Melbourne | acehtraffic.com- Tiga puluh enam hari lagi pemilu legislatif akan dilaksanakan, namun hampir setiap hari kita dengar rentetan kekerasan, penganiayaan, pemukulan, pembakaran, sampai pada pembunuhan brutal menimpa kader, simpatisan anggota partai terus terjadi di bumi serambi Mekkah Aceh tercinta. Selasa 04 Maret 2014.
Politik itu memang harus ada yang dikorbankan, pertayaannya apakah kita rela dan tega saudara seumat dan seagama, serta sebangsa kita jadikan korbannya ?
Demikian ungkap Ketua Achenes Australia Association Tgk. Sufaini Syekhy kepada wartawan, Senin 3 Maret 2014 melalui pesan elektroniknya.
Katanya, sehubungan dengan tewasnya Faisal seorang Caleg PNA nomor urut 1 dapil II Sawang–Meukek, Aceh Selatan, yang diberondong oleh orang tak dikenal pada hari Minggu (2/3), ini indikasi kondisi Aceh tidak kondusif menjelang pemilu. Jelas partai telah menghancurkan persatuan rakyat Aceh yang menyebabkan sesama anak bangsa bertikai hanya gara-gara ingin merebut kekuasan untuk mencari jabatan.
"Kami sangat mengecam keras kepada pihak yang menembak anggota PNA dan kita desak Polda untuk secepatnya mengungkap dan menangkap pelakunya serta menindak tegas kepada pelaku penembakan. Achenese Australia Association tetap komit untuk mengawasi perdamaian Helsinky di Aceh dan mengutuk keras semua kekerasan yang terjadi dan mengorbankan rakyat," katanya.
"Dengan semakin meluasnya kekerasan bersenjata di Aceh ini, masyarakat jangan tinggal diam. Masyarakat harus berani melaporkan kepada aparat berwajib untuk mempercepat pengungkapan kasus kriminal tersebut. Termasuk apabila ada hal-hal yang mencurigakan dan mengancam perdamaian Aceh," sebut Syekhy.
"Kita menuntut Pemerintah Aceh, sebagai milik seluruh masyarakat Aceh harus bisa membawa ke situasi yang aman, damai dan harus bisa menghentikan kekerasan di Aceh yang semakin tidak terkendali karena perbedaan politik. Selain itu ada Wali Nanggroe sebagai simbol pemersatu rakyat Aceh, dimana Sang Wali Nanggroe ketika rakyat terpecah belah," cetusnya.
"Kita sedih melihat Aceh hari ini, tega-teganya hanya gara-gara kekuasaan rela membunuh. Kita minta rakyat untuk tidak memilih caleg yang diusung dari Partai Anarkis. Kita minta rakyat bersatu padu untuk menghentikan pihak-pihak yang berusaha merusak perdamaian Aceh. Tentunya ini harus mendapat dukungan dari semua pihak baik ulama, mahasiswa, mantan TNA, tokoh-tokoh dan masyarakat secara umum," demikian ucap Tgk. Syekhy. | AT | RD| SD|

