
acehtraffic.com - Menjelang pemilihan Presiden pada tanggal 09 Juli 2014
mendatang, ada ada saja tingkah laku mulai dari para politisi, pengamat, relawan
fanatik dan masyarakat masyarakat dari kalangan lainnya bahkan wartawan
sekalipun. Media sosial seperti twitter, facebook, Blackberry Messenger,
blogger dan media media lainnya perang terbuka dalam mengiring opini sisi
negatif para calon presiden Indonesia. Masyarakat Indonesia yang masih mines
dalam pendidikan politik tentu saja akan menelan mentah mentah berbagai isu
negatif yang berkembang di masyarakat tersebut tanpa berusaha mencari
kebenarannya, apalagi masyarakat yang masih melek terhadap teknologi informasi,
yang hanya mengandalkan isu isu yang berkembang untuk kemudian menjadi penentu
siapa yang akan dipilih. Dengan begitu pengiringan opini negatif terhadap calon
presiden menjadi strategi utama yang dilakukan oleh tim maupun relawan calon
presiden tersebut.
Mengkristenkan Jokowi dan Mengislamkan Prabowo adalah
pengiringan opini publik yang paling gencar dilakukan terutama oleh partai
partai yang berbasis islami. Koalisi dalam kubu Jokowi ada Partai PDIP, NasDem,
PKB, Hanura dan PKPI. Dalam kubu Jokowi hanya ada PKB yang partai berbasis
Islam atau NU. Kubu Prabowo ada Partai Gerindra, PKS, PPP, Golkar dan PAN. Dalam
kubu Prabowo ada PKS, PPP dan PAN yang partai berbasis islam. Mengkristenkan
Jokowi paling gencar dilakukan oleh kubu koalisi Prabowo, sebut saja misalnya
PKS, partai yang paling gencar mengkampanyekan sisi negatif terhadap Jokowi
dengan berbagai isu permasalahan Agama yang dilakukan pada blog
www.pkspiyungan.org dominan berisi tentang hal hal negatif tentang Jokowi. PKS
tidak satu pun kita melihat berita yang menceritakan siapa sebenarnya Prabowo
dan keluarganya.
Isu yang kemudian hangat
juga permasalahan pasangan Jokowi ketika menjadi Walikota Solo dan
Gubernur DKI adalah dari non Islam, padahal yang memperkenalkan Ahok
kepada Jokowi adalah Prabowo itu sendiri, meski sebelumnya Jokowi tidak
setuju dengan Cawagubnya adalah Ahok, tapi kemudian Prabowo meyakinkan
Jokowi untuk setuju terhadap pencalonan Ahok mendampingi Jokowi. | Srabah Yudi | TM |
Tapi siapa sebenarnya Jokowi dan Prabowo, berikut profil
dan latar belakangnya yang saya cari dari sumber terpercaya, dimana publikasinya
dilakukan jauh hari sebelum pemilihan presiden ini.
Nama : H. Ir. Joko Widodo (Jokowi)
Suku : Jawa
Pendidikan :
- SD Negeri 111 Tirtoyoso
- SMP Negeri 1
Surakarta
- SMA Negeri 6
Surakarta
- Ir.
Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Agama : Islam, Naik Haji tahun 2003.
Profesi :
-
Gubernur DKI Jakarta.
- Pengusaha meubel (kebanyakan untuk ekspor ke
luar negeri).
Keluarga
Jokowi:
- Istri: Hj. Iriana (Jawa & Islam)
- Ayah: Notomihardjo, pengusaha meubel (Jawa
& Islam)
- Ibu: Hj. Sujiatmi Notomiharjo (Jawa &
Islam)
Adik
Adik :
- Iit Sriyantini (Jawa & Islam)
- Ida Yati (Jawa & Islam)
- Titik Relawati (Jawa & Islam)
_______________________________________________________________
Nama :
Prabowo Subianto
Pendidikan :
- American School In London, Inggris
- Akabri (Angkatan Darat)
- Jabatan Tertinggi Pangkostrad
- Dipecat dari TNI tahun 1998
Agama : Islam (belum naik haji)
Profesi :
- Ketua Dewan Pembina Gerindra
- Pengusaha Tambang batu bara.
Keluarga :
- Mantan Istri: Hj. Siti Hediati Hariyadi
(Jawa & Islam), cerai tahun 1998.
- Ayah: Soemitro Djojohadikoesoemo (campuran
Cina & Jawa, Islam & Kristen)
- Ibu: Dora Marie Sigar (Manado-Jerman,
Kristen)
Adik
Adik :
1. Hashim Djojohadikusumo (Kristen),
pengusaha, dibaptis di GKJW, Surabaya, Jawa Timur.
Jabatan :
- Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra
- Ketua Pembina Gerakan Sayap Kristen
Indonesia Raya
- Ketua Dewan Penyantun Universitas Kristen
Duta Wacana
2. Bintianingsih (Katholik), istri dari Prof.
Dr. Sudradjad Djiwandono.
3. Mayrani Ekowati (Kristen)
