah lembaga penelitian The Indonesian Institute merilis berdasarkan kajian meta analisis tentang 7 (tujuh) partai politik Indonesia menunjukan adanya kekecewaan masyarakat terhadap partai politik.
Ini juga ditunjukan oleh data kuantitatif dari lembaga kajian lainnya tentang tingginya kekecewaan masyarakat terhadap partai politik yang mencapai hingga 75% yang kecewa. |AcehTraffic

0 komentar:
Posting Komentar