News Update :

Harga Udang Vaname Turun, HKTI Aceh Minta Menteri Susi Lihat Aceh

Kamis, 30 Juli 2015

Bireuen | acehtraffic.com - Petani tambak di Gampong (desa-red) Teupok Baroh, Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen mengeluhkan turunnya harga udang vannamei mencapai Rp.15.000 sampai Rp. 20.000 per kilo gram, hal ini sudah terjadi sejak dua bulan yang lalu sehingga petani tambak rugi mencapai ratusan juta rupiah akibat harga udang dengan harga pakan tidak sesuai.

Anjloknya harga udang vannamei di pasaran telah membuat petani tambak risau, apalagi jika di kalkulasi harga pakan dengan harga jual udang yang saat ini berkisaran Rp.67.000 per kilo gram ses 40 ekor udang, sedangkan sebelumnya harga udang vannamei ses 40 ekor mencapai Rp.130.000 per kilo gram.

H. Mahdi salah seorang petani tambak udang vannamei di Gampong Teupok Baroh, Kecamatan Jeumpa, Bireuen mengatakan bahwa harga pakan dengan harga jual udang vannamei sudah tidak sesuai lagi, dalam sekali panen sekarang ia mengalami kerugian dalam satu ton udang mencapai Rp. 15.000.000 sampai Rp.20.000.000, hal ini di akibatkan tidak adanya pengawasan harga pasaran udang oleh pihak dinas terkait, sebut Mahdi saat di temui di tambaknya Selasa petang 28/7/2015.

H. Mahdi merincikan bahwa pakan yang di habiskan per hari mencapai 74 kilo gram dengan jumlah 300.000 ekor udang di tambak dengan umur 55 hari, dan jika umumnya makin bertambah maka pakanpun terus bertambah, harga pakan saat ini Rp.375.000 per sak 25 kilo gram, dan harganya tak pernah turun yang ada naik, sementara harga udang turun, inilah yang membuat kami petani tambak terkadang harus gulung tikar, ucap Mahdi.

Maka dari itu H. Mahdi berharap agar pemerintah bisa mengantisipasi masalah yang di hadapi petani tambak di Aceh, apalagi menurut Mahdi udang vannamei ini merupakan jenis udang yang bernilai ekspor tinggi dan bahkan di konsumsi oleh orang kaya.

Dari Hasil turun kelapangan tersebut, Tarmizi AG dari  Pemuda tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Aceh meminta agar pemerintah Indonesia membangun pabrik pakan yang cukup untuk kebutuhan di Aceh, sehingga petani tambak di aceh bisa membeli pakan yang lebih murah.

"Kita juga berharap  mentri kelautan dan perikanan supaya dapat memantau harga udang di pasaran serta mempertahankan harganya, Menteri juga harus meantau petani tambak yang ada di seluruh indonesia jangan hanya di sepuran ibu kota jakarta saja,  supaya mentri kelautan dan perikanan mengetahui apa yang sekarang ini di alami oleh petani tambak udang hingga ke Aceh," Kata Tarmizi | AT | R | Tag|
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016