Kuala Lumpur | acehtraffic.com- Tim penanganan Pemerintah Aceh tiba di
Kuala Lumpur pada pukul 17.30 Wib, Senin 7 September 2015 untuk
mempercepat proses identifikasi dan penghantaran jenazah korban musibah
korban kapal tenggelam di Sabak Bernam, Selangor.
Tim Pemerintah Aceh terdiri dari Kepala Dinas Sosial Aceh, Al-Khudri,
Kepala BPBA, Said Rasul berserta perwakilan dari Humas Setda Aceh
kemudian bertemu dengan Wakil Duta Besar RI di Malaysia, Hermono
didampingi oleh Koordinator Urusan Konsuler KBRI Kuala Lumpur, Dino
Nurwahyudi.
Dari hasil pertemuan tersebut, Gubernur Aceh akan memfasilitasi dan
menanggung seluruh biaya pemulangan jenazah-jenazah yang berasal dari
Aceh sampai ke rumah duka secepatnya setelah proses identifikasi
selesai.
Keenam jenazah tersebut adalah:
1. Syakila binti Zulfikar (P, 2 th) asal Lhokseumawe
2. Nurlaila Binti Abdul Wahab (P) asal Aceh Besar
3. M. Rizal bin M. Nur (L)
4. Zuraida bt Abdurrahman (P) asal Bireuen
5. Mawardi Anwar (L, 24) asal Ulee Gle Pidie jaya
6. Azhar bin Yusuf (L, 29 th) asal Bireuen.
2. Nurlaila Binti Abdul Wahab (P) asal Aceh Besar
3. M. Rizal bin M. Nur (L)
4. Zuraida bt Abdurrahman (P) asal Bireuen
5. Mawardi Anwar (L, 24) asal Ulee Gle Pidie jaya
6. Azhar bin Yusuf (L, 29 th) asal Bireuen.
Pihak tim Pemerintah Aceh telah mempersiapkan enam buah ambulan untuk
stand by di Bandara Sultan Iskandar Muda menunggu kedatangan keenam
jenazah tersebut.
Para jenazah direncanakan akan dipulangkan besok dengan menggunakan
pesawat Garuda Indonesia yang bertolak dari Kuala Lumpur – Jakarta –
Banda Aceh, dan diprediksi akan tiba di Banda Aceh sekitar sore harinya.
Sedangkan korban yang selamat asal Aceh untuk sementara ini masih
ditempatkan di Kantor APMM Port Klang untuk diajukan proses pengampunan
yang difasilitasi oleh KBRI Kuala Lumpur dan Tim Pemerintah Aceh.
( sumber acehbaru.com)

0 komentar:
Posting Komentar