Jakarta | acehtraffic.com - Asiong dan Lim, dua anak buah gembong narkoba
Freddy Budiman kini tak lagi bisa berkutik saat Subdit IV Tindak Pidana
Narkotika Bareskrim Mabes Polri membekuk keduanya di Rumah Tahanan
(Rutan) Salemba, Jakarta Pusat, Jumat 10 April 2015. Keduanya merupakan
hasil pengembangan pembongkaran narkoba di Lapas Cipinang pada Jumat
dini hari.
Di Lapas Cipinang petugas menemukan narkotika jenis CC4 sebanyak 120 lembar atau 2.000 keping. Selain itu juga ditemuka sabu, alat hisap sabu (bong), ekstasi dan alat komunikasi.
Asiong dan Lim merupakan kepala pemasaran dari narkotika jenis CC4. Polri juga mengatakan bahwa narkotika ini sebagai jenis baru di Indonesia.
"Koordinasi dengan Freddy Budiman ini mereka kaitannya sebagai marketing," kata Kepala Tim Direktorat IV Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Mabes Polri, Ajun Komisaris Besar Christian Siagian di Rutan Salemba.
Selain sebagai marketing, keduanya juga bertugas sebagai sumber terhadap peredaran narkotika jenis CC4. Narkotika ini diduga merupakan impor.
Dari penggeledahan di kamar tersangka, ditemukan beberapa alat komunikasi. Di dalam alat komunikasi tersebut ada jaringan Freddy Budiman yang saat ini sedang dalam pengembangan lagi.
"Di dalam (Rutan Salemba) ditemukan beberapa alat komunikasi yang masuk jaringan Freddy Budiman," kata Christian.
Sebelumnya penjemputan tahanan ini sempat mengalami kendala. Tim penjemputan dari Mabes pertama kali datang pada Jumat dini hari. Namun gagal dan akhirnya datang kembali pukul 13.30 WIB.| Kompas.com |
Di Lapas Cipinang petugas menemukan narkotika jenis CC4 sebanyak 120 lembar atau 2.000 keping. Selain itu juga ditemuka sabu, alat hisap sabu (bong), ekstasi dan alat komunikasi.
Asiong dan Lim merupakan kepala pemasaran dari narkotika jenis CC4. Polri juga mengatakan bahwa narkotika ini sebagai jenis baru di Indonesia.
"Koordinasi dengan Freddy Budiman ini mereka kaitannya sebagai marketing," kata Kepala Tim Direktorat IV Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Mabes Polri, Ajun Komisaris Besar Christian Siagian di Rutan Salemba.
Selain sebagai marketing, keduanya juga bertugas sebagai sumber terhadap peredaran narkotika jenis CC4. Narkotika ini diduga merupakan impor.
Dari penggeledahan di kamar tersangka, ditemukan beberapa alat komunikasi. Di dalam alat komunikasi tersebut ada jaringan Freddy Budiman yang saat ini sedang dalam pengembangan lagi.
"Di dalam (Rutan Salemba) ditemukan beberapa alat komunikasi yang masuk jaringan Freddy Budiman," kata Christian.
Sebelumnya penjemputan tahanan ini sempat mengalami kendala. Tim penjemputan dari Mabes pertama kali datang pada Jumat dini hari. Namun gagal dan akhirnya datang kembali pukul 13.30 WIB.| Kompas.com |

0 komentar:
Posting Komentar