acehtraffic.com- Balee itu berukuran 4×2,5 M. Terbuat dari belahan pohon
pinang (bak pineung). Lantainya terbuat dari bambu belah. Atapnya hanya
genteng asbes bekas. Secara keseluruhan, balee (tempat ngaso) itu
seperti dibangun asal-asalan, buat sekedar duduk-duduk menghabiskan
waktu atau menghindar dari cuaca panas.
Tetapi bagi Ketua umum DPP PNA Aceh, Irwansyah
alias Tgk Machsalmina, balee itu dijadikan seperti ‘rumah’. Ada spanduk
Irwandi-Nova yang baru dipasang di balee sebagai penahan deru angin
pantai Selat malaka diwaktu malam yang senantiasa berhembus tanpa
kompromi.
Disinilah ‘markas’ sekaligus ‘rumah’ Tgk Machsalmina. Selama 4 hari 4
malam bertugas di Kembang Tanjung, Pidie. Selama itu ia tidur,
beristirahat, bercanda dengan kedua putrinya yang masih kecil.
Saat saya amati dari hari kehari, menit per menit dan jam demi jam,
ada rasa iba dalam hati melihat Jihan Fahira (4 tahun) dan kakaknya
Najila Rania (8 tahun) menghabiskan hari-harinya dibalee yang hampir
miring ini.
Padahal ayahnya sudah mengajak dan mengarahkan kedua putrinya itu tidur di rumah istrinya Suryadi Djamil
di Riweuk, Sakti, tetapi keduanya selalu menolak. Hingga ayahnya
terpaksa membawa Najila dan Jihan ke balee ini, sebagai tempat
istirahat.
Anak Tgk Machsalmina yang paling kecil, Jihan selalu merindukan sosok
ibunya dalam diri ayahnya itu. Kemanapun sang ayah pergi, kesitu pula
Jihan ikut serta pergi. Meski harus tidur dibalee-balee yang tidak layak
buat anak-anak ini, ia tetap bersikukuh ikut bersama ayahnya yang
sedang menjalankan tugas sebagai Ketua umum PNA, dalam upayanya
menguatkan dan konsolidasi tim pemenangan Irwandi – Nova dari kalangan
partainya.
Malam tiba…Baca lengkapnya........

0 komentar:
Posting Komentar