Banda Aceh | acehtraffic.com— Dua warga Aceh Besar terkena tembakan
setelah sempat cek-cok dengan perwira polisi di Desa Titi Kecamatan
Montasik, Kamis 13 Maret 2014 malam. Sementara sang perwira polisi tewas
dibacok.
Informasi yang dihimpun acehkita.com, warga yang ditembak oleh Aiptu
Antoni (Kepala Urusan Pembinaan Operasional Polres Aceh Besar) itu
adalah Syahril dan Baihaqi. Mereka saat ini masih mendapatkan perawatan
intensif di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin.
Insiden penembakan ini bermula ketika Syahrial, Baihaqi, dan Aiptu
Antoni meminum air nira di sebuah warung di Desa Titi, Montasik. Mereka
kemudian terlibat adu mulut hingga akhirnya terlibat perkelahian
–kemudian berujung pada ditembaknya Syahrial dan Baihaqi di bagian paha
dan dada. Pasca penembakan ini, seorang warga membacok Aiptu Antoni dengan
parang.
Perwira Polisi Aceh Besar ini mengalami luka serius di bagian
kepala. Nyawanya tak tertolong saat dilarikan ke RSUZA.
Kronologis berbeda disampaikan Kepala Divisi Humas Polda Aceh
Komisaris Besar. Menurut Gustav Leo, kejadian itu bermula saat Antoni
nongkrong di sebuah warung sambil meminum air nira bersama Syahrial dan
Baihaqi.
Namun, dua rekannya itu cek-cok yang berujung pada perkelahian.Kata Gustav, Antoni berupaya melerai perkelahian itu dengan
memisahkan salah seorang rekannya menjauh dari lokasi. Usai memisahkan
keduanya, Antoni yang saat itu berpakaian dinas lengkap dan senjata api,
kembali ke warung nira tersebut.
Tiba-tiba,cerita Gustav, dari semak keluar pelaku dan membacok
korban. Antoni berupaya membela diri dengan melepaskan tembakan,
sehingga mengenai Syahrial dan Baihaqi. Antoni mengalami luka parah dan
mengeluarkan banyak darah.
Gustav menyebutkan, pelaku pembacokan polisi kini menjadi buronan.
“Seorang pelaku ini lagi kami cari. Identitasnya belum bisa kami
sampaikan,” kata Gustav kepada wartawan.| AT | R | Sumber acehkita.com

