News Update :

Prabowoe: Indonesia Setelah Reformasi, Aceh dan Papua ingin merdeka,

Rabu, 23 April 2014

Jakarta | acehtraffic.com - Capres Gerindra Prabowo Subianto menyambangi kantor DPP Persatuan Purnawirawan dan Warakuri ABRI dan Polri (Pepabri) di Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 22 April 2014. Di hadapan Ketua Pepabri Jenderal (Purn) Agum Gumelar dan sejumlah purnawirawan jenderal lain, Prabowo sempat berpidato singkat.

Pertemuan ini sebenarnya digelar tertutup. Namun suara pidato Prabowo terdengar jelas dari pengeras suara yang ada di luar ruangan rapat. Selain Prabowo dan Agum Gumelar, ada mantan Kepala Staf Umum Mabes TNI Letjen (Purn) Suryo Wibowo dan eks Pangkostrad Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar dalam pertemuan itu.

"Senior-senior sekalian, saya tidak akan rinci, dengan lengsernya Pak Harto, saya juga keluar. Intinya adalah, reformasi datang begitu cepat. Sehingga kita melihat eksistensi Indonesia. Kondisi Indonesia setelah reformasi, Aceh ingin merdeka, bahkan mereka minta bendera sendiri. Mereka mendirikan syariat Islam, dan juga Papua," kata Prabowo dalam pidatonya.

Dalam kondisi seperti itu, Prabowo yang mengaku dididik para senior itu mengaku berjuang tidak kenal menyerah. Prabowo lantas mengungkit Indonesia yang pernah jadi macan Asia, dia memaparkan Indonesia yang pernah surplus devisa.

"Jadi kalau ada yang menyatakan 98 krismon, itu adalah bohong. Yang terjadi bukan krismon dan krisis ekonomi tapi perang ekonomi, ekonomi kita dirusak. Kita buktikan bahwa apa yang terjadi adalah pengrusakan Indonesia, siapa yang merusak, kita bisa bahas," katanya.

Hal itu membuat Prabowo ingin berpolitik. Awalnya Prabowo memilih Golkar sebagai partai untuk berjuang.

"Awalnya saya di Golkar, Golkar sudah dipegang pengusaha modal besar, mental-mental uang. Saya mencoba bertahan beberapa bulan. Tidak tahan dan keluar. Mental di Golkar mental uang, jual beli-jual beli," katanya. AT | news.detik.com |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016