
Langsa | acehtraffic.com - Menjelang Pemilu 9 April 2014 para Caleg yang bakal bertarung nanti dari berbagai latar belakang, menyikapi suasana itu Muslimah Hizbut Tahrir DPD II Langsa melaksanakan Seminar Politik Umat dengan tema “Terjebak Ritual Demokrasi, Ummat Pilih Siapa?”. Minggu 9 maret 2014 Muslimah.
Acara ini dilaksanakan demi mewujudkan misi dari Hizbut Tahrir yaitu melakukan pencerdasan ditengah-tengah umat. Acara ini mengundang para Calon Legeslatif (Caleg) kota langsa, intelektual perempuan dan instansi-instansi pemerintahan di Kota Langsa. Acara ini juga dihadiri oleh mahasiswa berbagai kampus yang ada di Kota Langsa.
Seminar Politik Umat dibuka dengan pembacaan ayat suci alqur’an (al-maidah : 44 - 45) “barang siapa yang tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir, zalim ”. dilanjutkan dengan kata sambutan dari ketua panitia yaitu Suci Dwi Siregar, S.Pd yang menyempaikan bahwa Negara ini sudah melaksanakan pemilu mulai dari Negara ini dideklarasikan, tetapi tidak ada perubahan menuju Negara mandiri atau bangkit.
Berangkat dari fakta ini Muslimah Hizbut Tahrir melaksanakan seminar politik umat ini yang bertujuan untuk membimbing umat dalam memilih pemimpin yang benar menurut al-qur’an dan as-sunnah. Acara juga kembali dihangatkan dengan puisi yang dibacakan oleh ukhti Ummi yang berceritakan tentang curahan hati rakyat Indonesia.
Seminar kemudian dipanaskan dengan pemutaran video fakta demokrasi didunia dan khususnya di indonesia. Fakta korupsi, ekploitasi anak dan perempuan dan masih banyak lagi. Barulah kemudian memasuki acara inti yang dimoderatori oleh Evalina, S.P.
Pemaparan materi pertama disampaikan oleh Honriani Nasution, S.T (Asisten Juru bicara MHTI) dengan tema “Fakta Demokrasi Dan Kegagalannya Menuju Perubahan Hakiki”. Ibu honriani menyampaikan fakta bobroknya demokrasi, fakta banyak caleg saat ini bukan kader dari partai, caleg di”pinang” oleh partai bukan kerena memiliki pengalaman dalam organisasi atau ilmu pemerintahan tetapi mereka di”pinang” karena memiliki massa, seperti ketua pengajian dan yang lainnya.
Padahal kita melaksanakan pemilu untuk melakukan perubahan kehidupan yang menjadi lebih baik dari segi materi, pendidikan dan sebagainya. Sehingga bagaiman bisa kita menyerahkan amanah kepada orang-orang yang tidak memahami bagaimana menjalankan roda kehidupan Negara.
Mengapa hal diatas bisa terjadi, hal ini didasari oleh sistem yang saat ini digunakan oleh bangsa ini yaitu sistem demokrasi. Sistem demokrasi sendiri ada aturan yang dibuat oleh manusia, yang manusia sendiri memiliki keterbatasan akal. Demokrasi sendiri dibuat dengan asas sekularisme yaitu memisahkan agama dari kehidupan dengan pilar kedaulatan ditangan rakyat dan rakyat sebagai sumber dari kekuasaan.
Berangkat dari fakta demokrasi maka akan terjadi kontradiksi antara demokrasi dan islam. Islam lahir dari sang pembuat aturan (al-mudabbir), diturunkan kepada rasulullah untuk menjadi rahmatan lil ‘alamin artinya mengatur seluruh alam. Karena islam dibuat oleh sang pencipta, maka allah yang paling mengetahui bagaimana cara mengatur makhluk ciptaannya. Islam juga menjadikan Negara sebagai sarana terwujudnya seluruh aturan-aturan allah baik dari segi pendidikan, ekonomi, politik, sistem sanksi dan lain sebagainya. Sehingga kedaulatan hanya ada di tangan hukum syara, sedangkan manusia hanya menjalankanya.
Pemaparan materi dari materi kedua Dr. Saleha Hannum, M.si dengan tema “Metode Hakiki Mewujudkan Perubahan”
Perubahan adalah kondisi keterpurukan menuju kebangkitan yaitu perubahan dari kemiskinan menjadi kesejahteraan, kedzoliman menjadi keadilan, kebatilan menjadi kebenaran. Jika dikaitkan dengan fakta yang telah disampaikan oleh pemateri pertama, maka dapat dilihat bahwa saat ini indonesia berada pada kondisi keterpurukan. Ini semua disebabkan kerena tidak dijalankanya hukum-hukum allah secara kaffah baik dari segi pergaulan, pendidikan, sistem sanksi, sistem ekonomi dan lain-lain.
Perubahan kearah yang benar harus menggunakan metode yang benar jangan menggunakan metode yang dibuat oleh manusia, karena Allah adalah yang menciptakan manusia, maka allah yang paling mengetahui bagaimana cara mengatur manusia. Maka bagaimana cara kita merubah negara ini menjadi orang-orang yang bangkit. Tidak ada cara lain kecuali dengan mengikuti bagaimana rasulullah menjalankan aturan yang diberikan oleh allah kepada manusia seperti firman allah yang memerintahkan manusia untuk mengikuti rasulullah dalam surat al-ahzab : 21“Sungguh bagi kalian di dalam diri rasulullah itu ada teladan yang baik bagi orang-orang yang mengharapkan pertemuan dengan allah dan hari akhir dan banyak mengingat allah” dan dalam surat al-imran:31
“Katakanlah muhammad : jika kalian mencintai allah maka ikutilah aku maka allah akan mencintai kalian dan akan mengampuni segala dosa kalian dan allah maha pengampun lagi maha penyayang”
Metode rasulullah dalam menegakkan seluruh hukum Allah SWT dengan menerapkan seluruh aturan allah dalam sebuah negara di Madinah. Kemudian setelah beliau wafat, Abu Bakar ra menjadi khalifah lalu digantikan berturut-turut oleh Umar, Ustman dan Ali ra. Oleh karena itu setiap muslim wajib memperjuangkan untuk diterapkannya kembali hukum-hukum allah di bumi allah ini.
Acara seminar kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama peserta, berikut beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta.
Pertama dari ibu Zullfiani dosen UNSAM ” Jika demokrasi sudah tidak cocok untuk digunakan dinegara ini,maka sistem apa yang dapat digunakan di negeri ini?“. kedua oleh ibu Irawati-Ketua perwiridan “bagaimana kita memilih yang baik pada pemilu saat ini?”.
ketiga oleh saudari Rahima- Mahasiswi STAIN Zawiyah Cotkala “apa yang harus dilakukan untuk merubah sistem demokrasi saat ini sedangkan kita adalah rakyat biasa,yang tidak memiliki kekuasaaan?”
Keempat ibu Satariah dari ibu-ibu pengajian ”jika kita disuruh memilih orang-orang yang benar-benar memperjuangkan aturan allah, maka melihat caleg dan pemimpin saat ini tidak ada yang memperjuangkan islam, jadi apa yang harus dilakukan?”
Terakhir dari Putri – Mahasiswi STAIN Zawiyah Cotkala “Apabila demokrasi terus berlanjut diindonesia,,apa yang akan dilakukan oleh hizbut-tahrir?”
Yang harus diingat bahwa ketika nanti diakhirat, Allah akan mempertanyakan apa yang kita lakukan didunia, sama ketika kita memilih seorang pemimpin yang tidak menjamin akan menjalankan seluruh aturan-aturan allah, maka ini akan dipertanyakan dan diberikan sanksi oleh allah. Hidup ini adalah pilihan, pilihlah orang-orang atau pemimpin yang mau menjalankan aturan allah, jika tidak ada pemimpin yang mau memperjuangkan islam, maka mari sama-sama kita memperjuangkan diterapkannya aturan allah.
Hizbut tahrir bukan mengajak umat untuk golput, tetapi hizbut tahrir membimbing umat bagaimana memilih pemimpian yang sesuai dengan tuntutan syara’.jadi solusinya jelas yaitu dengan tidak terjebak dalam ritual demokrasi yang terus melanggengkan demokrasi yang diharamkan oleh Allah.
Hizbut tahrir diseluruh dunia tidak akan merubah metode dakwahnya, yaitu pembinaan kader, berinteraksi ditengah-tengah umat dengan melakukan penyadaran ditengah-tengah umat dan tahap terakhir yaitu dengan meminta pertolongan kepada yang memiliki kekuatan hingga tercapai tujuan hizbut tahrir seluruh dunia yaitu melanjutkan kembali kehidupan islam dalam naungan daulah khilafah. Memperjuangkan aturan allah untuk dterapkan secara kaffah adalah tanggung jawab seluruh umat muslim, bukan hanya kewajiban hizbut-tahrir.
Berdasarkan firman allah dalam surat al-baqarah ayat 208 “wahai orang beriman! Masukan kalian kedalam islam secara kaffah” dari sana jelas bahwa perintah untuk berislam untuk seluruh umat islam yang beriman, bukan hanya kepada hizbut-tahrir.
Closing statement oleh masing-masing pembicara ibu Ronriani “Demokrasi sistem kufur dan menyebabkan banyak kerusakan, maka mari kita tinggalkan demokrasi.” Dan ibu Salehah Hanum “niatkan diri agar setiap hari kita diridhai oleh allah, maka mari sama-sama kita memperjuangkan agar aturan allah diterapkan secara kaffah sehingga hari-hari kita diridhai oleh allah”. | AT | BL |
