Banda Aceh | acehtraffic.com - Susunan Kabinet Presiden Jokowi yang hingga kini masih jadi tanda tanya bagi publik dan elite politik serta masih menjadi tarik- menarik kepentingan di internal Jokowi-JK terkait nama-nama dan calon menteri yang akan masuk dalam kabinet pemerintahannya periode 2014-2019.
Terkait susunan kabinet yang belum di umumkan oleh Presiden terpilih Jokowi-JK, tim suksesnya Teuku Dani (36) dan juga politisi asal Aceh saat di jumpai di Reporter acehtraffic.com di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh pun angkat bicara dan mengharapkan kepada Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Jk untuk memprioritaskan dua orang menteri dari Aceh dan Papua di kabinetnya yang mengingat daerah tersebut sebagai pemodal untuk Negara Indonesia dan Aceh pernah menjadi Ibukota Republik Indonesia pada tahun 1948.
Apa lagi Aceh
ini memiliki
sejarah yang penting untuk Kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 1948,
saat Belanda melancarkan agresi keduanya terhadap Yogyakarta yang dalam waktu sekejap Ibukota RI kedua itu jatuh dan dikuasai Belanda. saat itu, Presiden Pertama Indonesia, Soekarno sedang mengendalikan pemerintahan terpaksa harus
memilih jalan untuk menyelamatkan Bangsa. tidak ada pilihan lain, Presiden
Soekarno mengasingkan diri ke tempat yang menurut beliau aman, yaitu
Bireuen yang sekarang di kenal dengan kota Juang," ujarnya.
"Saya selaku putra Aceh dan juga tim sukses Pemenangan Jokowi-JK sangat mengharapkan di Kabinetnya ada perwakilan dari Aceh dua orang, begitu juga dengan Papua"ungkapnya.
Selain Aceh, wilayah timur Indonesia yaitu Papua juga harus mendapat jatah menteri dua orang, karena mengingat nasib Aceh dengan Papua itu tidak jauh berbeda." tambah Teuku Dani.
Selanjutnya Teuku Dani mengatakan, Track Rekord seorang kandidat Menteri tidak semata di lihat dari aspek dia tersandung Korupsi atau tidak, bisa jadi seorang pejabat lepas dari kasus - kasus pidana, apalagi Zaman sekarang boleh saya katakan dalam istilah " tumpul ke atas dan tajam ke bawah " ini Negara Hukum jadi siapapun yang terjerat kasus, mesti di proses dengan aturan yang sudah tertuang dalam undang - undang Negara, dan Pemerintah harus berani menindak tanpa kenal bulu, selanjutnya KPK harus jeli dan melihat sejauh mungkin tentang catatan seorang pejabat elite politik dari buku hitamnya KPK, kendati demikian Calon Menteri harus di lihat dari aspek cara dia bermasyarakat, setidaknya pemerintah Jokowi-JK tidak salah minum obat dalam mengevaluasi calon Menteri, bila semua itu di kendalikan melalui kekuatan rakyat, sudah tentu cara bermasyarakat dia itu seperti apa, toh Menteri harus bisa mengendalikan kekuatan rakyat dalam melaksanakan pembangunan Republik ini?
Seperti halnya di Provinsi Aceh, menurut pikiran saya secara pribadi mungkin Mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf bisa masuk ke dalam kabinet Jokowi-JK dimana pengalaman beliau dalam melaksanakan tata pemerintahan di Aceh mendapat nilai plus dari Masyarakat Aceh dan ini bukan sekedar pencitraan namun bisa di lihat dari hasil kinerja beliau selama memimpin Aceh , bagi saya Provinsi Aceh sudah sangat terluka, orang pintar sangat banyak di Aceh namun sangat di sayangkan karakter handal mereka tenggelam secara sia - sia, semoga saja Pemerintahan Jokowi-Jk bisa menempatkan dua orang putra Aceh terbaik dalam kabinetnya "Pungkasnya. | AT | TM |

