![]() |
| Karikatur politik anggaran | arifnovianto.wordpress.com | |
Permaslahan defisit Anggaran
Kabupaten Aceh Utara menjadi tanda tanya publik, sejumlah masyarakat mengklaim
Satuan Kerja Pemeritah Kabupaten (SKPK) Aceh utara tidak becus mejalankan
program kerja yang lebih mementingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya dari
pada kepentingan publik, di antaranya ada paket mesjid yang menjadi dampak dari
devisit anggaran tersebut gagal di anggarkan, dan pemerintah Aceh Utara lebih
memilih beli 16 unit mobil baru ketimbang membangun mesjid.
Seorang warga pendalaman Nisam Faizal
(28) yang di temui Reporter acehtraffic.com Kamis, 29 Mei 2014, menyatakan,
kinerja pemerintah Kabupaten Aceh Utara lebih mementingkan sarana pribadi
dibandingkan sarana publik, mungkin para dewan ingin membelikan mobil baru yang
nantinya mobil lama akan di lelang murah – murah, yang akan jadi hak milik
mereka di akhir menduduki dewan. Sebenarnya bantuan untuk pembangunan mesjid
itu lebih penting ketimbang beli mobil baru, karena masih banyak mobil lama
yang masih layak pakai, Pemkab Aceh Utara lebih senang melihat warga yang
meminta sumbangan pembangunan mesjid di jalan ketimbang harus menganggarkan
dengan anggaran APBK.
Warga Kreung Geukuh Kecamatan
Dewantara M.kasem (31) mengatakan, proses terjadinya pemotongan anggaran Otsus
itu disebabkan tejadinya inflasi dari perencanaan yang di lakukan pemkab aceh
utara itu salah arah hingga menyebabkan devisit anggaran.
Kasem juga menambahkan tahun lalu
Pemkab Aceh Utara juga membeli mobil baru, dan mobil bekas yang di pakai
sekarang pun bukan tahun rendah, jadi apa alasan mereka harus lebih
memprioritaskan anggaran untuk beli mobil baru ketimbang pembangunan mesjid
yang menjadi tempat ibadah kita umad Islam, ini memang bisnis dari kinerja
pemkab Aceh utara yang tidak becus, bantuan untuk pembangunan mesjid pun di
coret.ujarnya,
Sedangkan Bupati Aceh Utara Muhammad
Thaib kepada Serambi, Senin 26 Mai 2014.Mengatakan memastikan anggaran untuk sejumlah proyek dibatalkan. Salah
satunya, bantuan untuk pembangunan masjid di kabupaten Aceh Utara.
“Sedangkan item pekerjaan yang akan
ditunda sejauh ini belum kita simpulkan secara pasti. Tapi, sesuai
rencana awal yang akan ditunda yaitu sejumlah paket jalan, bantuan modal
usaha, bantuan untuk pembangunan sejumlah masjid, dan beberapa item
lain,”
Namun, Muhammad Thaib memastikan
pembangunan irigasi tidak akan ditunda. Karena, menurutnya, proyek itu
sangat penting untuk meningkatkan penghasilan petani. “Jadi, proyek
irigasi tetap lanjut. Sedangkan proyek jalan bisa kita tunda karena
masih ada peluang untuk dibangun tahun depan,” ungkapnya.
Ditanya apakah ada kemungkinan proyek
yang sudah selesai ditender dihentikan akibat defisit, Bupati
menegaskan, peluang itu tetap ada. Sebab, menurut Muhammad Thaib,
penghapusan paket yang sudah ditender takkan menjadi perkara hukum
karenakan belum dilakukan penekenan kontrak. “Jelasnya, apa saja yang
pasti kita hapus akan kami rampungkan pada 15 Juni ini,” pungkasnya.| AT | TM |

