Bireuen | acehtraffic.com - Petani tambak di Gampong (desa-red) Teupok Baroh, Kecamatan Jeumpa
Kabupaten Bireuen mengeluhkan turunnya harga udang vannamei mencapai
Rp.15.000 sampai Rp. 20.000 per kilo gram, hal ini sudah terjadi sejak
dua bulan yang lalu sehingga petani tambak rugi mencapai ratusan juta
rupiah akibat harga udang dengan harga pakan tidak sesuai.
Anjloknya
harga udang vannamei di pasaran telah membuat petani tambak risau,
apalagi jika di kalkulasi harga pakan dengan harga jual udang yang saat
ini berkisaran Rp.67.000 per kilo gram ses 40 ekor udang, sedangkan
sebelumnya harga udang vannamei ses 40 ekor mencapai Rp.130.000 per kilo
gram.
H. Mahdi salah seorang petani tambak udang vannamei di
Gampong Teupok Baroh, Kecamatan Jeumpa, Bireuen mengatakan bahwa harga
pakan dengan harga jual udang vannamei sudah tidak sesuai lagi, dalam
sekali panen sekarang ia mengalami kerugian dalam satu ton udang
mencapai Rp. 15.000.000 sampai Rp.20.000.000, hal ini di akibatkan tidak
adanya pengawasan harga pasaran udang oleh pihak dinas terkait, sebut
Mahdi saat di temui di tambaknya Selasa petang 28/7/2015.
H.
Mahdi merincikan bahwa pakan yang di habiskan per hari mencapai 74 kilo
gram dengan jumlah 300.000 ekor udang di tambak dengan umur 55 hari, dan
jika umumnya makin bertambah maka pakanpun terus bertambah, harga pakan
saat ini Rp.375.000 per sak 25 kilo gram, dan harganya tak pernah turun
yang ada naik, sementara harga udang turun, inilah yang membuat kami
petani tambak terkadang harus gulung tikar, ucap Mahdi.
Maka dari
itu H. Mahdi berharap agar pemerintah bisa mengantisipasi masalah yang
di hadapi petani tambak di Aceh, apalagi menurut Mahdi udang vannamei
ini merupakan jenis udang yang bernilai ekspor tinggi dan bahkan di
konsumsi oleh orang kaya.
Dari Hasil turun kelapangan tersebut, Tarmizi AG dari Pemuda tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Aceh meminta
agar pemerintah Indonesia membangun pabrik pakan yang cukup untuk
kebutuhan di Aceh, sehingga petani tambak di aceh bisa membeli pakan
yang lebih murah.
"Kita juga berharap mentri kelautan dan perikanan
supaya dapat memantau harga udang di pasaran serta mempertahankan
harganya, Menteri juga harus meantau petani tambak yang ada di seluruh
indonesia jangan hanya di sepuran ibu kota jakarta saja, supaya mentri
kelautan dan perikanan mengetahui apa yang sekarang ini di alami oleh
petani tambak udang hingga ke Aceh," Kata Tarmizi | AT | R | Tag|
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar