Jakarta | acehtraffic.com - Ketua DPP Partai Gerindra
Arif Poyuono menilai pertemuan antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto
adalah sebuah langkah positif. Hal tersebut patut diteladani tidak
seperti SBY yang dibesarkan oleh Megawati Soekarnoputri tetapi enggan
menemui Mega hingga saat ini.
"Tidak seperti SBY yang dibesarkan
oleh Megawati tapi tidak mau mendatangi Mega pada saat pelantikannya
tahun 2004. Dan kami juga berharap hubungan antara ibu Mega dan Prabowo
juga makin kondusif agar dapat sama sama membangun negara yang sudah
hampir hancur sejak dipimpin SBY," ujar Arif dalam pernyataannya kepada
Tribunnews.com, Jumat(17/10/2014).
Arif mengatakan, datangnya
Jokowi ke Prabowo sebelum dilantik menjadi presiden adalah bentuk
penghormatan yang besar bagi Gerindra dan Prabowo. Apa yang dilakukan
oleh Jokowi lanjut Arif, menunjukkan bahwa Joko Widodo adalah orang yang
sangat menghormati Prabowo.
"Joko Widodo punya sifat yang lebih
baik dan tahu diri dibandingkan Ahok yang kurang mengerti adat
ketimuran. Ya semoga Jokowi bisa benar benar menjalankan amanat rakyat
dan program Trisaktinya untuk kemajuan bangsa," ujar Arif.
Ke
depan kata Arif, Joko Widodo juga harus berani menindak tegas para
koruptor dan mafia migas yang banyak merugikan negara selama
pemerintahan SBY.
"Mari kita lupakan masalah selama pilpres dan
kita move on untuk bersama sama mendukung pemerintahan Jokowi- JK dan
terus mengkritisi dan menolak setiap program pemerintah dan kebijakan
Jokowi- JK yang pro neolib dan merugikan kepentingan rakyat," ujarnya. | Tribunnews.com |

