News Update :

Terkait Devisit Arus, Gardu Induk (GI) Alue Bate, PLN Tambah Arus 10 MW Di Aceh Timur.

Kamis, 27 Februari 2014

Aceh Timur | acehtraffic.com-  Terkait sering tarjadinya pemadaman listrik di wilayah kerja PLN rayon Idi Rayeuk, dan sekitarnya. Gardu induk (GI) yang berada didesa  Alue Bate, kecamatan Peureulak Barat, Kab, Aceh Timur. Kini sedang melakukan pekerjaan penambahan daya arus sebesar 10 MW. Rabu 26 Februari 2014

,"Mesin penambahan daya arus listrik  tersebut diperkirakan akan beroperasi pada awal bulan maret atau akhir maret 2014" ujar ridwan salam manager PLN Rayon Idi, di kantornya, Selasa 25 Februari 2014.

Ridwan menambahkan bahwa pemadaman listrik dalam satu bulan terakhir ini di wilayah kerjanya, dikerenakan devisit arus dari Sumatera Utara (Sumut). Maka Dengan adanya penambahan daya arus, Nantinya PLN rayon idi akan sangat terbantu. dengan sendirinya masyarakat di wilayah PLN rayon idi akan mengurangi pemadaman dari dampak devisit tersebut. Katanya.

Pekerjaan Penambahan arus ini Ditargetkan selesai di pertengahan atau akhir maret bulan depan dan langsung bisa dinikmati oleh pelangan. Penambahan daya dilakukan kerena besarnya kebutuhan dan perkembangan masyarakat aceh timur, disamping aktifnya perKantoran Pemerintahan Daerah Kab. Aceh timur yang baru. Selain itu juga meningkatnya pertumbuhan pelanggan dalam 2 tahun terakhir, sejak di aktifkannya Pemerintahan Aceh Timur ke Kota Idi Rayeuk.

"Memang selama ini diwilayah rayon kita sangat sering pemadaman listrik bergilir, pemadaman terjadi bukan karena  gangguan di bagian Rayon idi, tetapi mengalami devisit arus dari sumatera utara, (Sumut)", Ujar Ridwan Salam. 

Dia menambahkan bahwa terjadi pemadaman listrik umunya di sore dan malam hari pada saat beban puncak pukul 18.00. s\d 22.00. sementara Untuk Beban puncak di PLN Rayon idi rayeuk dan Unit2nya dibutuhkan arus sebanyak 14 MW. Katanya.

Sementara itu kepala pln rayon idi menambahkan bahwa Pada tahun 2012/2013,PLN rayon idi rayeuk sudah melakukan pemasangan tiang listrik dan penambahan jaringan ke sejumlah pelosok perdesaan terpencil di aceh timur, salah satunya dikecamatan pante bidari tepatnya di desa sijudo, sah raja dan desa HTI, yang saat ini jarak tempuhnya 35 KM dari pusat kota kecamatan pante bidari. sebelumnya mereka hanya menggunakan aliran listrik tenaga suria. 

Selain itu, pantauwan wartawan di sejumlah lokasi terlihat kabel-kabel yang berserakan tanpa tiang listrik di perdalaman aceh timur, menurutnya kabel listrik seperti ini terjadi sudah sejak pasca konflik di aceh, sehingga butuh waktu yang lama untuk menata kembali kabel-kebel tersebut. 

Sementara untuk Penambahan tiang listrik baru bisa dilakukan apabila konsumennya banyak menggunakan jasa PLN, "kalau penduduk hanya beberapa orang seja tentu PT. PLN tidak akan menginvestasikan asetnya tanpa mendapat keuntungan perusahaan, maka pemasangan akan ditunda sampai masyarakat banyak memakai jasa PLN" ujarnya. | AT | RD| SD|
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016