Lhokseumawe | Acehtraffic.com - Aktifitas eksplorasi migas
di block Sawang Matang Lada, Aceh Utara. PT Zaratex NV dalam melakukan seismic
2D meski mendapatkan izin dari pemerintah namun sepertinya tak pernah
mendapatkan restu dari masyarakat adat setempat. Permasalahan yang tak kunjung
reda terhadap masyarakat adat itu terus didendangkan.
Belum lagi selesai masalah yang
satu timbul lagi masalah lainnya. Seperti yang terjadi pada Rabu, 27 Juni 2012
dini hari, kabel recording Zaratex NV dibakar orang tak dikenal [OTK] setelah
sebelumnya dipotong-potong terlebih dahulu di wilayah Lhok Drien Gampong Riseh
Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.
Pembakaran gulungan kabel
recording ini dibenarkan oleh Humas Quality Zaratex NV Hilmin Juanda kepada
reporter The Aceh Traffic pagi tadi, Jum’at 29 Juni 2012 ketika bertemu
masyarakat adat yang menjaga kebunnya agar tidak ternoda oleh kabel recording
Zaratex NV. Dia mengatakan kasus itu sudah diserahkan kepada polsek sawang. “aku
lupa nama desanya. Kasus ini telah kita serahkan kepada Polsek Sawang, biarlah
mereka mengusut kasus ini,” kata Hilmin Quality Zaratex NV.
Ditempat yang terpisah, Kapolsek Sawang
Iptu Basri Karno sepertinya hendak bersilat lidah saat di konfirmasi reporter The Aceh
Traffic selepas shalat Jum’at, 29 Juni 2012 dengan mengatakan bahwa pembakaran
terhadap kabel recording tersebut tidak ada. “Kalau memang ada kejadian itu,
pasti pelakunya sudah kita tangkap,” ucap Ibnu Basri Karno dengan nada angkuh.
Padahal sebelumnya, Kamis 28 Juni
2012 sekira pukul 17:30 WIB Kapolsek Sawang dihadapan warga Blang Reuling yang
menahan mobil Zaratex mengatakan, “beuklam pih na masalah di gampong Riseh,
Lhok Drien di teut kawat [tadi malam pun ada masalah di desa Riseh, Lhok Drien
di bakar kawat/kabel].” Ucap Kapolsek Sawang sembari menyalami warga alue ie
masam gampong Blang Reuling. Sebelumnya,
awal juni 2012 yang lalu kabel Zaratex NV juga pernah dibakar di
perbatasan Sawang - Nisam Antara | AT | HR |


0 komentar:
Posting Komentar