News Update :

ACEH

POLITIK

NUSANTARA

Tampilkan postingan dengan label Barat Selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Barat Selatan. Tampilkan semua postingan

KPA Nagan Siapkan Calon Bupati Untuk 2017

Senin, 11 Januari 2016

Nagan Raya | acehtraffic.com – Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Partai Aceh Nagan Raya mulai rapatkan barusan untuk menyatukan sikap untuik pencalonan Bupati dan Wakil di 2017 mendatang, nama yang telah muncul bersama Partai Aceh (PA) setempat menggelar rapat konsolidasi terhadap adalah Muhammad Jamin Idham sebagai Balon Bupati dan Chalidin Oesman sebagai bakal calon bupati dan wakil. Minggu, Minggu 10 Januari 2016.

Tgk Ali Hasyimi Ketua KPA Nagan Raya, mengatakan, kandidat bupati Nagan dari KPA dan Partai Aceh adalah M.Jamin Idham wakilnya, Chalidin Oesman. “Kita akan menaangkan pasangan ini,” Ujar Ali Hasyimi

Dalam kusyawarah tersebut pihaknya mengyundang para panglima dari tingkat daerah hingga Sagoe, begitu juga dengan pengurus partai dari tingkat kabupaten hingga desa. (acehbaru.com)

Pembakaran Gereja, Bupati dan Gubernur Aceh Sasaran Tudingan

Kamis, 15 Oktober 2015

acehtraffic.com – Kerusuhan isu agama di Aceh Singkil membuat satu Gereja terbakar dan satu lainnya dirusak. Satu orang dilaporkan tewas dan tujuh lainnya terluka. Insiden yang sering datang jelang pilkada dan jelang berbagai pemilihan lainnya terjadi sejak 1979 silam. Selasa, 13 Oktober 2015 ternyata singgah lagi, skalanya lebih besar. Kali ini ‘pelor’ sedang tertuju ke Bupati dan Gubernur Aceh

Diberitakan TEMPO.CO, Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) meminta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo segera mengevaluasi kerja Bupati Aceh Singkil, Safriadi dan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dalam mengelola keberagaman di Aceh.

Baca lengkap :Gereja Dibakar, Ekses ‘Pelor’ Kepada Bupati dan Gubernur Aceh

Keputusan Soal Gereja Singkil, Tahun 1979

acehtraffic.com - Ketenangan masyarakat kabupaten Aceh Singkil mendadak riuh. Demontrasi Pemuda Peduli Islam (PPI) Aceh Singkil, Selasa 6 Oktober 2015 lalu mengundang kisah lama. Mereka mendesak pemerintah daerah membongkar rumah ibadah yang tak berizin, dan mereka memaklumat pemerintah untuk kembali ke perjanjian tahun 1979.

Berpuluh tahun ke belakang, Aceh Singkil merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Aceh Selatan. Singkil memang berbeda dengan kebanyakan Aceh umumnya. Berada di perbatasan Sumatera Utara menjadikan daerah ini berpenduduk beragam. Sejarah Kristen masuk kesana sudah sejak tahun 1930.


Ajaran Nasrani itu pertama dibawa oleh Evangelist I.W Banurea tahun 1932 dari Salak Pak Pak Bharat. Keberadaan PT perkebunan Sawit Socfindo yang pekerjanya ada yang beragama Kristiani menjadi alasan pertama Evangelist I.W Banurea untuk mendirikan rumah ibadah. Pasca itu rumah ibadah ummat Kristiani terus bertambah. LENGKAPNYA BACA Perjanjian 1979, Akar Kerusuhan Agama Di Singkil

Kerusuhan Agama di Singkil, Apa Pemicunya?

Rabu, 14 Oktober 2015

acehtraffic.com- Walaupun banyak orang menyebutkan ini adalah persoalan tahunan, namun insiden kali ini tergolong yang terparah dari berbagai insiden sebelumnya. Akibatnya  satu Gereja HKI Deleng Lagan, Kecamatan Gunung Meriah terbakar, seorang meninggal dunia karena terkena tembakan senjata penembak babi dan empat lainnya luka-luka.

Insiden kali ini rentetannya  berawal dari unjuk rasa yang dilakukan Pemuda Peduli Islam (PPI) Aceh Singkil menggelar unjuk rasa, Selasa 6 Oktober 2015 lalu. Dalam unjuk rasa tersebut massa meminta rumah ibadah ummat Kristen yang tidak memiliki izin di seluruh kabupaten Singkil untuk di bongkar.Massa PPI memberikan waktu sepekan untuk pemerintah.

Karena perkembangan situasi semakin memanas, Senin, 12 Oktober 2015 Muspida menggelar rapat, dalam rapat tersebut terjadi kesepakatan  rumah ibadah yang tak berizin dibongkar. Sesuai rencana, pemerintah akan membongkar gereja pada 19 Oktober 2015 mendatang.

Keputusan pembongkaran yang direncanakan pemda minggu depan itu ternyata tak memuaskan para pihak, akhirnya entah siapa yang provokasi, Selasa, 13 Oktober 2014 pagi ratusan massa..Baca Lengkapnya Singkil Bentrok, Ini Pemicunya

Tolong-Tolong Kabinet Kerja dan Kerja, Harga Elpiji 3 Kilogram Di Aceh Mencapai 35.000

Rabu, 06 Mei 2015

Meulaboh | acehtraffic.com- Harga yang tinggi seperti ini ditengah berjalan pemerintahan Jokowi yang katanya merakyat sudah selayaknya kita minta tolong kebawahannya kabinet kerja, karena harga elpiji tiga kilogram di tingkat pengecer di Kabupaten Aceh Selatan mencapai Rp30.000 hingga Rp35.000per tabung sudah sejatinya masyarakat harus meminta tolong. 
Harga ini  di atas harga pangkalan resmi yang ditunjuk Pertamina yakni Rp22.000 sampai Rp25.000.
Di Beritasatu.com, dirilis tingginya harga elpiji di tingkat pengecer itu sudah berlangsung sebulan terakhir ini, diduga karena pasokan terbatas sementara permintaan meningkat.
"Memang pasokan gas tiga kilogram selalu lancar, tapi keberadaannya di pangkalan langsung habis beberapa saat setelah dibongkar karena masyarakat yang membutuhkannya sudah sangat ramai," ujar warga Meulaboh yang tidak mau disebutkan namanya, Rabu (6/5).
Iwan, salah seorang warga Desa Pasie Meukek, Kecamatan Meukek menyebutkan, karena keberadaan gas sering langka di pangkalan, masyarakat yang membutuhkan gas terpaksa harus membeli di kios-kios pengencer meskipun dengan harga melambung tinggi.
"Seperti yang terjadi pada hari ini, saya cari gas tiga kilogram di kios-kios pengencer dalam Kecamatan Meukek tidak ada, akhirnya gas saya dapatkan di kios pengencer di Peulumat, Kecamatan Labuhanhaji Timur, itupun harganya sudah mencapai Rp35.000 per tabung," ujarnya. | Beritasatu.com| 

Istri Sopir Bersama Anak 3 Tahun Ditemukan Mengapung Disungai

Meulaboh | acehtraffic.com - Rosmani (30) istri sopir angkutan barang  dan Anaknya Zahara (3) tahun, warga Desas Kuta Pada, Kecamatan Johan Pahlawan Aceh Barat ditemukan tewas mengapung didalam Kreung Meureubo, ia telah menghilang sejak Senin. Rabu, 6 Mei 2015 


Diberitakan Kompas.com, Kedua jasad ditemukan mengapung di sungai pada lokasi terpisah yang berjarak sekitar satu kilometer. 


“Ibu ditemukan di Kawasan Desa Pasie Teungoh, sedangkan anaknya ditemukan di Desa Meunasah Beuloh, Kecamatan Kawai XVI, Aceh Barat," kata Kismar, koordinator tim rescue BPBD Aceh Barat, Rabu (6/5/2015). 



Kismar mengaku, timnya mendapat laporan dari warga setempat yang melihat ada dua mayat terapung di sungai. “Saat kita evakuasi, pertama ibu dengan kondisi sudah terapung dalam sungai dari tubuh korban ada ikatan tali besi diduga sebagai alat pemberat," kata dia.



"Kemudian satu kilometer dari lokasi pertama kita evakuasi anak perempuan berusia sekitar tiga tahun dan ada ikatan bungkusan pasir terikat di pinggang. Setelah kita evakuasi dari sungai langsung diambil oleh PMI dilarikan ke ruang jenazah RSUD Cut Nyak Dhien untuk diotopsi. 



AKP Haris Kurniawan, Kasat Reskrim Polres Aceh Barat mengatakan, dua manyat yang ditemukan di Sungai Krung meurebo itu diduga menjadi korban kekerasan. Namun belum diketahui siapa pelakunya. 



Kondisi jasad yang mengelupas menunjukkan bahwa jasad sudah sekitar tiga hari berada di dalam sungai. Berdasarkan hasil otopsi sementara oleh tim dokter RSUD, ditemukan sejumlah luka di tubuh jasad itu, yang diduga akibat pukulan benda tajam. 



“Di tubuh ibunya terdapat luka di bagian tangan dan kepala. Sementara anak pereupuan tidak ada tanda luka kekerasan,” kata dia.



Dua jasad ini diketahui Seorang Ibu bernama Rosmani (30) dan Anaknya Zahara (3) tahun, warga Desas Kuta Pada, Kecamatan Johan Pahlawan Aceh Barat. Mereka diketahui sudah menghilang sejak Senin (3/5/2015) malam. 



“Mereka sudah menghilang sejak malam senin kemarin kata tetangganya, selama ini korban bekerja sebagai tukang cuci rumah-rumah, pembantu di mana yang ada kerja, biasa dia keluar pagi malam baru pulang ke rumah. 


Tapi sejak malam Senin dia tidak pulang-pulang, sementara suaminya selama ini memang jarang pulang ke rumah, karena sopir mobil angkutan barang dari Medan,” kata Agustina (40), kakak ipar korban yang sempat menangis histeris saat melihat jasad Rosmani di ruang jenazah RSUD Cut Nyak Dhien Aceh Barat. | Foto Kompas.com| 

Mahasiswa Meulaboh Demo Mapolres, Karena Oknum Berlagak Seperti Preman


Meulaboh | acehtraffic.com- Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Meulaboh menggelar demonstrasi di Mapolres Aceh Barat, Rabu (6/5/2015) petang. Demontrasi tersebuty dilakukan karena 8 personil polisi dari Mapolres Aceh Barat berlagak seperti preman menggreroyok seorang mahasiswa. 

Diberitakan Kompas.com, Mahasiswa datang untuk mendesak kapolres setempat agar menindak tegas delapan personelnya yang telah melakukan pengeroyokan terhadap seorang mahasiswa hingga mengalami luka sobek di bagian kepala, 3 Mei lalu. 


Berdasarkan pantauan, ratusan mahasiswa peserta aksi yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Anti Kekerasan (GEMAK) melakukan longmarch dari halaman kantor bupati menuju Mapolres Aceh Barat sambil berjalan mahasiswa peserta aksi melakukan orasi secara bergantian. 


Dalam aksinya, mahasiwa juga mengusung sejumlah poster dan sepanduk yang bertuliskan diantaranya “Hapuskan Premanisme di Tubuh Kepolisian”. 


Kapolres Aceh Barat, AKBP Faisal Rivai, langsung menyambut mahasiswa peserta aksi saat tiba di halaman mapolres. Dalam sambutannya, Faisal mengatakan, delapan personel yang melakukan pengeroyokan terhadap seorang mahasiswa sudah ditindak dan sedang dalam menjalani proses hukum. 


“Sebelum adek-adek mahasiswa datang, delapan personil polisi pelaku pengeroyokan itu sudah kami tindak sesuai dengan prosedur, dan sekarang delapan anggota saya sudah ditahan di ruang tahanan polres. Kalau tidak percaya, silakan rekan-rekan lihat sendiri di ruang tahanan,” katanya.


Faisal mengatakan, kasus pengeroyokan seorang mahasiswa yang dilakukan oleh delapan personel bintara baru Polres Aceh Barat sudah selesai secara kekeluargaan. Korban dan pelaku, lanjutnya, sudah saling memaafkan. 


Setelah memberikan pemahaman kepada mahasiswa, Faisal duduk mendengar orasi dan tuntutan para demonstran. 


Dalam aksinya, mahasiswa membacakan tujuh pernyataan sikap, di antaranya menghentikan tindak kekerasan terhadap mahasiswa, menghapus premanisme di tubuh kepolisian, mendesak Kapolres Aceh Barat menindak tegas serta memecat delapan delapan pelaku pengeroyokan. | Kompas.com | Foto Kompas

Dari Yang Hidup Hingga Almarhum Pun Tuntut Lapangan Kerja Kepada Pemerintah Aceh

Sabtu, 02 Mei 2015

Meulaboh | acehtraffic.com- Walaupun sejak perdamaian hingga berganti Gubernur. Dari Aceh dipimpin oleh mantan GAM biasa hingga Aceh di pimpin oleh  mantan GAM yang super sekarang ini, namun persoalan kesejahteraan masih menjadi cerita diberbagai kabupaten di Aceh.  
Di Meulaboh dalam peringatan hari buruh,  bukan saja yang masih hidup tetapi 'Almarhum' juga  ikut tuntut pemerintah Aceh untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Sabtu 2 Mei 2015

“Sangat banyak pengangguran di Aceh Barat sehingga angka kemiskinan daerah kita termasuk paling tinggi di Indonesia, padahal banyak perusahaan masuk berinvestasi tapi tidak merekrut tenaga kerja lokal,” kata salah seorang mahasiswa, Zulhemi Ridwan di Meulaboh, Jum’at, kemarin sebagaimana dilansir laman Antara.

Ratusan masa tergabung dalam “Almarhum” memperingati May Day di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat, para buruh di kawasan itu dibantu oleh sejumlah elemen sipil dari unsur mahasiswa serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Aceh.

Salah satu poin penekanan dalam aksi mereka adalah menyoroti angka kemiskinan di daerah itu yang kini mencapai 23,18 persen dari sekitar 200 ribu penduduk Aceh Barat, padahal investor bergerak di sektor pertambangan terus berdatangan menanamkan modal di kawasan setempat.

Bukan hanya di tingkat daerah, akan tetapi Kabupaten Aceh Barat tercatat masuk satu dari 183 kabupaten daerah tertinggal di Indonesia ataupun kabupaten termiskin di Aceh dengan tingkat pengangguran yang sangat tinggi.

“Pemda dan perusahaan di Aceh Barat kami minta untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal putra daerah serta memberikan upah buruh sesuai UMP dengan tanpa mengabaikan hak-hak buruh mendapatkan jaminan kesehatan,” tegasnya. | AT | I | Sumber Antara |

Reuneng Ne Men ! Dalam Asrama Mahasiswa Ditemukan Ganja

Jumat, 01 Mei 2015

acehtraffic.com | Banda Aceh - Tim gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP-WH, serta tokoh masyarakat, Kamis (30/4/2015) malam melakukan razia terhadap asrama mahasiswa-mahasiswi, di wilayah Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar.

Petugas memeriksa setiap ruangan dan menemukan ganja dari salah satu kamar asrama putra mahasiswa Aceh Barat Daya. Sang penghuni sempat mengunci pintu dari dalam, sebelum akhirnya dibawa ke polsek berikut barang bukti sebungkus kecil ganja kering.

Sementara itu dari tiga asrama mahasiswa dan satu asrama putri lainnya, tim tidak menemukan pelanggaran apapun.

Adapun lima asrama mahasiswa yang di razia itu adalah asrama putra Aceh Barat Daya, Sabang, Aceh Barat, Aceh Besar, dan asrama putri Pidie. | Sumber Serambi|

Nagan Raya Juga Banjir

Minggu, 19 April 2015


Nagan Raya | acehtraffic.com- Kabupaten Nagan Raya juga terkena banjir, 2.032 Kepala keluarga terkena imbas.  Minggu 19 April 2015

Dikutip dari laman Serambi, Data dari BPBD Nagan Raya menyebutkan, masyarakat yang terimbas mencapai 6.531 jiwa atau 2.032 kepala keluarga.

 “Kami masih melakukan pendataan dan evakuasi korban,” kata Sekretaris BPBD Nagan Raya, M Yusuf Gadeng kepada Serambi, tadi malam.

Dua sekolah di Kecamatan Susoh dan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diliburkan, Sabtu (18/4), akibat perkarangan dan ruang kelas terendam banjir luapan sejak Jumat (17/4) malam. Banjir juga mengakibatkan jebol saluran Irigasi Lhok Puntoi, Kecamatan Manggeng dan bronjong tebing pengaman aliran Sungai (Krueng) Baru, Kecamatan Lembah Sabil, sehingga merendam sejumlah gampong.

Dua sekolah yang diliburkan yaitu SDN 7 Susoh di Desa Pulau Kayu, Kecamatan Susoh dengan 149 murid dan SDN 6 Jeumpa di Desa Ikhue Lhueng, Kecamatan Jeumpa dengan 112 murid. “Diliburkan karena ruang belajar terendam,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Abdya, Edwar Taufik SPd. | AT | R | Sumber Serambi |Foto Ilustrasi|

INTERNASIONAL

LINGKUNGAN

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016