BIREUEN - Mantan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Batee
Iliek Saiful Husen alias Cage membantah terlibat dalam aksi perusakan
kantor Partai Aceh di Bireuen. Nama Cage sempat disebut-sebut sebagai
orang yang menggerakkan massa untuk menyerbu kantor partai itu.
“Saya baru pulang berobat untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di
badan saya. Saya tidak terlibat. Saya bahkan tidak tahu ada masalah apa
di sana, saya sudah mundur dari ketua KPA,” ujar Saiful ketika
dihubungi The Atjeh Post, Rabu (30/3).
Seperti diketahui, Saiful
memutuskan mundur dari jabatan ketua KPA Batee Iliek beberapa hari
setelah Partai Aceh memutuskan mengusung pasangan Zaini-Muzakir sebagai
calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pemilukada mendatang. Ia merasa
pimpinan partai memutuskan sepihak tanpa mendengar aspirasi kalangan
muda yang menginginkan partai itu agar mencalonkan Gubernur Irwandi
Yusuf. Akibatnya, Partai Aceh Bireuen terbelah dua: sebagian mendukung
kebijakan partai, sebagian lagi ngotot menginginkan Irwandi. Disinilah
Cage dicurigai sebagai penyulut aksi.
Pria yang akrab disapa
Cage itu mempersilahkan dirinya dilaporkan ke polisi jika dicurigai
sebagai penggerak aksi 'penyerangan'. "Ini kan negara hukum, silahkan
lapor saja supaya diperiksa sesuai dengan ketentuan hukum," ujar Saiful.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dikumpulkan wartawan
The Atjeh Post, keributan itu dipicu tindakan pemecatan panglima daerah
II GAM di wilayah Batee Iliek. Penggantian ini diduga kuat akibat
sikap politik panglima tersebut yang tidak tunduk perintah komando atau
tidak mendukung pasangan Zaini Abdullah–Muzakkir Manaf, tapi dia
memilih mendukung Irwandi.
Setelah pemecatan tersebut,
kekosongan jabatan panglima daerah II tersebut langsung terisi oleh
panglima baru. Disinilah gejolak muncul. Panglima baru ini disebut-sebut
sering bersikap arogan. "Dia sering mengatakan kalau tidak mendukung
kebijakan komando berarti pengkhianat," ujar seorang anggota KPA Batee
Iliek.
Seperti diketahui, seratusan massa dari Komite Peralihan (KPA)
menghancurkan dan merusak seisi kantor Partai Aceh di Desa Meunasah
Blang, Bireuen, pada Selasa kemarin. Aksi ini merupakan buntut dari
kusruh internal partai itu. KPA adalah wadah berkumpulnya mantan
anggota Gerakan Aceh Merdeka yang kemudian melahirkan Partai Aceh
pascaperjanjian damai Helsinki pada 2005 lalu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar