News Update :

ACEH

POLITIK

NUSANTARA

Tampilkan postingan dengan label international. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label international. Tampilkan semua postingan

Gara-Gara Himalaya, India dan Cina di Ambang Ancaman Konflik Bersenjata

Kamis, 17 Agustus 2017


India | acehtraffic.com- Pasukan militer India dan China dilaporkan tengah bersiap menghadapi kemungkinan munculnya konflik bersenjata di wilayah sengketa di Himalaya, jika solusi damai tidak berhasil disepakati. 

Dua bulan yang lalu, pasukan India menghadapi pasukan Cina yang bekerja di Dataran Tinggi Doklam, area strategis yang menjadi perbatasan antara Tibet, India, dan Bhutan. Cina menuntut agar pasukan India mundur sebelum melakukan pembicaraan, sementara India meminta setiap pihak untuk mundur dari Doklam.

South China Morning Post melaporkan, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) memiliki rencana untuk menggunakan rudal untuk melawan pasukan India jika terjadi konflik. 

"PLA tidak akan berusaha untuk berperang dengan tentara India sejak awal. Alih-alih mereka akan mengerahkan pesawat terbang dan rudal strategis untuk melumpuhkan tentara yang ditempatkan di Himalaya di perbatasan dengan Cina," kata seorang sumber kepada surat kabar tersebut tanpa menyebut nama.

Dalam pidato Kemerdekaannya pada Selasa (15/8), Perdana Menteri India Narendra Modi juga berbicara tentang kemampuan negara tersebut dalam menghadapi tantangan keamanan dari Cina. Modi tidak secara langsung merujuk pada sengketa perbatasan, namun ia menegaskan keamanan adalah prioritas pemerintah India.

"Sudah jelas keamanan negara kita adalah prioritas kami. Keamanan internal adalah prioritas kami. Baik itu laut atau perbatasan, baik itu siber atau ruang angkasa. India mampu mengatasi setiap tantangan keamanan," ungkapnya.

Profesor Steve Tsang, Direktur SOAS China Institute, mengatakan kepada The Independent, tidak mungkin kedua pihak akan melakukan aksi militer. Menurutnya, tidak ada pihak yang menginginkan terjadinya konflik pada saat ini.

"Jika disiplin militer di kedua belah pihak tetap bertahan, saya tidak mengharapkan mereka akan meningkatkan ketegangan, karena ini bukan kebijakan pemerintah. Kedua pihak tidak mau mundur tapi tidak ada pihak yang menginginkan konflik pada saat ini," ujar Tsang.

Sebuah sumber pekan lalu mengatakan, militer India telah meningkatkan kesiapan operasionalnya di sepanjang perbatasan India timur dengan Cina. Langkah tersebut diambil karena gagalnya upaya diplomatik untuk memecahkan kebuntuan sengketa kedua negara.

Cina telah berulang kali memperingatkan adanya eskalasi jika India tidak menarik pasukannya dari perbatasan. Global Times mengatakan jika Modi melanjutkan aktivitas di perbatasan, Beijing akan melakukan tindakan balasan. (republika) 

Senjata Mainan Anak Palestina Disita Tentara Israel

Rabu, 16 Agustus 2017

Yarussalem | acehtraffic.com- Pasukan pendudukan Israel mengumumkan bahwa mereka menyita mainan anak-anak dari Kota Jenin, Tepi Barat, Palestina. Dilansir dari Middle East Monitor, Rabu (16/8), dalam sebuah pernyataan, tentara Israel mengatakan bahwa pasukannya melakukan sebuah kampanye untuk melawan senjata udara yang digunakan oleh anak-anak.

Pasukan Israel khawatir mainan yang digunakan anak-anak tersebut akan diubah menjadi senjata mematikan. Komandan Komando Pusat Militer Israel mengeluarkan perintah militer yang melarang kepemilikan mainan yang serupa dengan senjata nyata atau yang bisa menjadi senjata sungguhan.

Tentara pendudukan Israel mengklaim bahwa sejumlah serangan dilakukan terhadap petugas dan posisinya dengan menggunakan mainan dengan penggunaan ganda. Ditambahkan bahwa tahun lalu ditemukan 43 toko membuat senjata dan 450 senjata yang berbeda. Sejauh tahun ini, pihaknya mengklaim telah menemukan 25 produsen senjata dan 215 senjata. (republika)

President Obama Diskusi Kesetaraan

Senin, 14 November 2016

acehtraffic.com- President Obama and Ellen Discuss the Road to Equality- Buka VIDEOnya 


Washing New 2000 Tembus Pengunjung 500 ribu

acehtraffic.com- Sebuah video berjudul Washing New 2000 RUPEE No GPRS Chip in This NOTE watch Exclusive Full video menembus 500 ribu pencari. Ini Videonya 

Donald Trump di 'Warning' NATO

Brussels | acehtraffic.com- Negara-negara Barat tengah menghadapi tantangan keamanan terbesar. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg. Terkait dengan hal tersebut Stoltenberg pun mengeluarkan peringatan dramatis terhadap presiden terpilih AS, Donald Trump.

"Berjalan sendiri bukanlah sebuah pilihan, baik bagi Uni Eropa atau bagi AS," tegas Stoltenberg seperti dilansir The Guardian, Minggu (13/11/2016).

Dalam tulisannya di Observer, Stoltenberg mengingatkan 'pertumpahan darah' yang dilakukan NATO demi membantu AS pasca-serangan 9/11. Ia juga menegaskan daripada 'memperdalam perbedaan' antar 28 anggota NATO lebih baik 'memelihara persatuan' di bawah 'kepemimpinan AS yang kuat

Selama masa kampanyenya, Trump menyebut NATO sudah 'usang'. Ia bahkan mencuatkan pertanyaan apakah AS di bawah pemerintahannya kelak akan membantu negara anggota NATO lainnya jika mereka mendapat serangan.

"Kita menghadapi tantangan keamanan terbesar. Tak ada waktu untuk mempertanyakan nilai kemitraan Eropa dan AS," kata mantan perdana menteri Norwegia itu.

"Klausul pertahanan diri NATO menyebutkan bahwa serangan terhadap salah satu negara anggota adalah serangan terhadap semuanya, inilah yang mendukung AS pasca-serangan teroris 9/11. Ini lebih dari sekadar simbol. NATO lantas mengambil alih operasi di Afghanistan. Ratusan ribu tentara Eropa telah bertugas di sana sejak saat itu. Dan lebih dari 1.000 pasukan telah kehilangan nyawa dalam sebuah operasi yang merupakan respons langsung terhadap serangan ke AS," imbuhnya.

Di lain sisi, Stoltenberg mengakui bahwa sebagai sekutu AS, NATO harus meningkatkan kontribusinya mengingat Negeri Paman Sam merupakan donatur terbesar pakta pertahanan tersebut. AS menyumbang 70 persen anggaran NATO.

"Tentu ada perbedaan. Namun para pemimpin di kedua sisi Atlantik dan seluruh spektrum politik mengakui hubungan yang unik antara kami. Kebanggaan bersejarah kami salah satunya adalah menghadapi tantangan bersama," tulis Stoltenberg.

"Di tengah ketidakpastian ini kita membutuhkan kepemimpinan AS yang kuat dan kita membutuhkan Eropa untuk membagi beban. Tapi di atas semuanya kita memerlukan kemitraan Eropa dan Amerika...," imbuhnya.

Pernyataan Stoltenberg tersebut dinilai menjadi gambaran tentang keprihatinan mendalam di kalangan militer Eropa yang muncul selang beberapa hari setelah hasil pemungutan suara pilpres AS menunjukkan kemenangan Trump. Bagaimana pun, presiden terpilih AS itu pernah mengeluarkan sejumlah pernyataan tak bersahabat kepada NATO.

Pada Juli lalu ia mengatakan, NATO tak mampu menangani terorisme. Namun hal ini dibantah Stoltenberg, ia mengklaim NATO telah memainkan peran penting dalam melawan ISIS dan memperkuat kemitraan di Afrika Utara dan Timur Tengah untuk memerangi terorisme.

Trump juga menegaskan ia dengan senang hati akan mengatakan kepada negara anggota NATO yang tidak memberi perlindungan militer kepada AS, "Selamat, Anda akan melindungi negara Anda sendiri".

Dalam tulisannya, jenderal NATO itu juga menyinggung tentang keagresifan Rusia beberapa tahun terakhir. Pergerakan Rusia di sejumlah wilayah perbatasan dengan negara-negara anggota NATO menurutnya juga harus dilihat sebagai ancaman nyata yang harus direspons Barat. Ini berbeda dengan sikap Trump yang mengindikasikan akan membangun hubungan baik dengan pemerintahan Vladimir Putin. (liputan6.com)

Sempat Ditawan, Kapal Amirika Di Lepas Iran

Kamis, 14 Januari 2016

Teheran | acehtraffic.com– Amerika Serikat meminta pihak berwenang di Iran mengembalikan dua kapal Angkatan Laut-nya bersama sepuluh awak kapal yang ditahan petugas keamanan Iran, Selasa, 12 Januari 2016.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Amerika di Pentagon, Washington, Peter Cook, mengatakan kepada kantor berita DPA, setelah kehilangan kontak dengan dua kapal tersebut, “Kami menghubungi pihak berwenang di Iran. Mereka membenarkan menahan dua kapal tersebut dan semua awaknya dalam kondisi selamat.”

Cook menjelaskan kepada kantor berita Associated Press, saat sedang melakukan perjalanan antara Kuwait dan Bahrain, kapal tersebut tiba-tiba tidak bisa dihubungi. “Kami telah menghubungi otoritas Iran dan menerima jaminan bahwa kapal beserta semua awaknya akan dikembalikan dalam waktu yang tepat.”

Salah seorang pejabat di Kementerian Pertahanan Amerika yang tak bersedia disebutkan namanya menuturkan kapal tersebut sedang melakukan latihan rutin di perairan Teluk, tapi salah satunya mengalami masalah teknis.

“Perairan itu secara rutin digunakan latihan mengumpulkan informasi intelijen oleh Amerika Serikat, Iran, dan negara-negara Teluk. Kami berharap semua awak dan kapalnya dibebaskan pada Rabu, 13 Januari 2016,” ujar seorang pejabat senior yang tak disebutkan namanya.

Menurut laporan kantor berita Iran, Fars, kedua kapal membawa “senjata berat”.

Wartawan  Al Jazeera, Rosiland Jordan, yang melaporkan dari Washington menuturkan Gedung Putih telah mendapatkan informasi mengenai insiden ini dan segera bekerja sama dengan Iran agar kapal beserta awaknya dilepaskan secepatnya.

Dia menjelaskan, belum jelas kapan Iran akan membebaskannya. “Kami mencemaskan kondisi mereka,” kata Jordan.
(tempo.co | foto sepahnews.ir/TIMA/Handout via Reuters)

Isis Hajar Jatuih Jet Tempur Irak

Jumat, 19 Juni 2015

acehtraffic.com - Kelompok militan ISIS mengklaim telah menembak jatuh jet tempur Irak yang tengah melakukan misi pengeboman di Ramadi. 

Diberitakan Reuters, Kamis (18/6), dalam akun Twitternya, salah satu brigade tempur ISIS, al-Sahwa, mengklaim telah menembak jatuh jet tempur Irak.


Mereka mengatakan, jet Su-25 buatan Rusia itu terbakar hebat sebelum akhirnya jatuh setelah ditembak dari darat. Jet itu disebut tengah dalam operasi penyerangan ke markas ISIS di Ramadi, kota sebelah barat Baghdad.


Media sulit memastikan kebenaran berita tersebut karena akses masuk yang minim.

Dalam menghadapi ISIS yang telah menguasai sepertiga wilayah Irak, pemerintah Baghdad mengandalkan bantuan dari koalisi Amerika Serikat dan militan relawan Syiah.

Ramadi adalah kota utama yang menjadi sasaran serang Irak demi membendung perkembangan ISIS.   | Sumber CNN Indonesia|                  

Indonesia Upayakan Hubungan Baik Dengan Negara Perintis Indonesia

Sabtu, 25 April 2015


Den Haag | acehtraffic.com- Indonesia akan mengupayakan hubungan yang sangat tinggi dengan Belanda dan saling bisa memahami. Kamis 23 April 2015. 

Belanda adalah negara terlama menjajah Indonesia, bahkan produk hukum di Indonesia masih banyak mengadopsi negara yang pertama membawa Kopi ke tanah Gayo Aceh itu.

Pernyataan itu disampaikan Kuasa Usaha Ad-interim (KUAI) KBRI Den Haag Ibnu Wahyutomo dalam acara ramah tamah dengan media di Belanda. Dirilis detik.com, KUAI mengundang jurnalis senior media di Belanda dalam Media Luncheon untuk mengenalkan diri dan santap siang bersama di KBRI Den Haag, Mereka antara lain Paul Jansen (De Telegraaf), Hilde Jansen (Algemeen Dagblad), John Othman (Indo Radio), Theo Harkens (freelancer, ex Geassocieerde Pers Diensten), Eddi Santosa (Detikcom), dan Roy Lee Tjam (Diplomat Magazine).

 “Pertemuan dengan media ini merupakan salah satu langkah strategis yang diambil oleh KBRI Den Haag untuk terus menjalin komunikasi dengan para jurnalis Belanda guna memberikan pemahaman mengenai Indonesia terkini,” ujar KUAI. 


KUAI antara lain menjelaskan mengenai update berbagai perkembangan hubungan Indonesia dan Belanda, termasuk masalah-masalah internasional yang tengah menjadi topik dunia. | AT | Detik.Com|

Parlemen Malaysia Setujui Revisi UU Penghasutan

Sabtu, 11 April 2015


Kuala Lumpur | acehtraffic.com-  Malaysia telah memperkuat aturan kontroversial tentang penghasutan. Pemerintah memaksakan hukuman penjara minimal tiga tahun dan memungkinkan pemerintah untuk memblokir media online yang dianggap menghasut, demikian pernyataan seorang anggota parlemen pada Jumat.


Diperkuatnya Undang-undang Penghasutan, yang pernah dipraktekkan saat pemerintahan kolonial Inggris, muncul setelah terjadinya tindakan brutal di mana puluhan orang ditahan dalam beberapa pekan terakhir karena memprotes penahanan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim yang dipenjara pada Februari atas tuduhan sodomi.



Revisi terbaru atas aturan itu tercapai setelah melewati lebih dari 12 jam terjadi perdebatan di parlemen hingga Jumat dini hari, 10 April 2015.



Beberapa klausul yang disepakati dalam undang-undang baru tersebut antara lain diubahnya sanksi hukuman terberat bagi mereka yang dihukum dengan aturan ini. Sanksi denda 5.000 ringgit dan hukuman penjara tiga tahun, diganti menjadi hukuman penjara wajib antara tiga sampai tujuh tahun. 



"Meskipun hukumannya lebih keras, tapi kritik terhadap pemerintah atau lembaga peradilan tidak akan lagi dianggap sebagai hasutan," kata Wakil Menteri Dalam Negeri Wan Junaidi Tuaku Jaafar.



Jaafar juga menambahkan pengadilan akan menentukan apakah seseorang yang didakwa dengan tindakan menghasut dapat dibebaskan dengan jaminan, meskipun sejak menjadi tersangka ia dapat dicegah berpergian ke luar negeri.



Undang-Undang Penghasutan adalah salah satu dari serangkaian undang-undang yang sebenarnya hendak dicabut oleh pemerintahan Perdana Menteri Najib Razak. Namun, Perdana Menteri Razak menahan niat tersebut setelah hasil pemilu yang mengecewakan pada 2013. Dan UU Penghasutan sejak saat itu digunakan terhadap politisi oposisi, wartawan, akademisi, dan aktivis yang berseberangan dengan dirinya.



"Anda harus ingat bahwa lingkungan selalu berubah. Dari waktu ke waktu, kita perlu kembali mengevaluasi segala hal," kata Najib pada Kamis, 9 April 2015.



Bulan lalu, pihak berwenang menangkap editor dari sebuah portal berita online karena dianggap menghasut dan memicu protes atas penerapan dari aturan hukum tersebut.



Langkah pemerintah untuk memperkuat UU Penghasutan telah dikritik oleh politisi oposisi dan kelompok hak asasi, termasuk Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia



"Ini sangat mengecewakan bahwa Pemerintah Malaysia malah kini mengusulkan untuk membuat hukum yang buruk menjadi lebih buruk," kata Komisaris Zeid Ra'ad Al Hussein dalam sebuah pernyataan sebelum pemungutan suara parlemen. | Sumber  TEMPO | REUTERS | MECHOS DE LAROCHA | Sumber Foto AP| 

Serangan Bom Bunuh Diri Hantam Afghanistan, 17 Tewas

Kamis, 02 April 2015

Islamabad | acehtraffic.com -  Setidaknya 17 orang dilaporkan tewas dan 39 lainnya terluka akibat serangan bom bunuh diri di Afghanistan. Serangan terjadi di Kota Khost.
Menurut Kepala Polisi Khost, Faizullah Ghairat, ledakan terjadi tidak jauh dari rumah gubernur. Saat itu tengah terjadi protes menetang gubernur.
"17 orang tewas dalam kejadian ini, sementara 39 lainnya menderita luka-luka. Sebagian besar korban luka dalam kondisi kritis," tutur dokter Rumah Sakit Khost, Aminullah Khan, seperti dikutip KUNA, Kamis 2 Maret 2015.
Ratusan orang tengah melakukan protes menentang gubernur. Mereka menuntut agar Gubernur Khost dicopot.
Tidak diketahui siapa pelaku dari pengeboman ini. Polisi menyebutkan belum ada satu pihak pun yang mengaku bertanggung jawab.[*]
Sumber: metrotvnews.com

INTERNASIONAL

LINGKUNGAN

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016