
Juba | acehtraffic.com - Komandan Pemberontak Sudan Selatan Riek Machar menyatakan, pasukannya tidak berada di balik pembantaian ratusan penduduk sipil. Sebelumnya, kelompok Machar diduga sebagai dalang pembantaian ratusan orang di Kota Bentiu.
Kejadian di Bentiu terjadi di sebuah masjid. Dari keterangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) korban pembantaian tersebut mencapai lebih dari 200 jiwa.
Dugaan mengarah kepada pasukan pemberontak karena pembantaian terjadi, bertepatan dengan pertempuran antara pasukan Machar dengan Tentara Pemerintah Sudan Selatan. Saat itu, pasukan Machar berhasil merebut kembali Kota Bentiu dari pemerintah.
Namun, tudingan yang diarahkan kepada Machar sontak disangkalnya. Machar menyatakan, hal tersebut sangat tidak masuk di akal karena mereka berprinsip tidak akan membunuh rakyatnya sendiri.
"Saya menghubungi komandan di Bentiu, dia menjelaskan tudingan itu sama sekali tidak benar, pertama-tama kami menghormati warga dan seluruh pasukan di wilayah tersebut dan kami tidak akan membunuh warga kami," jelas Machar seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa 22 April 2014.
Kericuhan di negara baru ini dipicu oleh pemecatan Machar dari jabatan Wakil Presiden oleh Presiden Salva Kiir. Kiir menuduh Machar berupaya mengkudeta dirinya.
Tetapi, tuduhan Kiir ditolak Machar. Saling tuding antara Machar dan Kiir akhirnya memicu perang saudara yang berkepanjangan di Sudan Selatan. Sumber : okezone.com
Kejadian di Bentiu terjadi di sebuah masjid. Dari keterangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) korban pembantaian tersebut mencapai lebih dari 200 jiwa.
Dugaan mengarah kepada pasukan pemberontak karena pembantaian terjadi, bertepatan dengan pertempuran antara pasukan Machar dengan Tentara Pemerintah Sudan Selatan. Saat itu, pasukan Machar berhasil merebut kembali Kota Bentiu dari pemerintah.
Namun, tudingan yang diarahkan kepada Machar sontak disangkalnya. Machar menyatakan, hal tersebut sangat tidak masuk di akal karena mereka berprinsip tidak akan membunuh rakyatnya sendiri.
"Saya menghubungi komandan di Bentiu, dia menjelaskan tudingan itu sama sekali tidak benar, pertama-tama kami menghormati warga dan seluruh pasukan di wilayah tersebut dan kami tidak akan membunuh warga kami," jelas Machar seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa 22 April 2014.
Kericuhan di negara baru ini dipicu oleh pemecatan Machar dari jabatan Wakil Presiden oleh Presiden Salva Kiir. Kiir menuduh Machar berupaya mengkudeta dirinya.
Tetapi, tuduhan Kiir ditolak Machar. Saling tuding antara Machar dan Kiir akhirnya memicu perang saudara yang berkepanjangan di Sudan Selatan. Sumber : okezone.com
