News Update :

Ketua PWI Pidie Digebuk Anggota KPA

Jumat, 29 April 2011

SIGLI - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) cabang Pidie, Rahmad Idris dianiaya oknum Komite Peralihan Aceh di Balai Benih Ikan (BBI) Padang Tijie, Pidie. Penganiayaan itu diduga kuat dilatar belakangi ketidak senangan pelaku terhadap korban yang ingin menyorot pembangunan proyek yang mereka kerjakan.

Rahmad yang juga wartawan Harian Analisa bertugas di Kabupaten Pidie dianiaya anggota KPA sagoe Padang Tijie, pada Selasa sore lalu. Menurut Kepala Biro Harian Analisa Banda Aceh, Iranda Novandi, korban trauma berat setelah dianiaya oknum mantan GAM itu.

“Dia sudah melaporkan kasus menimpanya ke Polres Pidie dan semalam melalui telpon saya berbicara dengan dia, dia mengaku sudah dimintai keterangan oleh Polisi,” kata dia kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis (28/4).

Berdasarkan keterangan dari korban, Iranda mengatakan, penganiayaan diduga karena korban ingin menulis pembangunan irigasi di Desa Wacik, Padang Tijie yang dikeluhkan masyarakat sekitar.

Mulanya Rahmad dan beberapa wartawan di Sigli berangkat meliput ke Wacik terkait keluhan masyarakat bahwa pembangunan irigasi yang salah satu sub proyeknya ditangani oleh KPA sagoe Padang Tijie. “Mereka mewawancari orang-orang di sana,” kata Iranda.

Warga mengeluhkan pembangunan proyek tersebut telah mengakibatkan kawasan itu deficit air. Liputan itu diduga diketahui oleh kontraktor proyek, mereka tak suka proyek yang dikerjakan disorot oleh media.

Usai liputan Rahmad dkk kembali ke Sigli. Setiba di sana, Rahmad ditelpon oleh anggota DPRK Pidie Lukman Hakim, meminta dia bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pidie, Said Ramadhan menjumpai KPA Padang Tijie di BBI setempat.

Saat tiba di sana, Rahmad langsung dikeroyok oknum KPA tanpa basa basi lebih dulu. Pelakunya diduga kuat Wakil Ketua KPA sagoe Padang Tijie.

Ketua Alinasi Jurnlis Independen (AJI) Banda Aceh, Mukhtaruddin Yacob mengecam aksi premanisme terhadap pekerja pers ini. “Terlepas apa motifnya, tapi ini sudah menjurus ke pidana,” kata dia.

AJI, lanjut dia, siap menfasilitasi dan mengadvokasi kasus itu. “Namun sampai sekarang kita belum terima laporan resmi dari korban,” ujar Mukhtaruddin. []
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016