News Update :

Pusat Bahasa Asoe Lhok Australia Didirikan

Rabu, 19 Februari 2014

Australia | acehtraffic.com- Untuk mengembangkan kembali bahasa asoe Lhok atau bahasa Aborigin yang meruapakan bahasa asli  pemilik negara Australia,. Pemerintah membentuk sebuah pusat budaya dan bahasa Aborigin yang bertujuan membangkitkan bahasa bumiputera Australia diluncurkan hari Rabu 19 Februari 2014  di kota Coffs Harbour, New South Wales.

Dikutip dari laman Radio ABC Australia, Menteri urusan bumiputera, Victor Dominello, secara resmi meluncurkan sentra bahasa yang bernama Northern Gumbaynggirr Aboriginal Language and Culture Nest, di Education Campus.
Bahasa Gumbaynggirr secara tradisional digunakan di kawasan yang dibatasi oleh sungai Nambucca, di sebelah selatan, dan sungai Clarence, di Utara, serta di arah barat, setelah dataran Guyra.

Menurut Dominello, proyek tersebut dikembangkan setelah diadakan konsultasi dengan lebih dari 1.000 perwakilan dari pihak bumiputera. Bahasa Aborigin terancam punah, ucapnya.

"Bahasa merupakan kunci dari begitu banyak hal yang penting bagi komunitas-komunitas Aborigin," ucap Dominello, "Karena itulah, kita memulai Language and Culture Nests dengan bekerjasama dengan masyarakat."

Dengan proyek ini, akan ada cara belajar bahasa Aborigin Gumbaynggirr yang sistematis di sekolah-sekolah.

"Jadi, kalau ada siswa Aborigin, atau bahkan siswa non-Aborigin, berbakat dalam bidang bahasa dan ingin mengembangkan bakat tersebut, sudah ada jalurnya, mulai dari sekolah dasar, hingga sekolah menengah, universitas. Saat ini, hal macam itu, dalam bentuk terkoordinir, belum ada," ucapnya. | AT | R | Sumber Radio ABC |

Asal Muasal Suku Oborigin
 
Sejarah Awal Adanya Suku Aborigin di Australia - Australia adalah negara terbesar ke-enam di dunia dari segi luasnya, lebih kecil bila dibandingkan dengan Rusia, Kanada, Cina, Amerika Serikat, dan Brasil. 
Australia adalah benua terkecil, sedangkan yang terbesar adalah Asia yang luasnya 44.614.000 km2. Manusia menghuni Australia sudah sejak lama sekali. Penghuni asli Australia disebut orang Aborijin. Dalam bahasa Latin kata 'aborigine' mempunyai arti 'dari awal mula'.

Suku Aborigin dan Torres Strait Islander adalah suku Pribumi Australia. Mereka sudah tinggal dan memlihara tanah air Australia selama hampir 60.000 tahun dengan menggunakan sistem pemerintahan dan hukum mereka sendiri. 
Konon, mereka menetap di benua terkecil itu selama ribuan tahun yang lalu. Tapi kemudian mereka tergeser oleh bangsa pendatang yang lebih “cerdas” berkulit putih dari Eropa.

Suku Aborigin di Australia

Salah satu budaya yang terkenal dari suku Aborigin adalah senjata berburu yang sering mereka gunakan, yaitu Boomerang. Senjata ini sangatlah unik karena setelah dilempar jauh,dapat kembali lagi, senjata ini sering digunakan untuk berburu di hutan maupun padang savannah. Dalam kehidupan sehari-hari suku Aborigin memang di habiskan untuk berburu binatang liar seperti Kanguru (binatang khas Australia), selain menggunakan Boomerang mereka juga menggunakan senjata-senjata tradisional seperti tombak dan panah.


Di saat musim dingin suku Aborigin menggunakan pakaian yang terbuat dari kulit kanguru. Bagi orang-orang Aborigin yang masih hidup secara tradisional, mereka tidak pernah mengenal bercocok tanam dan memelihara ternak, itulah sebabnya kelompok mereka tidak pernah pergi jauh dari sumber air maupun sungai. 
Tempat tinggalnya pun masih bersifat nomanden atau berpindah-pindah, rumah yang dibuatnya pun sangat sederhana dan hanya terbuat dari ranting-ranting pohon dan daun-daun yang di susun.

Dalam kehidupan bersosial antar suku, sebuah kelompok Aborigin diketuai oleh seorang pemimpin suku, ketua suku tersebut juga merangkap jabatan sebagai dukun atau tabib, dan turut memimpin dalam ritual-ritual adat maupun acara perkawinan.

Suku Aborigin sendiri terbagi atas banyak kelompok menurut wilayah yang mereka tinggali, diantaranya adalah Aborigin Bama di wilayah Queensland, Aborigin Koori di wilayah New south Wales dan Victoria, Aborigin Murri di wilayah Queensland selatan, Aborigin Noongar di wilayah selatan bagian Australia barat, Aborigin Nunga di wilayah Australia selatan, Aborigin Anangu di wilayah dekat perbatasan Australia selatan dan barat, serta Aborigin Palawah yang tinggal di pulau Tasmania. 
Komunitas Aborigin terbanyak ialah Aborigin Anangu yang memiliki populasi 32,5% dari seluruh orang Aborigin di Australia, namun jika dihitung keseluruhan dengan penduduk Australia suku Aborigin hanya berjumlah 517.000 jiwa dan jika di persentasi hanya 2,3%.

Sempat terjadi diskriminasi dari orang-orang Eropa terhadap suku Aborogin, bahkan suku Aborigin kerapkali dianggap sebagai Fauna/hewan, namun diskriminasi tersebut saat ini berangsur-angur melunak, dan salah satu strategi politik untuk permasalahan Aborigin adalah dengan proses Asimilasi antara orang kulit putih dan kulit hitam Suku Aborigin.
 Perkawinan campur ini banyak membuat anak-anak mereka menjadi tidak lagi berkulit hitam, bahkan untuk generasi-generasi berikutnya semakin putih sama dengan orang Eropa.| Sumber den-mpuh.blogspot|
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016