Banda Aceh | acehtraffic.com–
Peringatan HUT Kota Banda Aceh yang ke-810, hendaknya menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja dan kerjasama antara
pihak eksekutif dan legislatif.
Hal tersebut disampaikan
oleh Ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadhillah SIKom saat membuka Rapat
Paripurna Istimewa DPRK Banda Aceh dalam rangka memperingati HUT ke-810 Kota
Banda Aceh, Rabu 22 April 2015.
Menurutnya, untuk mewujudkan Banda Aceh sebagai Kota Madani masih ada sejumlah hal yang perlu terus dilakukan pembenahan, baik dari segi sarana maupun pra sarana.
Menurutnya, untuk mewujudkan Banda Aceh sebagai Kota Madani masih ada sejumlah hal yang perlu terus dilakukan pembenahan, baik dari segi sarana maupun pra sarana.
“Kita
menyadari bahwa semua ini bukan hal yang mudah. Oleh karena itu, soal peningkatan kinerja
ini harus
ditanamkan dengan sebaik-baiknya.”
Ia menambahkan, eksistensi pemerintah selalu dipertanyakan oleh masyarakat. “Ini semua reaksi kritis dari masyarakat yang harus kita tanggapi dengan bijak," katanya.
Arif juga menyinggung soal pemberian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan Pemko Banda Aceh 2014 oleh BPK-RI Perwakilan Aceh yang bertepatan dengan HUT Kota Banda Aceh ke-810.
Ia menambahkan, eksistensi pemerintah selalu dipertanyakan oleh masyarakat. “Ini semua reaksi kritis dari masyarakat yang harus kita tanggapi dengan bijak," katanya.
Arif juga menyinggung soal pemberian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan Pemko Banda Aceh 2014 oleh BPK-RI Perwakilan Aceh yang bertepatan dengan HUT Kota Banda Aceh ke-810.
“Opini WTP untuk ketujuh kalinya
secara berturut-turut ini merupakan kado terindah untuk HUT Kota Banda Aceh ke-810. Ini juga hasil dari kerjasama yang baik antara
eksekutif dan legislatif.
“Melalui
momentum HUT
Kota Banda Aceh ke-810 ini pula, mari kita tingkatkan kepedulian antar sesama, baik eksekutif maupun legislatif,” pungkas politisi Partai Demokrat ini.
Sementara itu, mengawali sambutannya pada sidang paripurna istimewa yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRK Banda Aceh tersebut, Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE mengucapkan belasungkawa atas musibah kebakaran Gedung Bank Aceh dan menelan satu korban jiwa tersebut.
Sementara itu, mengawali sambutannya pada sidang paripurna istimewa yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRK Banda Aceh tersebut, Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE mengucapkan belasungkawa atas musibah kebakaran Gedung Bank Aceh dan menelan satu korban jiwa tersebut.
“Sebelum kemari, tadi
kami bersama-sama dengan Ketua DPRK telah mengunjungi jenazah korban yang meninggal di RSUZA,” kata Illiza seraya mengajak para hadirin untuk
membaca Surat Al-Fatihah bagi korban.
Selanjutnya, wali kota memaparkan di hadapan dewan tentang kondisi Kota Banda Aceh saat ini yang sudah memasuki usia ke-810 tahun dan sejumlah kemajuan yang telah dicapai serta tantangan dalam mencapai visi Banda Aceh menjadi model Kota Madani.
Selanjutnya, wali kota memaparkan di hadapan dewan tentang kondisi Kota Banda Aceh saat ini yang sudah memasuki usia ke-810 tahun dan sejumlah kemajuan yang telah dicapai serta tantangan dalam mencapai visi Banda Aceh menjadi model Kota Madani.
“Marilah kita
memanfaat momentum HUT Kota Banda Aceh yang ke-810 untuk berefleksi mengenai
perjalanan yang telah kita lalui untuk mewujudkan kota kita tercinta sebagai
model kota Madani,” katanya.
Ia juga mengajak sejumlah pihak untuka terus berjuang, bekerja keras dan fokus pada program-program kerja
yang telah disusun
bersama. “Satu
nilai penting yang harus terus kita hidupkan untuk dapat mencapai cita-cita tersebut
adalah nilai keteladanan,”
sambungnya.
Menurutnya, keteladanan merupakan faktor kunci keberhasilan pencapaian cita-cita bersama
menuju Banda Aceh sebagai Model Kota Madani. “Sesungguhnya satu keteladan itu lebih berarti
daripada seratus nasehat.”
Mengakhiri sambutannya, Wali
Kota Illiza atas nama Pemko Kota Banda Aceh mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada seluruh masrayakat Kota Banda yang tentu saja memiliki peran tersendiri di dalam pembangunan.
“Kita semua patut berbangga, karena ada kontribusi kita
dibalik kemajuan dan capaian Kota Banda Aceh di usia 810 tahun ini,” pungkas Illiza.
Turut hadir pada acara tersebut anggota DPD-RI asal Aceh
Ghazali Abbas Adan, Sekdako Banda Aceh Ir Bahagia Dipl SE, Sekwan Drs
Ansarullah, unsur Forkompinda Kota Banda Aceh, rekan-rekan
Pers, dan sejumlah tamu
undangan lainnya. | AT | RD|

0 komentar:
Posting Komentar