News Update :

Saiful 'Cage' Persilahkan Dirinya Diperiksa

Kamis, 31 Maret 2011

BIREUEN - Mantan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Batee Iliek Saiful Husen alias Cage membantah terlibat dalam aksi perusakan kantor Partai Aceh di Bireuen. Nama Cage sempat disebut-sebut sebagai orang yang menggerakkan massa untuk menyerbu kantor partai itu.

“Saya baru pulang berobat untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di badan saya. Saya tidak terlibat. Saya bahkan tidak tahu ada masalah apa di sana, saya sudah mundur dari ketua KPA,” ujar Saiful ketika dihubungi The Atjeh Post, Rabu (30/3).

Seperti diketahui, Saiful memutuskan mundur dari jabatan ketua KPA Batee Iliek beberapa hari setelah Partai Aceh memutuskan mengusung pasangan Zaini-Muzakir sebagai calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pemilukada mendatang. Ia merasa pimpinan partai memutuskan sepihak tanpa mendengar aspirasi kalangan muda yang menginginkan partai itu agar mencalonkan Gubernur Irwandi Yusuf. Akibatnya, Partai Aceh Bireuen terbelah dua: sebagian mendukung kebijakan partai, sebagian lagi ngotot menginginkan Irwandi. Disinilah Cage dicurigai sebagai penyulut aksi.

Pria yang akrab disapa Cage itu mempersilahkan dirinya dilaporkan ke polisi jika dicurigai sebagai penggerak aksi 'penyerangan'. "Ini kan negara hukum, silahkan lapor saja supaya diperiksa sesuai dengan ketentuan hukum," ujar Saiful.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dikumpulkan wartawan The Atjeh Post, keributan itu dipicu tindakan pemecatan panglima daerah II GAM  di wilayah Batee  Iliek. Penggantian ini diduga kuat akibat sikap politik panglima tersebut yang tidak tunduk perintah  komando atau tidak mendukung pasangan Zaini Abdullah–Muzakkir Manaf, tapi dia memilih mendukung Irwandi.

Setelah pemecatan tersebut, kekosongan jabatan panglima daerah II tersebut langsung terisi oleh panglima baru. Disinilah gejolak muncul. Panglima baru ini disebut-sebut sering bersikap arogan. "Dia sering mengatakan kalau tidak mendukung kebijakan komando berarti pengkhianat," ujar seorang anggota KPA Batee Iliek.
Seperti diketahui, seratusan massa dari Komite Peralihan (KPA) menghancurkan dan merusak seisi kantor Partai Aceh di Desa Meunasah Blang, Bireuen, pada Selasa kemarin. Aksi ini merupakan buntut dari kusruh internal partai itu.  KPA adalah wadah berkumpulnya mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka yang kemudian melahirkan Partai Aceh pascaperjanjian damai Helsinki pada 2005 lalu.
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016