News Update :

Maestro Seudati Aceh Berpulang Kerahmatullah

Minggu, 21 Juni 2015


Aceh Timur | acehtrafiic.com -  Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun… telah berpulang kerahmatullah  Abdullah Abdurrahman (69) atau yang akrab disapa Syeh Lah Geunta sang Maestro Seudati Aceh meninggal dunia pukul 12.00 WIB, Sabtu,  20 Juni 2015 di kediamannya di Desa Seneubok Rambong, Idi Rayeuk, Aceh Timur.  Ia terakhir melakukan pementasan Seudati tingkat internasional pada acara Expo 2010 di Shanghai Cina. Sabtu 20 Juni 2015

Nama Geunta  yang tertulis dibelakang namanya benar-benar sesuai. Pasalnya Tari Seudati sudah menjadi bagian hidup Abdullah Abdurahman. Selain sudah menjiwai, juga dia sangat sadar bahwa Seudati adalah sebuah identitas Aceh yang unik dan menakjubkan.

“Dasarnya Seudati tidak terlepas budaya Islam  adalah berawal dari kata Syahadaten dan syahati yang artinya  suatu pengakuan,” Katanya kepada penulis saat mewawancaranya 2010 silam.

Di usia yang tidak muda lagi pada tahun 2010 silam, ia aktif melatih para penerus generasi tari Seudati agar tari Seudati jangan sampai punah di Sanggar Seudati Geunta Aceh dan  Sanggar Seudati Kabupaten Aceh Utara, Sanggar Seudati Bireuen bahkan sepenjuru Aceh. Namun saat itu (2010) ia lebih sering diundang sebagai pelatih di Sanggar Pesona Langsa, Sanggar Pinto Aceh Langsa, Meuligo, Banda Beutari.

Syehlah yang dilahirkan di Bireuen pada tahun 1946 silam mulai menggeluti seni Seudati sejak sekolah dasar di Geulanggang Kabupaten Bireuen, memasuki SMP dia mulai manggung.

Saat itu  warga Bireuen mengenalnya dengan sebutan  Syehlah Aneuk Mit (Syeh Anak-Anak) atas ketekunan dalam bidang Seni tari ini, akhirnya  dia menjadi Maestro penerobos kampanye Budaya Aceh dari tingkat daerah, Nasional hingga Internasional, seperti Jepang, Hongkong, Spanyol, Amirika, Serta memperoleh berbagai penghargaan Daerah, Nasional dan International, diantaranya Juara 1 Festival Kebudayaan Indonesia di Amirika Serikat 1990-1991

Kini Syehlah telah tiada,  adakah yang meneruskan “ Tangan menghentak tegas, kaki melangkah mundur dan maju. Dengan sedikit berjingkrat, dua telapak tangan menepuk bagian bawah dada. ‘Puk...’ Semoga| Sumber acehbaru.com|
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016