News Update :

Membangun Aceh Timur Dari Titi Baro

Minggu, 05 Juli 2015


Kabupaten Aceh Timur terus berpacu untuk mencapai kemajuan, dengan terobosan perdana memindahkan pysat kendali pemerintahan dari Langsa ke Idi suatu yang patut diacungi jempol. Tekat bulat Bupati Hasballah M. Thaib dan Syahrul Syamaun tidak sia-sia, akhirnya seluruh administrasi pemerintahan Aceh Timur tidak lagi bercampur aduk dengan Pemko Langsa.

Awalnya ini bukan suatu hal yang mudah. Keberadaan pegawai Aceh Timur yang umumnya telah beranak cucu di Langsa terasa sedikit berat diawalnya. Namun secara perlawan para pegawai mulai terbiasa, tak heran shubuh hari para pegawai telah markir di simpang Comando guna menunggu angkutan dengan tujuan masuk kantor ke Idi Aceh Timur.

Sikap tidak neko-neko dan berkomitmen untuk hal ini boleh disebut suatu keberhasilan bupati muda Rocky, sikap harus pindah untuk kemandirian Aceh Timur guna membangun kembali Aceh Timur setelah sekian assetnya di tinggalkan di Pemko Langsa dan Tamiang sebelumnya adalah tantangan baru bagi Aceh Timur.
Dimana setelah menelorkan satu kota dan kabupaten itu, ia harus hijrah dan membangun kota baru di tempat lain, tentunya bukan hal yang mudah.

Tetapi duet pimpinan yang di usung Partai Aceh Rocky-Syahrul telah banyak telah mereka jawab. Berbagai kiat dilakukan, baik untuk pembangunan fisik dan program untuk masyarakat. 
Khusus fisik di adakannya Pekan Olah Raga Aceh setahun sebelum ini adalah suatu yang sangat bernilai bagi pemerintahan ini. Kenapa tidak? 

Penyelenggaraan Pora telah mendatangkan sejumlah asset untuk Aceh Timur, sehingga tak terbantahkan pasca pelaksanaan Pora pusat pemerintahan Idi terlihat semakin indah.

“Keberhasilan Bupati Rocky dalam membangun Infrastruktur salah satunya berhasil membawa pulang penyelenggaraan Pora di Aceh Timur, sehingga banyak asset yang tertinggal,” Ujar Ibrahim warga idi

Bukan cuma itu, terobasan yang dimainkan Bupati Rocky diawal pemerintahannya juga menjadi cerita yang sulit dilupakan masyarakat Aceh Timur. Dengan program penyediaan alat berat guna membersihkan jalan untuk mencapai akses lahan ekonomi masyarakat dilakukan, lorong desa yang sebelumnya banyak tikus dan meruwa degrader rapi.

Perkebunan rakyat yang sebelumnya sulit dilalui sudah rata. Maka dengan itu aktivitas masyarakat dalam menurunkan hasil bumi ke pusat pasar semakin mudah dan tidak lagi membutuhakn waktu yang lama dan berbiaya mahal.

“Banyak jalan menuju kebun dan jalan desa siap gara –gara program 100 hari pak Bupati,” Sebut Yusuf warga pedalaman Pereulak.

Pasca itu berbagai bantuan dicanangkan untuk masayarakat, tidak cuma yang bersumber dananya dari APBK, namun kepiawaian Rocki juga menjemput berbagai program dari pemerintah pusat. Seperti bantuan untuk para nelayan, dan program ratusan hektar kedelai dari kementerian. 

Dengan dua program ini tentunya tak terhitung berapa orang penerima mamfaat sehingga masyarakat memiliki aktivitas yang menghasilkan Ekonomi sesuai dengan Geografis dan mata pencaharian. “ Kita berharap bantuan seperti it uterus digulirkan bupati, tapi jangan lupa diawasi agar program berjalan maksimal,” Tambah Yusuf. (adv)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016