Banda Aceh | acehtraffic.com - Kepolisian Daerah Aceh dan Kodam Iskandar Muda menggelar pertemuan dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senin 30 Maret 2015. Mereka membahas situasi keamanan Aceh terkait penembakan dua anggota TNI di Aceh Utara.
Kepolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi mengatakan, pihaknya bersama TNI menggelar pertemuan dengan tim khusus anggota Komisi I dan III DPR RI dalam upaya mengungkap kasus penembakan anggota TNI oleh sekelompok orang bersenjata.
Penyelidikan sementara, kata dia, penculikan dan penembakan dua anggota TNI di Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara murni tindakan kriminal. "Dalam pertemuan itu kita laporkan hasil penyelidikan kita bersama TNI, termasuk dua kasus penculikan yang terjadi pekan lalu dan juga penembakan dua anggota TNI. Hasil telaah kita ini murni tindakan kriminal," katanya kepada wartawan di Mapolda Aceh.
Kapolda Aceh mengatakan hingga kini pihaknya masih mendalami kasus penembakan dua anggota TNI serta memburu pelaku. "Kita masih menyelidiki, kita belum menentukan apakah itu kelompok bersenjata yang sebelumnya melakukan aksi kriminalitas," katanya.
Menurut Kapolda Aceh, baru-baru ini pihaknya telah menangkap salah satu yang diduga anggota kelompok bersenjata yang sering melakukan kriminal di Aceh. "Kita duga anggota Din Minimi, dari beliau kita menyita 380 butir peluru, tapi kita belum bisa menentukan apakah kelompok ini yang melakukan penembakan pada TNI itu," katanya.
Pangdam IM, Mayor Jenderal TNI, Agus Kriswanto mengatakan TNI telah menyerahkan kasus ini kepada polisi untuk mengungkap pelaku dan motif di balik penculikan dan pembunuhan ini. Meski demikian pihaknya tetap membantu kepolisian dalam memburu pelaku pembunuhan.
"Kita masih menghargai hukum dan kita membantu polisi untuk menyelesaikan kasus ini, kalau mereka melanggar hukum ya kita serahkan kepada polisi," kata Pangdam.
Sementara itu anggota Komisi III DPR RI, M.Nasir Jamil mengatakan terkait kasus-kasus kriminalitas yang terjadi di Aceh belangan ini, Kondisi Aceh dinilai masih kondusif. Nasir juga menekankan pada seluruh pihak keamanan agar dapat meningkatkan kinerjanya dalam mejaga keamanan di Aceh.
"Kita sudah menekankan kepada pihak Polda Aceh agar dapat menangkap dan menyelesaikan penyelidikan kasus kriminalitas yang terjadi di Aceh sebagai tanggungjawab mereka kepada masyarakat Indonesia, apalagi ini memakan korban TNI," katanya.[*]
Kepolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi mengatakan, pihaknya bersama TNI menggelar pertemuan dengan tim khusus anggota Komisi I dan III DPR RI dalam upaya mengungkap kasus penembakan anggota TNI oleh sekelompok orang bersenjata.
Penyelidikan sementara, kata dia, penculikan dan penembakan dua anggota TNI di Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara murni tindakan kriminal. "Dalam pertemuan itu kita laporkan hasil penyelidikan kita bersama TNI, termasuk dua kasus penculikan yang terjadi pekan lalu dan juga penembakan dua anggota TNI. Hasil telaah kita ini murni tindakan kriminal," katanya kepada wartawan di Mapolda Aceh.
Kapolda Aceh mengatakan hingga kini pihaknya masih mendalami kasus penembakan dua anggota TNI serta memburu pelaku. "Kita masih menyelidiki, kita belum menentukan apakah itu kelompok bersenjata yang sebelumnya melakukan aksi kriminalitas," katanya.
Menurut Kapolda Aceh, baru-baru ini pihaknya telah menangkap salah satu yang diduga anggota kelompok bersenjata yang sering melakukan kriminal di Aceh. "Kita duga anggota Din Minimi, dari beliau kita menyita 380 butir peluru, tapi kita belum bisa menentukan apakah kelompok ini yang melakukan penembakan pada TNI itu," katanya.
Pangdam IM, Mayor Jenderal TNI, Agus Kriswanto mengatakan TNI telah menyerahkan kasus ini kepada polisi untuk mengungkap pelaku dan motif di balik penculikan dan pembunuhan ini. Meski demikian pihaknya tetap membantu kepolisian dalam memburu pelaku pembunuhan.
"Kita masih menghargai hukum dan kita membantu polisi untuk menyelesaikan kasus ini, kalau mereka melanggar hukum ya kita serahkan kepada polisi," kata Pangdam.
Sementara itu anggota Komisi III DPR RI, M.Nasir Jamil mengatakan terkait kasus-kasus kriminalitas yang terjadi di Aceh belangan ini, Kondisi Aceh dinilai masih kondusif. Nasir juga menekankan pada seluruh pihak keamanan agar dapat meningkatkan kinerjanya dalam mejaga keamanan di Aceh.
"Kita sudah menekankan kepada pihak Polda Aceh agar dapat menangkap dan menyelesaikan penyelidikan kasus kriminalitas yang terjadi di Aceh sebagai tanggungjawab mereka kepada masyarakat Indonesia, apalagi ini memakan korban TNI," katanya.[*]
Sumber: habadaily.com

