Thailand dikenal sebagai tujuan wisata paling populer di Asia
Tenggara. Hal itu karena Anda dapat menemukan banyak tempat wisata di Thailand,
baik wisata alam maupun wisata budaya. Dalam kunjungan wisata, kadangkala Anda
akan menemukan berbagai macam tradisi, perayaan, atau festival di berbagai
tempat di Thailand.
Hal ini dilakukan oleh masyarakat Thailand untuk
melestarikan budaya setempat agar tidak punah. Selain itu, hal ini juga
merupakan ciri khas mereka agar dapat menarik para wisatawan untuk berkunjung.
Adapun, beberapa perayaan di Thailand terangkum sebagai berikut.
1. Festival Loy Krathong
Perayaan ini diselenggarakan selepas musim hujan yang
diperkirakan jatuh di bulan Oktober atau November. Festival ini termasuk salah
satu festival yang paling terkenal di Thailand. Tradisi ini sudah dilakukan
selama ribuan tahun yang lalu. Pada hari tersebut, orang-orang beramai-ramai
menghanyutkan perahu yang terbuat dari daun pisang yang sudah dihiasi dengan
bunga-bunga dan lilin-lilin yang cantik. Perayaan ini dikhususkan sebagai
bentuk pemujaan dewa air Phra Mae Khongka. Hal tersebut sebagai ucap syukur dan
terima kasih atas kelimpahan yang didapat dalam setahun ini. Selanjutnya, akan
ada ritual berdoa untuk mendapatkan kelimpahan serta keberuntungan di tahun
berikutnya.
2. Festival Lampion Yi
Peng
Langit malam begitu cerah dengan terbangnya ribuan lampion yang
dilepaskan oleh warga Thailand maupun para turis. Saat menerbangan lampion,
disarankan Anda memejamkan mata dan mengharapkan permohonan agar masalah yang
Anda hadapi pergi bersama dengan terbangnya lampion. Selain itu, ada
kepercayaan, jika sepasang kekasih menerbangkan lampion secara bersama-sama,
niscaya hubungan mereka akan langgeng.
Festival ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan kepada
sang Buddha. Acara keagamaan ini dirayakan di seluruh penjuru Thailand.
Diselenggarakannya festival ini berdasarkan kepada kalender lunar. Oleh karena
itu, perayaannya tidak setiap tahun hadir di tanggal yang sama dalam kalender
masehi. Jika ingin mengunjungi Thailand untuk perayaan tersebut, alangkah
baiknya Anda mencari informasi terlebih dahulu seperti membeli tiket pesawat.
Anda dapat memilih penerbangan Thai Airways untuk sampai ke Bangkok. Untuk
memesan tiket Thai Airways secara cepat dan mudah, bisa menggunakan layanan Traveloka.
3. Perayaan Waisak atau
Visakha Puja
Perayaan ini diselenggarakan untuk memperingati kelahiran,
pencerahan, dan kematian sang Buddha. Pada tiap negara, perayaan ini dilakukan
dengan tradisi berbeda-beda. Untuk penduduk Thailand yang mayoritasnya beragama
Budha, perayaan dilakukan di Bangkok dan berlangsung secara damai.
4. Songkran
Songkran adalah perayaan tahun baru Thailand. Biasanya perayaan
ini dilakukan di bulan April, yaitu hari terpanas dalam satu tahun. Bentuk
perayaannya, yaitu dengan berperang air. Air ini digunakan sebagai “pembersih”
untuk memasuki awal tahun yang baru. Perayaan ini berlangsung selama 3 hari. Di
seluruh penjuru Thailand, baik itu muda mudi atau orang tua, semua turut serta
dalam berperang air.
Patung Budha di sekitar rumah juga dibersihkan sebagai tanda
bahwa mereka akan memulai penghidupan yang baru. Warga Thailand juga memberi
penghormatan kepada abu sanak saudara mereka yang telah meninggal dunia. Anda
harus terima jika harus berbasah-basahan jika berada di Thailand saat
berlangsungnya festival ini. Pemerintah Thailand menjadikan festival Songkran
sebagai hari libur nasional. Jadi, semua orang bisa berpesta dengan bebas. Para
gajah juga ikut serta dengan menyemprotkan air melalui belalainya dan
berkeliling kota. Festival Songkran ini juga dilakukan di pantai
dan mendapatkan antusias yang baik pula.
5. Sarta
Perayaan ini dilakukan untuk memberi persembahan makanan kepada
nenek moyang yang telah meninggal dunia. Awal mulanya, Budha memberitahu bahwa
para hantu yang kelaparan akan mengganggu ketentraman Raja Bimbisara. Oleh
sebab itu, sang Raja memberi makan para biksu Budha. Biksu Buddha pun membalas
dengan membacakan ayat suci untuk memberi rahmat dan semangat si hantu. Selama
melakukan Sarta, orang-orang menyembah makanan yang sudah bercampur dengan madu
lalu diberikan kepada biksu.
6. Tot Pha Pa
Perayaan ini dilakukan dengan memberikan
kain jubah berwarna kuning yang biasa para biksu gunakan. Para biksu biasanya
tinggal di dalam hutan. Jika warga tidak bisa menemui biksu, pakaian kuning itu
akan ditaruh di dalam hutan. Kemudian, biksu tersebut akan
keluar dan mengambil kainnya. (adv)


0 komentar:
Posting Komentar