News Update :

Jokowi: Surat ke Kejaksaan Agung Hanya Fitnah, Kampanye Hitam Yang Masuk Akal Donk

Kamis, 29 Mei 2014

Capres PDIP Joko Widodo (tengah) bersama personil Slank Kaka, Ridho, Abdee, Bimbim, Ivanka dan Bunda Ifet, usai lakukan silaturahmi, di Markas Slank, Gang Potlot, Jakarta Selatan 27 Mei. Dalam pertemuan tersebut personil Slank tawarkan 48 nama untuk jadi Menteri di Kabinet Jokowi jika jadi Presiden pada Pilpres 2014. TEMPO/Imam Sukamto
Bandung | acehtraffic.com - Calon Presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Joko Widodo, membantah bahwa ia telah mengajukan surat penangguhan penyidikan kasus korupsi tender pengadaan Bus Transjakarta ke Kejaksaan Agung. Bahkan Jokowi menyatakan tidak pernah menerima surat panggilan pemeriksaan dari Kejaksaan Agung.

"Fitnah-fitnah seperti itu sekarang banyak beredar di jaringan sosial,apakah itu melalui BBM,Twitter,Facebook. seharusnya kalau mau melakukan Kampanye Hitam yang masuk akal donk dan tidak ada seperti itu," katanya seusai deklarasi sukarelawan Pro-Jokowi di Bandung, Jawa Barat, Kamis, 29 Mei 2014.

Jokowi kembali menyatakan dirinya tidak terlibat kasus itu, seperti yang telah disampaikan Jaksa Agung Basrief Arief. "Kan sudah disampaikan oleh Jaksa Agung bahwa tidak ada keterlibatan saya," ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan tak akan menanggapi berbagai kampanye hitam yang marak belakangan ini. Jokowi hanya akan fokus dan bekerja keras menggerakkan mesin partai dan sukarelawan agar bisa menang dalam pemilu presiden 9 Juli mendatang. "Buat apa mengurusi kampanye hitam. Tidak ada gunanya, hanya menghabiskan energi." (Baca: Tim Hukum Jokowi Minta Setop Politisasi Kasus Bus)

Sebelumnya, beredar surat di media sosial yang isinya permintaan penangguhan pengusutan kasus Bus Transjakarta sampai pemilihan Presiden selesai. dalam surat kepada Jaksa Agung Basrief Arief itu tertera tanda tangan dengan nama terang Joko Widodo. | Tempo.co |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016