News Update :

6 Perayaan Menarik di Thailand

Rabu, 22 Juni 2016

Thailand dikenal sebagai tujuan wisata paling populer di Asia Tenggara. Hal itu karena Anda dapat menemukan banyak tempat wisata di Thailand, baik wisata alam maupun wisata budaya. Dalam kunjungan wisata, kadangkala Anda akan menemukan berbagai macam tradisi, perayaan, atau festival di berbagai tempat di Thailand. 

Hal ini dilakukan oleh masyarakat Thailand untuk melestarikan budaya setempat agar tidak punah. Selain itu, hal ini juga merupakan ciri khas mereka agar dapat menarik para wisatawan untuk berkunjung. Adapun, beberapa perayaan di Thailand terangkum sebagai berikut.

1. Festival Loy Krathong
Perayaan ini diselenggarakan selepas musim hujan yang diperkirakan jatuh di bulan Oktober atau November. Festival ini termasuk salah satu festival yang paling terkenal di Thailand. Tradisi ini sudah dilakukan selama ribuan tahun yang lalu. Pada hari tersebut, orang-orang beramai-ramai menghanyutkan perahu yang terbuat dari daun pisang yang sudah dihiasi dengan bunga-bunga dan lilin-lilin yang cantik. Perayaan ini dikhususkan sebagai bentuk pemujaan dewa air Phra Mae Khongka. Hal tersebut sebagai ucap syukur dan terima kasih atas kelimpahan yang didapat dalam setahun ini. Selanjutnya, akan ada ritual berdoa untuk mendapatkan kelimpahan serta keberuntungan di tahun berikutnya.


2. Festival Lampion Yi Peng
Langit malam begitu cerah dengan terbangnya ribuan lampion yang dilepaskan oleh warga Thailand maupun para turis. Saat menerbangan lampion, disarankan Anda memejamkan mata dan mengharapkan permohonan agar masalah yang Anda hadapi pergi bersama dengan terbangnya lampion. Selain itu, ada kepercayaan, jika sepasang kekasih menerbangkan lampion secara bersama-sama, niscaya hubungan mereka akan langgeng.
Festival ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan kepada sang Buddha. Acara keagamaan ini dirayakan di seluruh penjuru Thailand. Diselenggarakannya festival ini berdasarkan kepada kalender lunar. Oleh karena itu, perayaannya tidak setiap tahun hadir di tanggal yang sama dalam kalender masehi. Jika ingin mengunjungi Thailand untuk perayaan tersebut, alangkah baiknya Anda mencari informasi terlebih dahulu seperti membeli tiket pesawat. Anda dapat memilih penerbangan Thai Airways untuk sampai ke Bangkok. Untuk memesan tiket Thai Airways secara cepat dan mudah, bisa menggunakan layanan Traveloka.

3. Perayaan Waisak atau Visakha Puja
Perayaan ini diselenggarakan untuk memperingati kelahiran, pencerahan, dan kematian sang Buddha. Pada tiap negara, perayaan ini dilakukan dengan tradisi berbeda-beda. Untuk penduduk Thailand yang mayoritasnya beragama Budha, perayaan dilakukan di Bangkok dan berlangsung secara damai.

4. Songkran
Songkran adalah perayaan tahun baru Thailand. Biasanya perayaan ini dilakukan di bulan April, yaitu hari terpanas dalam satu tahun. Bentuk perayaannya, yaitu dengan berperang air. Air ini digunakan sebagai “pembersih” untuk memasuki awal tahun yang baru. Perayaan ini berlangsung selama 3 hari. Di seluruh penjuru Thailand, baik itu muda mudi atau orang tua, semua turut serta dalam berperang air.

Patung Budha di sekitar rumah juga dibersihkan sebagai tanda bahwa mereka akan memulai penghidupan yang baru. Warga Thailand juga memberi penghormatan kepada abu sanak saudara mereka yang telah meninggal dunia. Anda harus terima jika harus berbasah-basahan jika berada di Thailand saat berlangsungnya festival ini. Pemerintah Thailand menjadikan festival Songkran sebagai hari libur nasional. Jadi, semua orang bisa berpesta dengan bebas. Para gajah juga ikut serta dengan menyemprotkan air melalui belalainya dan berkeliling kota. Festival Songkran ini juga dilakukan di pantai dan mendapatkan antusias yang baik pula.

5. Sarta
Perayaan ini dilakukan untuk memberi persembahan makanan kepada nenek moyang yang telah meninggal dunia. Awal mulanya, Budha memberitahu bahwa para hantu yang kelaparan akan mengganggu ketentraman Raja Bimbisara. Oleh sebab itu, sang Raja memberi makan para biksu Budha. Biksu Buddha pun membalas dengan membacakan ayat suci untuk memberi rahmat dan semangat si hantu. Selama melakukan Sarta, orang-orang menyembah makanan yang sudah bercampur dengan madu lalu diberikan kepada biksu.

6. Tot Pha Pa

Perayaan ini dilakukan dengan memberikan kain jubah berwarna kuning yang biasa para biksu gunakan. Para biksu biasanya tinggal di dalam hutan. Jika warga tidak bisa menemui biksu, pakaian kuning itu akan ditaruh di dalam hutan. Kemudian, biksu tersebut akan keluar dan mengambil kainnya. (adv)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016