
Acehtraffic.com - Turki mengirim konvoi sekitar 30 kendaraan militer, termasuk truk sarat dengan peluru rudal ke perbatasan Suriah.
Menurut laporan media pemerintah Turki, Kamis(28/6), konvoi itu meninggalkan kota Iskenderun di provinsi selatan Hatay, menuju perbatasan Suriah.
Sejumlah kendaraan militer juga dikerahkan secara terpisah di kota perbatasan Reyhanli di Hatay.
Berdasarkan laporan tersebut, Ankara juga mengangkut kendaraan lapis baja untuk perlengkapan militer di kota Sanliurfa, ibukota provinsi tenggara Sanliurf yang dekat dengan perbatasan Suriah.
Langkah tersebut diambil dua hari setelah harian Turki Hurriyet pada tanggal 26 Juni melaporkan bahwa Ankara telah mengerahkan sejumlah besar kendaraan militer ke perbatasan Suriah, termasuk 15 tank lapis baja, dan kendaraan militer lainnya.
Pada tanggal 22 Juni, pasukan pertahanan udara Suriah menyatakan telah menembak jatuh sebuah jet tempur Turki tipe F-4 Phantom yang terbang di wilayah udara Suriah. Pesawat tersebut dilaporkan jatuh di Laut Mediterania.
Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu kepada televisi TRT (24/6) mengklaim bahwa pesawat Turki ditembak jatuh di wilayah udara internasional, 13 mil laut dari Suriah.
Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Suriah Jihad Makdissi dalam sebuah konferensi pers di Damaskus sehari kemudian menepis klaim tersebut dan menegaskan bahwa jet tempur TurkiF-4 Phantom telah melanggar wilayah udara Suriah, dan pada gilirannya pertahanan udara Suriah menyerang balik dan pesawat itu jatuh di dalam perairan teritorial Suriah.
Pada tanggal 26 Juni, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Ankara akan membalas tindakan itu dan mengambil langkah yang diperlukan.
Statemen Erdogantersebut dikeluarkanpada hari yang sama ketika Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam pertemuan dengan pemerintah barunya mengatakan bahwa negara berada dalam situasi perangyang nyata.(*) | IRIB

0 komentar:
Posting Komentar