Keberlanjutan kegiatan keagamaan menjadi prioritas Bupati Aceh
Timur H. Hasballah Bin HM. Thaib. Senin, 15 Maret 2016. Mmembuka
Pengajian Ulama Dan Umara Kabupaten Aceh Timur/2016 di Mesjid Kecamatan Birem
Bayeun
Hadir antara lain para Abu-Abu dan pemuka agama dan kalangan ulama
di Aceh Timur, Unsur FORKOPIMDA, Para Kepala SKPK, Camat, Para Kepala Bagian,
Kabid dan tokoh masyarakat lainnya yang berada di Aceh Timur.
Pengajian Ulama dan Umara ini merupakan langkah lain yang diambil
oleh pemerintah setelah mengadakan evaluasi terhadap pengajian yang telah
dilakukan setiap minggunya pada tahun-tahun terakhir kemarin dimana dinilai
pengajian tersebut tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan guna menegakan
syariat islam secara kaffah di aceh timur.
Bupati Aceh Timur, H.Hasballah HM. Thaib yang lebih akrab disapa
dengan Rocky dalam arahan dan sambutannya menjelaskan, pengajian ulama umara
tersebut merupakan hasil evaluasi pengajian rutin yang selama ini dipusatkan di
Masjid Agung Darussalihin Idi, tiap Jumat petang.
“Sehingga kita bersama para tokoh agama memutuskan agar pengajian
ulama dan umara ini diadakan setiap bulan hanya sekali dimana setiap bulannya
pengajian ini digilir tiap kecamatan, namun lanjutnya, pengajian untuk Tahun
2016 ini hanya bisa dilakukan di 10 kecamatan yakni sampai Kecamatan Madat
mengingat kita memulai pengajian ini pada Bulan Maret,” kata Bupati Aceh Timur.
Lebih lanjut dia menjelaskan, pengajian rutin ini boleh diikuti
oleh seluruh masyarakat dan tokoh agama sehingga kita tidak mengotak-ngotakan
antara masyarakat satu kecamatan dengan kecamatan lainnya.
“Jadi, seluruh masyarakat silahkan ikuti pengajian ini setiap bulannya guna menciptakan kebersamaan antar masyarakat di Aceh Timur ini,” ujarnya.
“Jadi, seluruh masyarakat silahkan ikuti pengajian ini setiap bulannya guna menciptakan kebersamaan antar masyarakat di Aceh Timur ini,” ujarnya.
Dalam pengajian tersebut nantinya, selain tausiah agama yang
diberikan oleh para pemateri dari kalangan para abu juga diberikan kesempatan
bagi para peserta pengajian ini untuk berdiskusi. “Pengajian ini akan terus
berlanjut hingga tahun berikutnya,” ujar Bupati Aceh Timur.
Dalam kesempatan itu, Bupati Rocky membantah keras pengajian yang berlangsung disetiap kecamatan secara bergilir itu ajang kampanye yang selama ini diisukan pihak-pihak tertentu. “Ini pengajian murni untuk kemaslahatan umat agar terbebas dari kewajiban umat Islam dalam menuntut ilmu,” ujarnya.


0 komentar:
Posting Komentar